Hafid
Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum Lumajang

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

TRANSFORMASI PEMBELAJARAN AMSTILATI METODE PRAKTIS CARA DASAR BELAJAR KITAB KUNING DI PONDOK TERPADU AL-FAUZAN LUMAJANG Labibul Wildan; Hafid
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2024): Sirajuddin Juni 2024
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v3i2.1944

Abstract

Transformasi Pembelajaran Kitab kuning sebagai warisan intelektual Islam perlu dilestarikannamun juga relevan dengan konteks kekinian. Penelitian ini mengkaji bagaimana pesantrenmelakukan transformasi pembelajaran kitab kuning tanpa mengabaikan nilai-nilaitradisionalnya. Studi ini mengidentifikasi inovasi-inovasi yang dilakukan, sepertipengembangan media pembelajaran digital dan pendekatan pedagogi yang lebih bervariasi,serta dampaknya terhadap pemahaman dan minat santr, maka menjadi tugas bersama,memberikan penyadaran pada segenap praktisi pendidikan akan pentinganya penggunaanmetode Amstilati dan teknologi informasi dalam pembelajaran banyak digunakan dalam duniapendidikan formal maupun non- formal, apalagi di dunia pesantren yang digunakan adalahkitab-kitab kuning yang tanpa harakat yang membutuhkan dalam membaca kitab kuningtersebut dengan menggunakan metode Amtsilati yang saat ini sudah banyak diterapkanoleh pesantren-pesantren yang dianggap Amtsilati adalah metode yang praktis cepat untukbelajar kitab kuning tanpa harus memakan waktu yang lama.Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif jenis Fenomenologi, dengan lokasipenelitian di Pesantren Terpadu Al Fauzan Labruklor Lumajang. Pengumpulan data dilakukandengan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi.1 Teknik analisis datamenggunakan analisis data Spradley. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan carakeikutsertaan peneliti, teknik triangulasi dengan berbagai sumber, teori dan metode.Informan penelitian yang ditentukan secara purposive sampling yaitu Pengasuh PesantrenTerpadu Al Fauzan Lumajang, ustad-ustadzah, santri, pengrus pondok pesantren.Hasil penelitian ini meliputi: Transformasi Pembelajaran Amstilati Metode Praktis Cara DasarBelajar Kitab Kuning Di Pondok Terpadu Al-Fauzan Lumajang, pelaksanaan penggunaanmetode Amtsilati dalam pembelajaran kitab Kuning di Pesantren Terpadu Al Fauzan diawalibaca muhadhoroh untuk pengarang, guru-guru dan penyebar kitab, maka santri mengulangmateri sebelumnya sebanyak satu kali tujuan agar benar-benar paham kemateri sebelumnyadan evaluasi penggunaan metode Amtsilati dalam pembelajaran kitab Kuning di PesantrenTerpadu Al Fauzan menggunakan dua cara yaitu tes tulis dan tes lisan dilaksanakan pada akhirpembahasan, dan akhir jilid.
PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENINGKATKAN SINERGI ANTAR MASYARAKAT NELAYAN Hafid; Fitiriatul Munawwarah; Abdullah Khoirul Yakin
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2025): Sirajuddin Juni 2025
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v3i1.2332

Abstract

Pendidikan Islam merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan masyarakat. Pendidikan Islam dapat berperan dalam meningkatkan sinergi antar masyarakat nelayan. Hal ini dikarenakan pendidikan Islam mengajarkan nilai-nilai kebersamaan, saling tolong-menolong, dan gotong royong. Nilai-nilai tersebut dapat menjadi landasan bagi masyarakat nelayan untuk bekerja sama dalam meningkatkan kesejahteraan mereka. Jenis penelitian ini tergolong kualitatif dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan normative dan sosiologis yakni interaksi lingkungan yang sesuai dengan unit sosial, individu, kelompok, lembaga, atau masyarakat. Adapun sumber data penelitian ini adalah masyarakat nelayan. Selanjutnya, metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lalu teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan melalui tiga tahapan, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menyimpulkan tentang Pendidikan Islam Akad Kerjasama Syirkah dibagi menjadi dua macam yaitu syirkah amlak dan syirkah uqud. Dimana syirkah amlak dibagi menjadi dua bentuk yaitu syirkah amlak ikhtiyar dan syirkah amlak ijbar. Sedangkan mengenai pembagian syirkah uqud ulama berbeda pendapat mengenai bentuknya. Akan tetapi, menurut Tetapi beberapa fuqaha berbeda pendapat dalam membagi macam-macam syirkah al-Uqud, yaitu : menurut Hanabilah syirkah ini dibagi menjadi lima, diantaranya yaitu; Syirkah ‘Inan, Syirkah Mufawadhah, Syirkah Abdan, Syirkah Wujuh, Syirkah Mudharabah. Sedangkan menurut Hanafiyah syirkah ini dibagi menjadi enam, yaitu; Syirkah Amwal,Syirkah A’mal, Syirkah Wujuh masing-masing dari ketiga bentuk ini terbagi menjadi mufawadhah dan ‘inan.Menurut Malikiyah dan Syafi’iyah syirkah ini dibagi menjadi empat, diantaranya; Syirkah ‘Inan, Syirkah Mufawadhah, Syirkah Abdan, Syirkah Wujuh. Syirkah apabila telah memenuhi rukun dari syirkah tersebut yaitu adanya para pihak dan ijab qabul.
MAKNA BAROKAH PRESPEKTIF AL-QUR’AN DAN PENGARUHNYA TERHADAP SPIRIT BELAJAR SANTRI Hafid; Ahmad syukkur; Candra Yulianto
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2025): Sirajuddin Juni 2025
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v3i1.2333

Abstract

Al-Qur’an adalah kalam Allah SWt yang bernilai mukjizat, yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, dengan penuh berkah melalui perantara malaikat jibril a.s yang tertulis pada mashahif. Diriwayatkan kepada kita secara mutawatir. Membacanya terhitung bernilai ibadah. Diawali dengan surat Al-Fatihah dan ditutup dengan surat An-Naas. Kebenaran yang dibawa oleh Al-Qur’an dengan penuh keberkahan supaya di tadabburi, dihayati, diperhatikan dan dipelajari isi kandungan ayat-ayat Al-Qur’an. Barakāh adalah Ziyādatul Khair artinya bertambahnya kebaikan. Barokāh juga bisa artikan tetapnya sesuatu, dan bisa juga diartikan bertambahnya atau berkembangnya sesuatu. Keberkahan yang digambarkan dalam Al-Qur’an bisa berupa keberkahan dalam berkeluarga, berkah mendapatkan rziki, berkanya para kekasih Allah dan para sholihin, ada pula penggambaran keberkahan Al-Qur’an, pohon dan Air Zamzam dll. Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana mendapat berkah Allah dalam Al-Qur’an, dengan meneliti ayat-ayat berkah dalam prespektif Al-Qur’an. Metode penelitian yang dipakai untuk mengetahui dua hal tersebut adalah metode penelitan kualitatif, sedangkan sumber data penelitian adalah Ayat-ayat barokah dalam Al-Qur’an dan sumber lainnya yang berkaitan dengan berkah.
TRANSFORMASI PEMBELAJARAN AMSTILATI METODE PRAKTIS CARA DASAR BELAJAR KITAB KUNING DI PONDOK TERPADU AL-FAUZAN LUMAJANG Labibul Wildan; Hafid
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2024): Sirajuddin Juni 2024
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v3i2.1944

Abstract

Transformasi Pembelajaran Kitab kuning sebagai warisan intelektual Islam perlu dilestarikannamun juga relevan dengan konteks kekinian. Penelitian ini mengkaji bagaimana pesantrenmelakukan transformasi pembelajaran kitab kuning tanpa mengabaikan nilai-nilaitradisionalnya. Studi ini mengidentifikasi inovasi-inovasi yang dilakukan, sepertipengembangan media pembelajaran digital dan pendekatan pedagogi yang lebih bervariasi,serta dampaknya terhadap pemahaman dan minat santr, maka menjadi tugas bersama,memberikan penyadaran pada segenap praktisi pendidikan akan pentinganya penggunaanmetode Amstilati dan teknologi informasi dalam pembelajaran banyak digunakan dalam duniapendidikan formal maupun non- formal, apalagi di dunia pesantren yang digunakan adalahkitab-kitab kuning yang tanpa harakat yang membutuhkan dalam membaca kitab kuningtersebut dengan menggunakan metode Amtsilati yang saat ini sudah banyak diterapkanoleh pesantren-pesantren yang dianggap Amtsilati adalah metode yang praktis cepat untukbelajar kitab kuning tanpa harus memakan waktu yang lama.Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif jenis Fenomenologi, dengan lokasipenelitian di Pesantren Terpadu Al Fauzan Labruklor Lumajang. Pengumpulan data dilakukandengan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi.1 Teknik analisis datamenggunakan analisis data Spradley. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan carakeikutsertaan peneliti, teknik triangulasi dengan berbagai sumber, teori dan metode.Informan penelitian yang ditentukan secara purposive sampling yaitu Pengasuh PesantrenTerpadu Al Fauzan Lumajang, ustad-ustadzah, santri, pengrus pondok pesantren.Hasil penelitian ini meliputi: Transformasi Pembelajaran Amstilati Metode Praktis Cara DasarBelajar Kitab Kuning Di Pondok Terpadu Al-Fauzan Lumajang, pelaksanaan penggunaanmetode Amtsilati dalam pembelajaran kitab Kuning di Pesantren Terpadu Al Fauzan diawalibaca muhadhoroh untuk pengarang, guru-guru dan penyebar kitab, maka santri mengulangmateri sebelumnya sebanyak satu kali tujuan agar benar-benar paham kemateri sebelumnyadan evaluasi penggunaan metode Amtsilati dalam pembelajaran kitab Kuning di PesantrenTerpadu Al Fauzan menggunakan dua cara yaitu tes tulis dan tes lisan dilaksanakan pada akhirpembahasan, dan akhir jilid.
PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENINGKATKAN SINERGI ANTAR MASYARAKAT NELAYAN Hafid; Fitiriatul Munawwarah; Abdullah Khoirul Yakin
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2025): Sirajuddin Juni 2025
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v3i1.2332

Abstract

Pendidikan Islam merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan masyarakat. Pendidikan Islam dapat berperan dalam meningkatkan sinergi antar masyarakat nelayan. Hal ini dikarenakan pendidikan Islam mengajarkan nilai-nilai kebersamaan, saling tolong-menolong, dan gotong royong. Nilai-nilai tersebut dapat menjadi landasan bagi masyarakat nelayan untuk bekerja sama dalam meningkatkan kesejahteraan mereka. Jenis penelitian ini tergolong kualitatif dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan normative dan sosiologis yakni interaksi lingkungan yang sesuai dengan unit sosial, individu, kelompok, lembaga, atau masyarakat. Adapun sumber data penelitian ini adalah masyarakat nelayan. Selanjutnya, metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lalu teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan melalui tiga tahapan, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menyimpulkan tentang Pendidikan Islam Akad Kerjasama Syirkah dibagi menjadi dua macam yaitu syirkah amlak dan syirkah uqud. Dimana syirkah amlak dibagi menjadi dua bentuk yaitu syirkah amlak ikhtiyar dan syirkah amlak ijbar. Sedangkan mengenai pembagian syirkah uqud ulama berbeda pendapat mengenai bentuknya. Akan tetapi, menurut Tetapi beberapa fuqaha berbeda pendapat dalam membagi macam-macam syirkah al-Uqud, yaitu : menurut Hanabilah syirkah ini dibagi menjadi lima, diantaranya yaitu; Syirkah ‘Inan, Syirkah Mufawadhah, Syirkah Abdan, Syirkah Wujuh, Syirkah Mudharabah. Sedangkan menurut Hanafiyah syirkah ini dibagi menjadi enam, yaitu; Syirkah Amwal,Syirkah A’mal, Syirkah Wujuh masing-masing dari ketiga bentuk ini terbagi menjadi mufawadhah dan ‘inan.Menurut Malikiyah dan Syafi’iyah syirkah ini dibagi menjadi empat, diantaranya; Syirkah ‘Inan, Syirkah Mufawadhah, Syirkah Abdan, Syirkah Wujuh. Syirkah apabila telah memenuhi rukun dari syirkah tersebut yaitu adanya para pihak dan ijab qabul.
MAKNA BAROKAH PRESPEKTIF AL-QUR’AN DAN PENGARUHNYA TERHADAP SPIRIT BELAJAR SANTRI Hafid; Ahmad syukkur; Candra Yulianto
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2025): Sirajuddin Juni 2025
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v3i1.2333

Abstract

Al-Qur’an adalah kalam Allah SWt yang bernilai mukjizat, yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, dengan penuh berkah melalui perantara malaikat jibril a.s yang tertulis pada mashahif. Diriwayatkan kepada kita secara mutawatir. Membacanya terhitung bernilai ibadah. Diawali dengan surat Al-Fatihah dan ditutup dengan surat An-Naas. Kebenaran yang dibawa oleh Al-Qur’an dengan penuh keberkahan supaya di tadabburi, dihayati, diperhatikan dan dipelajari isi kandungan ayat-ayat Al-Qur’an. Barakāh adalah Ziyādatul Khair artinya bertambahnya kebaikan. Barokāh juga bisa artikan tetapnya sesuatu, dan bisa juga diartikan bertambahnya atau berkembangnya sesuatu. Keberkahan yang digambarkan dalam Al-Qur’an bisa berupa keberkahan dalam berkeluarga, berkah mendapatkan rziki, berkanya para kekasih Allah dan para sholihin, ada pula penggambaran keberkahan Al-Qur’an, pohon dan Air Zamzam dll. Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana mendapat berkah Allah dalam Al-Qur’an, dengan meneliti ayat-ayat berkah dalam prespektif Al-Qur’an. Metode penelitian yang dipakai untuk mengetahui dua hal tersebut adalah metode penelitan kualitatif, sedangkan sumber data penelitian adalah Ayat-ayat barokah dalam Al-Qur’an dan sumber lainnya yang berkaitan dengan berkah.
OBJEK PENDIDIKAN PERESPEKTIF AL-QUR’AN DALAM SURAT AN-NAHL AYAT 78 Zainuddin; Hafid
'Ibadatuna : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 02 (2023): 'ibadatuna Juli
Publisher : P3M Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam artikel ini fokus pada pengkajian terminologi Objek pendidikan dalam beberapa istilah, tujuan dan subtansi atau materi pendidikan dalam perspektif Al-Quran. Pendekatan penelitian ini deskriptif dan library research yang menjelaskan tentang objek pendidikan dalam prespektif al-Qur’an antara lain Imaniyah, khuluqiyyah, Jismiyah,Al-aqliyah wa al nafsiyahdan Almihna.Al-Qur’anmengungkapkan istilah pendidikan dengan kata tarbiyah dan taklim. Kandungan dalam Al-Qur’an surat An-Nahl ayat 78 mengajarkan bahwa amanah dari Allah SWT yang diberikan kepada manusia. Sebagai pemimpin sebagai mengemban tugas untuk mengelola berbagai urusan di pendidikan. lembaga pendidikan formal maupun non formal yang dikelola asyarakat merupakan tempat yang paling memungkinkan seseorang meningkatkan pengetahuan, dan paling mudah membina generasi muda.
KETERAMPILAN GURU DALAM MENTRANSFORMASI ILMU PENDIDIKAN DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR KEPADA PESERTA DIDIK Hairul Ulum; Hafid
'Ibadatuna : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 02 (2023): 'ibadatuna Juli
Publisher : P3M Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara sederhana, pendidikan dimaknai sebagai usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di dalam masyarakat dan kebudayaannya.1 Bagaimanapun sederhananya peradaban suatu masyarakat, di dalamnya terjadi atau berlangsung suatu proses pendidikan. Karena itulah sering dinyatakan bahwa secara historis pendidikan telah ada sepanjang peradaban umat manusia. Pada hakekatnya pendidikan merupakan usaha manusia untuk melestarikan hidup dan kehidupannya, di dalamnya terdapat proses pewarisan nilai-nilai dan norma, dari suatu generasi ke generasi berikutnya. Dari segi bahasa, dalam bahasa Yunani pendidikan disebut pedagogic, yaitu ilmu untuk menggali, menuntun, dan tindakan merealisasikan potensi anak yang dibawa sejak lahir.
PENDIRIAN LEMBAGA RAUDHATUL ATHFAL SEBAGAI BENTUK KONTRIBUSI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM HIDAYATULLAH KLATAKAN TANGGUL DALAM BIDANG SOSIAL KEAGAMAAN KEMASYARAKATAN Zainal; Hafid; Hafit
'Ibadatuna : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 02 (2024): Ibadatuna Juli 2024
Publisher : P3M Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pendirian Lembaga Raudhatul Athfal (RA) sebagai bentuk kontribusi Lembaga Pendidikan Islam Hidayatullah Klatakan, Tanggul, Kabupaten Jember, dalam bidang sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan. Kebutuhan masyarakat akan pendidikan anak usia dini berbasis nilai-nilai Islam menjadi latar belakang penting kegiatan ini. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan musyawarah, pembangunan sarana, rekrutmen tenaga pendidik, dan sosialisasi kepada masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendirian RA mendapat dukungan kuat dari masyarakat, serta mampu menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus pendidikan formal usia dini. Selain itu, program ini memberikan dampak terhadap meningkatnya keterlibatan sosial warga, pembentukan karakter anak sejak dini, dan pemberdayaan ekonomi lokal melalui unit kegiatan pesantren. Diharapkan model pendirian RA ini dapat direplikasi di wilayah lain sebagai bentuk sinergi antara pesantren dan masyarakat dalam memperkuat fondasi pendidikan Islam sejak usia dini.