Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEPEMIMPINAN VISIONER BERBASIS AKHLAK: PERSPEKTIF MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM MODERN Sarif Hidayatulloh; Sembodo; Sabri, Muhammad
Ta lim Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2026): Ta'lim: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59098/talim.v6i1.2938

Abstract

Perubahan global yang cepat menuntut lembaga pendidikan Islam untuk beradaptasi secara strategis tanpa kehilangan identitas nilai keislamannya. Dalam konteks tersebut, kepemimpinan pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada efektivitas manajerial dan inovasi teknis, tetapi juga harus berlandaskan nilai-nilai akhlak mulia. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep kepemimpinan visioner berbasis akhlak dalam perspektif manajemen pendidikan Islam modern, serta menelaah urgensi dan implikasinya bagi pengelolaan lembaga pendidikan Islam di era kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, melalui analisis terhadap berbagai sumber literatur primer dan sekunder yang relevan dengan tema kepemimpinan visioner, akhlak Islami, dan manajemen pendidikan Islam. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis untuk mensintesis konsep, karakteristik, dan peran strategis kepemimpinan visioner berbasis akhlak. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan visioner berbasis akhlak memiliki peran penting dalam membangun visi Islami yang berorientasi jangka panjang, menciptakan inovasi pendidikan yang terarah dan bernilai etis, memperkuat hubungan interpersonal berbasis moral, serta memastikan pengambilan keputusan institusional yang berlandaskan prinsip kemaslahatan. Model kepemimpinan ini juga terbukti relevan dalam menjaga keberlanjutan, reputasi, dan daya saing lembaga pendidikan Islam di tengah tantangan globalisasi. Dengan demikian, kepemimpinan visioner berbasis akhlak dapat diposisikan sebagai model ideal dan strategis dalam pengembangan manajemen pendidikan Islam modern yang unggul, dan berintegritas.
PEMUNGUTAN PAJAK PENGHASILAN DALAM PANDANGAN EKONOMI ISLAM FATIH ATSARIS SUJUD; Sarif Hidayatulloh
J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah) Vol. 6 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/jesa.v6i2.2121

Abstract

Keberhasilan pembangunan suatu negara sangat tergantung pada efektivitas pengelolaan sumber daya keuangan pemerintah, dan pajak menjadi salah satu aspek krusial dalam menyokong pembangunan. Fokus utama pada pajak penghasilan (PPh) Pasal 21, yang menerapkan tarif progresif untuk menciptakan struktur pajak yang mengakomodasi disparitas ekonomi. Dalam konteks Islam, pajak, atau dharibah, dianggap sebagai transaksi ekonomi yang memberikan kontribusi langsung kepada negara untuk kepentingan bersama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis kepustakaan, meneliti integrasi PPh 21 dalam ekonomi Islam. PPh 21 mencerminkan keadilan ekonomi dan kemaslahatan umum melalui tarif progresifnya, yang menyesuaikan pajak dengan besaran pendapatan. Dalam Islam, pemungutan pajak dharibah diarahkan pada kesejahteraan umat. Meskipun PPh 21 tidak membedakan antara Muslim dan non-Muslim, sistem ini mencapai prinsip pengumpulan pajak syariah dengan mempertimbangkan keadilan, kemaslahatan umum, dan pemungutan dari golongan ekonomi yang mampu. PPh 21, sebagai instrumen keuangan, mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat dalam kerangka ekonomi Islam. Pemungutan pajak mencerminkan prinsip keadilan, kemaslahatan umum, dan pengumpulan pajak syariah. Ulil Amri, sebagai pemimpin, memiliki peran kunci dalam menciptakan sistem pajak yang mendukung kesejahteraan seluruh masyarakat.