Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

APLIKASI MANAJEMEN KEUANGAN DAN AJUAN HAK CIPTA PROSES PRODUKSI PRODUK USAHA KECIL MENENGAH (UKM) ISNAINI CRAFT KABUPATEN SEMARANG Korawijayanti, Lardin; Karyanti, Tutik Dwi; Ciptaningtias, Arum Febriyanti; Pradana, Bagas Putra
Jurnal Hilirisasi Technology kepada Masyarakat (SITECHMAS) Vol. 5 No. 1 (2024): Vol. 5 No. 1 April 2024
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/sitechmas.v5i1.5166

Abstract

Recording financial reports is an important aspect of a business activity. Financial reports are used as a presentation of financial information used by both internal and external parties for business activities. Accounting practices are a solution to problems that often occur in micro, small and medium enterprises (MSMEs), namely financial management problems. So far, UKM Isnaini Craft has not made regular financial records, let alone made financial reports. So far, SMEs still mix household finances with business finances. This situation often becomes a problem in the smooth production and marketing of the business. The second problem in the New Normal era, the government wants changes to SMEs to improve performance in the fields of finance, production, marketing and resources. In terms of marketing performance, UKM Isnaini Craft needs help in its efforts to achieve competitive advantage by increasing the number of products that obtain Copyright Certificates from the Ministry of Law and Human Rights. Protection of Intellectual Property Rights (IPR) for micro, small and medium enterprises (MSMEs) plays an important role in the era of globalization. Protection efforts are carried out through submitting registration for MSME products that meet the requirements to be granted IPR so that as a consequence the government will provide protection such as patents, copyrights, brands, industrial designs and trade secrets.So, Community Service (PMK) aims to provide an understanding of the importance of financial management for businesses. The technique for resolving the first problem is to provide assistance in making financial records and preparing financial reports. Meanwhile, in the second problem, UKM Isnaini Craft. Will help fund and apply for the acquisition of a Copyright Certificate for 1 Isnaini Craft UKM product to the Director General of Intellectual Property, Ministry of Law and Human Rights.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA INDUSTRI MIKRO PENGOLAHAN BANDENG PRESTO 27 SEMARANG Arbainah, Siti; Handayani, Jati; Nikmatuniayah, Nikmatuniayah; Rois, Muhammad; Korawijayanti, Lardin
Jurnal Hilirisasi Technology kepada Masyarakat (SITECHMAS) Vol. 2 No. 1 (2021): Vol. 2 No. 1 April 2021
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.86 KB) | DOI: 10.32497/sitechmas.v2i1.2610

Abstract

Pemberdayaan UMKM saat i ni mendapat perhatian khusus oleh pemerintah, termasuk pemeritah Kota Semarang. Peni ngkatan i ndustri mikro ditempuh dengan peni ngkatan progam pemberdayaan ekonomi keluarga melalui peni ngkatan industri rumah tangga dari kelurahan. Di Kampung Dempel Kelurahan Mukti harjo Kidul Kecamatan Pedurungan terdapat industri rumah tangga yang memproduksi dan memasarkan bandeng presto, dengan merk dagang Bandeng Presto 27 Semarang. Usaha ini masih tergolong baru karena mulai beroperasi pada tanggal 23 Nopember 2018 yang dirintis ibu Budi Handayani (bu Yani) bersama suami. Usaha ini berpotensi untuk dikembangkan. Di samping produknya merupakan salah satu produk unggulan di kota Semarang, j uga karena penjualannya semaki n meni ngkat. Penjualan yang semula hanya dititipkan di warung sekitar saat ini sering menerima pesanan memenuhi kebutuhan orang yang punya hajatan. Jumlah produksi semula hanya 15 kg per mi nggu saat i ni rata-rata menjadi 25 kg per mi nggu. Dari kondisi ini pemilik usaha berencana akan meningkatkan usahanya dengan menambah peralatan produksi, punya stok bahan mentah yang siap diolah setiap saat, memperluas pemasaran melalui onli ne dan lain-lain. Berkenaan dengan rencana pengembangan tersebut maka sangat perlu disusun strategi pengembangan usaha bandeng presto 27 Semarang yang di dasari pemetaan factor kekuatan dan kelemahan yang dimiliki serta faktor apa yang menjadi peluang dan ancaman dalam menjalankan bisnis tersebut. Ruang lingkup pemetaan mencakup empat aspek manajemen usaha yaitu produksi/operasional, pemasaran, keuangan dan SDM. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada pemilik/pelaku usaha dengan bantuan kuesioner. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif dan selajutnya didiskripsikan dengan mengacu pada item analisis SWOT guna menentukan peta kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Hasil pemetaan ini selanj utnya menjadi dasar perumusan strategi pengembangan usaha pada industri mi kro pengolahan Bandeng Presto 27 Semarang. Hasil penelitian memberikan empat alternative strategi yang dapat digunakan yaitu SO-ST-WO-WT.
Literasi Keuangan Digital dan Pemasaran Digital Bagi Peningkatan Usaha Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Global Milkfish Semarang Widyarti, Maria Th. Heni; Hasanudin, Mohamad; Karyanti, Tutik Dwi; Widiart, Ardian; Pinanditho, Kenneth; Arbainah, Siti; Korawijayanti, Lardin
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 2 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i2.1120

Abstract

The Global Milkfish Processing and Marketing Group (Poklahsar) located in Kampung Sentra Bandeng has been proven to improve the welfare of the surrounding community and is able to absorb workers in the area. However, in its operations it has not implemented digital financial management and marketing. With an understanding of digital marketing, it is hoped that the sales prospects for processed milkfish products can reach a wider market. This study uses a qualitative approach with a participatory method to understand the needs and challenges faced by the Semarang Global Milkfish Processing and Marketing Group (POKLAHSAR) in adopting digital financial literacy and digital marketing. Descriptive statistical analysis techniques are also used to support the interpretation of relevant quantitative data, such as the level of member involvement in training and changes in the use of digital media. Based on the results of the activity, out of 20 MSMEs, 7 MSMEs (35%) have implemented conventional financial management and the rest have not. After the activity, all 20 MSMEs (100%) were able to implement digital business financial management because they had been equipped and given an MSME financial management template using Microsoft Excel. Participants now have better abilities in utilizing social media to promote their products more effectively. Before the activity, only 5 MSMEs (25%) out of 20 MSMEs utilized digital marketing. After the activity, 20 MSMEs already had their own social media, and 5 MSMEs (25%) started implementing advertising through social media.ABSTRAKKelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Global Milkfish yang berlokasi di Kampung Sentra Bandeng terbukti meningkatkan kesejahteraan Masyarakat sekitar dan mampu menyerap tenaga kerja disekitar daerah tersebut. Namun, dalam operasinya belum menerapkan pengelolaan keuangan dan pemasaran digital. Dengan pemahaman pemasaran digital diharapkan prospek penjualan produk olahan bandeng bisa menjangkau pemasaran yang lebih luas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode partisipatif untuk memahami kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh kelompok Pengolah dan Pemasar (POKLAHSAR) Global Milkfish Semarang dalam mengadopsi literasi keuangan digital dan pemasaran digital. Teknik analisis statistik deskriptif juga digunakan untuk mendukung interpretasi data kuantitatif yang relevan, seperti tingkat keterlibatan anggota dalam pelatihan serta perubahan penggunaan media digital. Berdasarkan hasil kegiatan, dari 20 UMKM, 7 UMKM (35%) sudah menerapkan pengelolaan keuangan konvensional dan sisanya belum. Setelah kegiatan, seluruh 20 UMKM (100%) sudah dapat menerapkan pengelolaan keuangan usaha digital karena sudah dibekali dan diberikan template pengelolaan keuangan UMKM menggunakan Microsoft Excel. Peserta kini memiliki kemampuan yang lebih baik dalam memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produk mereka secara lebih efektif. Sebelum kegiatan hanya 5 UMKM (25%) dari 20 UMKM yang memanfaatkan pemasaran digital. Setelah kegiatan 20 UMKM sudah memiliki sosial media masing-masing, serta 5 UMKM (25%) mulai menerapkan iklan melalui sosial media.
THE ROLE OF BUDGETARY PARTICIPATION, CLARITY OF BUDGET OBJECTIVES IN IMPROVING MANAGERIAL PERFORMANCE WITH LEADERSHIP STYLE AS MODERATION: AN EMPIRICAL STUDY IN UNIVERSITY X Rikawati, Rikawati; Korawijayanti, Lardin; Arbainah, Siti; Nikmatuniayah, Nikmatuniayah; Rois, Muhammad
KEUNIS Vol. 12 No. 1 (2024): JANUARY 2024
Publisher : Finance and Banking Program, Accounting Department, Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/keunis.v12i1.5291

Abstract

This research aims to evaluate the relationship between budgetary participation, clarity of budget objectives, and leadership style on managerial performance at the University X. The approach used is quantitative descriptive, with the collection of primary data through the distribution of online questionnaires to 47 respondents selected using purposive sampling.The data analysis tool used is Moderated Regression Analysis. The research findings indicate that budgetary participation and clarity of budget objectives have a positive impact on managerial performance. However, leadership style only reinforces the relationship between budgetary participation and managerial performance, while not significantly influencing the relationship between the clarity of budget objectives and managerial performance.These findings provide important insights that budgetary participation and clarity of budget objectives can be determinants of managerial performance, with leadership style playing a reinforcing role in this relationship. The implications of this research can be used as a basis for management to enhance performance by improving budgetary participation and clarity of budget objectives, taking into account the role of leadership style in this context