Eko Setiawan
Alumnus Program Pascasarjana Sosiologi Universitas Brawijaya Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EKSISTENSI BUDAYA BAHARI TRADISI PETIK LAUT DI MUNCAR BANYUWANGI Eko Setiawan
UNIVERSUM: Jurnal Keislaman dan Kebudayaan Vol. 10 No. 02 (2016): Juli 2016
Publisher : LPPM IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/universum.v10i02.750

Abstract

Petik laut merupakan sebuah ungkapan rasa syukur masyarakat nelayan Muncar atas rezeki dan keselamatan yang diberikan oleh Tuhan melalui alam, khususnya laut. Ritual petik laut diselenggarakan sekali setiap tahun pada awal bulan Muharam atau bulan Syuro oleh penduduk yang tinggal di pesisir pantai. Fokus tulisan akan mengungkapkan wujud mitos dalam upacara petik laut di Muncar, prosesi ritual, serta nilai religius yang terdapat di dalamnya. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif. Kesimpulannya, serangkaian acara petik laut menggabungkan ajaran Islam dan adat using. Maksud dan tujuan dari berbagai upacara sedekah laut tersebut biasanya sama, yaitu memohon pada Tuhan agar para nelayan dianugerahi hasil laut yang melimpah pada tahun yang akan datang dan dihindarkan pula dari malapetaka selama melaut. Kebanyakan masyarakat nelayan tersebut meyakini bahwa laut memiliki penunggu (penjaga berupa makhluk ghaib). Karena itu, di setiap penyelenggaraan ritual slametan laut, mereka selalu memberikan sesaji yang dipersembahkan untuk makhluk-makhluk ghaib penunggu laut.