UNIVERSUM : Jurnal KeIslaman dan Kebudayaan
Vol. 10 No. 02 (2016): Juli 2016

EKSISTENSI BUDAYA BAHARI TRADISI PETIK LAUT DI MUNCAR BANYUWANGI

Eko Setiawan (Alumnus Program Pascasarjana Sosiologi Universitas Brawijaya Malang)



Article Info

Publish Date
29 Nov 2022

Abstract

Petik laut merupakan sebuah ungkapan rasa syukur masyarakat nelayan Muncar atas rezeki dan keselamatan yang diberikan oleh Tuhan melalui alam, khususnya laut. Ritual petik laut diselenggarakan sekali setiap tahun pada awal bulan Muharam atau bulan Syuro oleh penduduk yang tinggal di pesisir pantai. Fokus tulisan akan mengungkapkan wujud mitos dalam upacara petik laut di Muncar, prosesi ritual, serta nilai religius yang terdapat di dalamnya. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif. Kesimpulannya, serangkaian acara petik laut menggabungkan ajaran Islam dan adat using. Maksud dan tujuan dari berbagai upacara sedekah laut tersebut biasanya sama, yaitu memohon pada Tuhan agar para nelayan dianugerahi hasil laut yang melimpah pada tahun yang akan datang dan dihindarkan pula dari malapetaka selama melaut. Kebanyakan masyarakat nelayan tersebut meyakini bahwa laut memiliki penunggu (penjaga berupa makhluk ghaib). Karena itu, di setiap penyelenggaraan ritual slametan laut, mereka selalu memberikan sesaji yang dipersembahkan untuk makhluk-makhluk ghaib penunggu laut.

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

universum

Publisher

Subject

Religion Humanities Education

Description

UNIVERSUM; Jurnal Keislaman dan Kebudayaan adalah Jurnal yang diterbitkan oleh LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri. Jurnal ini bertujuan mengembangkan kajian mengenai hadis dan menjadi wadah artikulasi bagi dosen, peneliti dan pemerhati kajian hadis untuk mendeseminasikan hasil ...