Upik Nurhasanah
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Pembatasan Usia Tenaga Kerja terhadap Perkembangan dan Prospek Perbankan Syariah Saat Ini Nikmah Dalimunthe; Upik Nurhasanah
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 8 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v8i4.20991

Abstract

Permasalahan pengangguran tenaga kerja terpelajar muncul akibat adanya ketidakseimbangan antara jumlah angkatan kerja dengan jumlah kesempatan kerja yang tersedia. Tingkat yang diperlukan merupakan salah satu prasyarat untuk memasuki dunia kerja. pendidikan yang sesuai untuk pekerjaan tertentu. Pendidikan formal dipandang sebagai investasi bermanfaat yang dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Produktivitas seorang pekerja meningkat seiring dengan tingkat pendidikannya. Akan semakin banyak dampak yang mempengaruhi perkembangan perekonomian masyarakat. Permasalahan ketenagakerjaan, khususnya berlarut-larutnya pencarian kerja bagi tenaga kerja terdidik, merupakan fenomena yang akan dikaji dalam penelitian ini, khususnya aspek-aspek yang berkaitan dengan meningkatnya tingkat pendidikan dan lamanya mencari kerja. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh usia, jenis kelamin, pengalaman kerja, pendapatan, dan pendidikan terhadap kemampuan seseorang dalam mencari pekerjaan padat karya dalam jangka waktu tertentu. Dari segi ekonomi, hal ini memang benar adanya. Kebangkitan bank syariah, yang juga dikenal sebagai perbankan syariah, telah menarik perhatian dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini dikarenakan umat Islam di Indonesia selama ini merasa was-was dan tertekan dengan lalu lintas perekonomian yang hanya terfokus pada dunia materiil dan tidak berpegang pada syariat agama Islam. Kemunculan bank syariah diharapkan dapat mengatasi dan merespons kemacetan perekonomian Indonesia (yang memang benar adanya mengingat keberagaman umat Islam di kalangan masyarakat Indonesia), serta berjalan dalam ritme yang dianggap memberikan manfaat bagi masyarakat negara dan memperbaiki kondisi perekonomian mereka.