Tyssa Mariyana
Politeknik Bhakti Kartini

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI EKSTRAK METANOL BUNGA MELATI (Jasminum sambac L.) TERHADAP Staphylococcus aureus DAN FORMULASI DALAM SEDIAAN GEL ANTI JERAWAT Tyssa Mariyana; Ratna Rosdiana
PHRASE (Pharmaceutical Science) Journal Vol 2, No 2 (2022): PHRASE (PHARMACEUTICAL SCIENCE) JOURNAL VOL 2 NO 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/phrase.v2i2.389

Abstract

ABSTRAKJerawat merupakan masalah kulit wajah yang paling sering dijumpai. Peradangan yang terjadi pada jerawat salah satunya dipicu oleh bakteri Staphylococcus aureus. Bunga melati (Jasminum sambac L.) memiliki kandungan minyak atsiri z-jasmon, nerol idol, metil salisilat, linalol, benzil alkohol, benzil asetat dan indol, serta kandungan metabolit sekunder lainnya yang memperlihatkan daya mencegah pertumbuhan bakteri. Pada penelitian ini bunga melati diekstraksi dengan menggunakan pelarut metanol. Aktivitas antibakteri diuji dengan menggunakan metode difusi sumur dengan konsentrasi ekstrak 5, 10, dan 15 %. Gel dibuat dengan mencampurkan 5% konsentrasi ekstrak dengan 2% karbomer 934 sebagai gelling agent. Evaluasi fisik sediaan gel meliputi organoleptis, uji pH, viskositas, daya sebar dan homogenitas. Data hasil pengukuran diameter zona hambat dan data hasil uji daya sebar dianalisis dengan metode One Way Anova. Hasil pengukuran diameter zona hambat menunjukkan bahwa ekstrak metanol bunga melati dengan konsentrasi 5, 10 dan 15% memiliki daya antibakteri yang lemah. Hasil evaluasi fisik gel menunjukkan organoleptis dan homogenitas yang baik, namun belum memenuhi persyaratan pH, viskositas dan daya sebar. Hasil analisis Anova menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna pada daya antibakteri ekstrak metanol bunga melati dengan konsentrasi 5, 10 dan 15 % , ketiga konsentrasi tersebut memiliki daya antibakteri lemah.
Kajian Retrospektif Potensi Interaksi Obat Resep Polifarmasi pada Pasien Poli Jantung di Rumah Sakit X Di Karawang Ayu Fajariyani; Tyssa Mariyana; Patimah Rachamawati
The Journal General Health and Pharmaceutical Sciences Research Vol. 2 No. 2 (2024): June : The Journal General Health and Pharmaceutical Sciences Research
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/tjghpsr.v2i2.338

Abstract

Drug interactions are part of drug-related problems that can affect patient therapy. These interactions can hinder the achievement of desired therapeutic outcomes. The incidence of drug interactions is increasing as the number of medications received by patients grows. This study aims to identify the presence of polypharmacy prescriptions and their potential drug interactions in cardiology clinic patients at Hospital X in Karawang. The research was observational with a retrospective design, utilizing data from outpatient cardiology clinic prescriptions from January to March 2023 through random sampling. The study results showed that out of 90 prescriptions, 87 (96.66%) had drug interactions, while 3 prescriptions (3.33%) did not. Drug interactions of moderate severity accounted for 239 cases (82.9%), with the most frequent interactions being Furosemide with Bisoprolol, totaling 45 cases (18.8%), and Spironolactone with Bisoprolol, totaling 44 cases (18.4%). Drug interactions of major severity were recorded in 53 cases (17%), with the most frequent being Spironolactone with Ramipril, totaling 20 cases (37.7%), and Spironolactone with Candesartan, totaling 12 cases (22.6%).