Ayu Fajariyani
Politeknik Bhakti Kartini

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IDENTIFIKASI DAN PENETAPAN KADAR HIDROKUINON PADA KOSMETIK KRIM PEMUTIH WAJAH DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Ayu Fajariyani; Muhammad Fahmi Huwaidi
PHRASE (Pharmaceutical Science) Journal Vol 2, No 1 (2022): PHRASE (PHARMACEUTICAL SCIENCE) JOURNAL VOL 2 NO 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/phrase.v2i1.236

Abstract

Kosmetik adalah salah satu cara untuk merawat kulit agar tampak bersih dan terang, krim pemutih wajah adalah salah satu kosmetik yang paling banyak digunakan untuk menghilangkan bercak-bercak dan noda hitam. Penggunaan Hidrokuinon pada kosmetik krim pemutih wajah sangat dilarang karena termasuk golongan obat keras yang penggunaanya harus dengan resep dokter. Pemakaian Hidrokuinon secara terus-menerus dapat mengakitbatkan efek mulai dari iritasi kulit,kulit menjadi merah, rasa terbakar, kelainan ginjal hingga kanker kulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengindetifikasi dan menetapkan kadar hidrokuinon yang terdapat dalam berbagai merek kosmetik krim pemutih wajah yang beredar di PGC. Sediaan kosmetik krim pemutih wajah yang dianalisis sebanyak 10 sampel yang dibeli di PGC. Identifikasi hidrokuinon dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Uji kualitatif dilakukan dengan uji raksi warna sedangkan uji kuantitatif menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada 10 sampel yang diteliti terdapat 6 sampel yang positif mengandung hidrokuinon dengan kadar sampel AD/A= 0.064%, BB/B 0,003%, CT/C = 0.005%, DR/D = 0.015%, WP/F 0.02%, WM/G 0.005%. maka 6 sediaan kosmetik krim pemutih wajah tidak sesuai dengan peraturan BPOM berdasarkan PUBLIC WARNING /PERINGATAN Nomor KH.00.01.43.2503 tanggal 11 juni 2009 termasuk bahan yang dilarang pada sediaan kosmetik.
Kajian Retrospektif Potensi Interaksi Obat Resep Polifarmasi pada Pasien Poli Jantung di Rumah Sakit X Di Karawang Ayu Fajariyani; Tyssa Mariyana; Patimah Rachamawati
The Journal General Health and Pharmaceutical Sciences Research Vol. 2 No. 2 (2024): June : The Journal General Health and Pharmaceutical Sciences Research
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/tjghpsr.v2i2.338

Abstract

Drug interactions are part of drug-related problems that can affect patient therapy. These interactions can hinder the achievement of desired therapeutic outcomes. The incidence of drug interactions is increasing as the number of medications received by patients grows. This study aims to identify the presence of polypharmacy prescriptions and their potential drug interactions in cardiology clinic patients at Hospital X in Karawang. The research was observational with a retrospective design, utilizing data from outpatient cardiology clinic prescriptions from January to March 2023 through random sampling. The study results showed that out of 90 prescriptions, 87 (96.66%) had drug interactions, while 3 prescriptions (3.33%) did not. Drug interactions of moderate severity accounted for 239 cases (82.9%), with the most frequent interactions being Furosemide with Bisoprolol, totaling 45 cases (18.8%), and Spironolactone with Bisoprolol, totaling 44 cases (18.4%). Drug interactions of major severity were recorded in 53 cases (17%), with the most frequent being Spironolactone with Ramipril, totaling 20 cases (37.7%), and Spironolactone with Candesartan, totaling 12 cases (22.6%).