Reni Ria Armayani Hasibuan
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of Basic and Non-Basic Sectors on Export Commodity Opportunities with Location Quontent, Shift Share and Klassen Typology Approaches in Aceh Province Fajar Daniel Samosir; Reni Ria Armayani Hasibuan; Aqwa Naser Daulay
International Journal of Economics Development Research (IJEDR) Vol. 4 No. 4 (2023): International Journal of Economics Development Research (IJEDR)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ijedr.v5i1.4202

Abstract

This study aims to analyze and determine the basic sectors in the Aceh Province economy, so that commodities from which sectors are eligible for export at the national and international levels can be determined. By using secondary data, namely GDP and GRDP (gross regional domestic product) in 2017-2022. By using the Loation Quontient (LQ) analysis method. Shift Share (SS), and Klassen Typology. The results of the calculation of the three analyses in Aceh Province for 6 years, it can be identified from 17 economic sectors in Aceh Province there is 1 sector that is classified as a basic sector, namely the first sector of Agriculture, Forestry, and Fisheries. After that the researchers analyzed again with the same three analyses of the sub-sectors in the basic sector and found that of the seven sub-sectors in the basic sector, the plantation crop sub-sector was the basic sub-sector, then the researchers analyzed again the commodities in the sub-sector with the same three analyses so that it was found that of the 8 commodities, the Coffee commodity with an LQ value (3.96), Shift Share (5.7), Klassen Typology (quadrant 1), and the Cocoa commodity with an LQ value (2.24), Shift Share (13.8), Klassen Typology (quadrant 1). And from the results of the analysis that has been done, it can be concluded that commodities that have a great opportunity to be exported are Coffee commodities and Cocoa commodities.
Analisis Perilaku Konsumsi Mahasiswa Ekonomi Islam dalam Meminimalisir Budaya Israf (Berlebih-lebihan) Lisa Saputri; Devita Amelia Br Nasution; Reni Ria Armayani Hasibuan
Journal of Economics and Economic Education Vol. 3 No. 1 (2026): Journal of Economic and Economic Education
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jeee.v3i1.2576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumsi mahasiswa dalam meminimalisir budaya israf (berlebih-lebihan) berdasarkan perspektif Islamic Economics. Budaya israf merupakan perilaku konsumsi yang melebihi batas kebutuhan dan bertentangan dengan prinsip ekonomi Islam yang menekankan keseimbangan, kesederhanaan, serta tanggung jawab dalam penggunaan harta. Di era modern, perkembangan teknologi dan gaya hidup konsumtif menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa dalam mengendalikan perilaku konsumsi sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tujuan memperoleh pemahaman mendalam mengenai pola konsumsi mahasiswa dalam menerapkan prinsip konsumsi Islami. Data penelitian dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner secara online menggunakan Google Form kepada 51 responden, yang mayoritas berasal dari mahasiswa program studi Ekonomi Islam dan bidang terkait. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan purposive sampling, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan pola jawaban responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki kesadaran yang cukup baik dalam menghindari perilaku konsumsi berlebihan. Mahasiswa cenderung memprioritaskan kebutuhan utama, menerapkan perencanaan keuangan, menghindari pembelian berdasarkan tren semata, serta memahami pentingnya hidup sederhana sesuai prinsip Islam. Pemahaman mengenai ekonomi Islam dan nilai-nilai agama menjadi faktor penting dalam membentuk perilaku konsumsi yang lebih rasional dan bertanggung jawab. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan ekonomi syariah memiliki peran penting dalam membentuk karakter konsumsi mahasiswa sehingga mampu meminimalisir budaya israf di tengah berkembangnya gaya hidup konsumtif pada era modern.