Maya Dian Rahmawatie
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Ekstrak Tumbuhan untuk antijamur Candida Albicans pada Resin Akrilik Heat Cured: Narrative Review Rizki Ninik Lestari; Maya Dian Rahmawatie; Dika Agung Bakhtiar
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 5 (2022): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Guna Menunjang Pencapaian Sustainable Developm
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Gigi tiruan sangat diperlukan bagi seseorang dengan gigi yang telah tanggal. Kurangnya tingkat kebersihan dapat menimbulkan penumpukan plak dan sisa-sisa makanan yang mengakibatkan peningkatan jumlah sel Candida albicans di bahan akrilik gigi tiruan, yang kemudian dapat menyebabkan penyakit denture stomatitis. Untuk mengurangi resiko infeksi akibat gigi tiruan, dapat dilakukan upaya untuk membersihkan gigi tiruan. Di masa kini banyak dilakukan penelitianbahan alami sebagai alternatif penggunaan bahan kimia untuk larutan pembersih gigi tiruan. Penelitian ini bertujuan mencari ekstrak tumbuhan yang berpotensi sebagai antijamur C. albicans. Metode: Jenis penelitian ini adalah narrative review dengan menggunakan artikel dari basis dataPubMed, google scholar, dan Science Direct. Review dilakukan terhadap 24 artikel yang sesuai dengan topik penelitian. Hasil: Diketahui terdapat 14 jenis tumbuhan yang diketahui mampu menghambat pertumbuhan jamur C. albicans di akrilik heat cured.  Bagian tumbuhan yang aktif dapat berupa bunga, daun, batang ataupun biji. Mayoritas pelarut ekstraksi yang digunakan adalah pelarut polar hingga semi non polar seperti air, etanol, dan metanol. Kesimpulan: Beberapa ekstrak memiliki aktivitas hambatan yang cukup kuat terhadap C. albicans, diantaranya adalah ekstrak bijijintan hitam (N. sativa) dengan KHM 0,02%, ekstrak batang serai (C. citratus) dengan nilai KBM 0,3125% dan ekstrak daun talas (C. esculenta Linn) dengan nilai KHM 0,05%. Mayoritas ekstrak memiliki kandungan senyawa golongan flavonoid yang diduga sebagai senyawa yang bertanggung jawab terhadap aktivitas antijamur.Kata Kunci: Antijamur, Candida albicans, denture stomatitis, ekstrak tumbuhan.
Efikasi Sodium Fluoride (NaF) dan Stannous Fluoride (SnF) Terhadap Pencegahan Karies : Literature Review Muhammad Hendry Alkahfi; Puspita Hajardhini; Maya Dian Rahmawatie
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 5 (2022): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Guna Menunjang Pencapaian Sustainable Developm
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Karies gigi merupakan suatu kerusakan pada jaringan keras gigi yang disebabkan oleh demineralisasi zat anorganik dan destruksi pada substansi organik gigi akibat mikroorganismedalam rongga mulut. Hingga saat ini, masih terdapat inkonsistensi mengenai konsentrasi SnF dan NaF yang dibutuhkan untuk pencegahan karies gigi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi, durasi dan frekuensi, serta efek samping pemberian SodiumFlouride (NaF) dan Stannous Flouride (SnF) saat digunakan untuk pencegahan karies. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian literature review terhadap artikel tentang efikasi NaF dan SnF terhadap pencegahan karies. Kriteria inklusi adalah artikel yang terbit tahun2012-2022 dan berupa artikel penelitian eksperimental dengan subjek manusia. Artikel didapatkan dari basis data Portal Garuda dan Pubmed. Hasil penelitian: Pencegahan karies gigi anak efektif menggunakan Sodium Fluoride (NaF) karena lebih aman dan tidak menimbulkan efek samping pada konsentrasi, durasi dan frekuensi yang tepat.Konsentrasi efektif terkecil penggunaan NaF untuk anak adalah 2% dengan durasi penggunaan 1 menit per hari. Pada orang dewasa, Stannous Fluoride (SnF) lebih efektif dibandingkan NaF untuk pencegahan karies gigi. Frekuensi selama 1- 2 x sehari dengan durasi 2 menit tiap penggunaan SnF dilaporkan sebagai frekuensi paling efektif dalam mengurangi erosi email orang dewasa. Tidak ada efek samping yang dilaporkan dari penggunaan NaF dan SnF. Namun, saat ini penggunaan SnF sudahjarang digunakan karena memiliki rasa tidak enak, dapat menghitamkan gigi, serta dapat mengiritasi gingiva. Kesimpulan: Pada anak, terapi NaF 2% efektif untuk pencegahan karies gigi tanpa adanya resiko efek samping. Pada pasien dewasa, SnF lebih efektif untuk pencegahan karies gigi dibandingkan NaF, serta membutuhkan durasi penggunaan yang lebih singkat.   Kata Kunci: pasta gigi Fluoride, pencegahan, karies, sodium Fluoride (NaF), stannous Fluoride (SnF)