Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aplikasi Nanopartikel Zno dari Limbah Kulit Nanas (Ananas Comosus) untuk Mendukung Ketersediaan Disinfektan SARS Cov- 2 Fitria Tahta Alfina; Nur Anisa Rosyiidah; Riski Ramadani; Yeremia Ajijaya Putra Ritiau; Lydia Rohmawati
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 5 (2022): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Guna Menunjang Pencapaian Sustainable Developm
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebaran virus COVID-19 di Indonesia semakin luas, dimana varian virus tersebut adalah Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS CoV-2). Virus ini mampu menginfeksi manusia bahkan menyebabkan kematian. Model penularan dari SARS CoV-2 terdapat dua cara yaitu secarakontak langsung dan tidak langsung. Penularan menjadi berkembang seiring berjalannya waktu, maka perlunya pengendalian penularan SARS CoV-2 untuk mengurangi infeksi. Salah satu senyawa yang dapat digunakan untuk mereduksi virus ini adalah nanopartikel ZnO. Senyawa ini memiliki karakteristik antikanker, biodegradable, biokompatibilitas baik dengan sel manusia dan antibakteri sehingga dapat dimanfaatkan sebagai antiviral SARS CoV-2. Dalam memperoleh ZnO dari kulit nanas digunakan metode green synthesis. Pembuatan ekstraksi kulit nanas dengan cara maserasi menggunakan methanol dan filtrat yang diperoleh sebagai larutan bioaktif dalam sintesis nanopartikel ZnO. Kandungan senyawa ZnO diidentifikasi menggunakan metode molecular docking untuk memprediksi efektifitas disinfektan dengan daya hambat terhadap virus pada protein target SARS-CoV-2 jenis MPro 7ALH. Uji karakterisasi X-Ray Diffraction dan uji in silico dilakukan untuk mengidentifikasi fasa, struktur, serta kualitas kristal sampel serta daya hambat terhadap aktivitas protein reseptor. Hasil analisa XRD memperoleh bahwa memiliki fasa zincite dengan puncak difraksi maksimum berada di sudut 36.33°. Ukuran partikel dapat ditentukan menggunakan formula DebyeScherrer, sehingga diperoleh sebesar 13,45 nm. Pengujian in silico dilakukan agar senyawa ini dapatmenjadi disenfektan untuk SARS CoV-2 melalui interaksi antara ligan-reseptor dengan nilai binding affinity sebesar -6.31 kcal/mol dan inhibitor constant sebesar 23.60 mM.Kata Kunci : kulit nanas, nanopartikel ZnO, disinfektan
Induksi Metastasis Limfonodus oleh DMBA Topikal pada Model Mencit C3H/HeJ dengan Karsinoma Sel Skuamosa Fitria Tahta Alfina; Devy Ariany; Nurlaely Mida Rachmawati; Luluk Hermawati; Ghina Mutiara Abas
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v5i2.6491

Abstract

7,12-Dimethylbenz(a)anthracene (DMBA) is an environmental carcinogen. Topical application of DMBA in mice induces skin tumors with 100% incidence, and approximately 40% progress to squamous cell carcinoma (SCC), which carries a high risk of metastasis. To evaluate lymph node metastasis in SCC following topical administration of 0.125% DMBA. This research was conducted as a laboratory experimental study A total of 200 µl of 0.125% DMBA was applied topically to the dorsal skin of C3H/HeJ mice three times a week for 10 weeks. All mice with SCC showed metastatic deposits in the lymph nodes, characterized by anaplastic cells with hyperchromatic nuclei and a 1:1 nucleus-to-cytoplasm ratio. Significant differences in follicular area were found between the malignant DMBA group and the vehicle (mean difference 0.26; P<0.001), distilled water (0.25; P<0.001), and between the benign DMBA group and both vehicle (0.28; P<0.001) and distilled water (0.27; P < 0.001). No significant differences were observed between the malignant and benign DMBA groups (P = 0.767), or between vehicle and distilled water (P = 0.884). Topical application of 0.125% DMBA for 10 weeks is associated with lymph node metastasis in SCC, which can be identified through histological observation of tumor cell deposits and follicular hyperplasia in lymph nodes.