Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (Seft) Dan Mendengarkan Bacaan Al-Qur’an Untuk Menurunkan Nyeri Post Operasi Pada Pasien Hernia Diruang Sulaiman 3 Rs Roemani Muhammadiyah Semarang Rifka Maulida Syafrina; Trina Kurniawati; Noor Faizah
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 6 (2023): Membangun Tatanan Sosial di Era Revolusi Industri 4.0 dalam Menunjang Pencapaian Susta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Hernia adalah adanya penonjolan sebuah organ, jaringan atau struktur melewati dindingrongga. Pengobatan Hernia bisa dilakukan salah satunya dengan cara prosedur pembedahan atau sayatanyang disebut herniotomi. Salah satu penatalaksanaan nyeri pada pasien post operasi hernia yang dapatdigunakan adalah terapi spiritual emotional freedom technique (Seft) Dan Mendengarkan Bacaan AlQur’an.Terapi spiritual emotional freedom technique (Seft) merupakan terapi yang dilakukan denganketukan ringan (tapping) pada 18 titik di sepanjang 12 energi tubuh. Studi kasus ini bertujuan untukmengetahui pengaruh penerapan Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (Seft) UntukMenurunkan Nyeri Post Operasi. Metode : Studi kasus ini dilakukan sesuai dengan evidance basepractice yang telah disesuaikan yaitu pemberian terapi spiritual emotional freedom technique (Seft) DanMendengarkan Bacaan Al-Qur’an pada pasien post operasi hernia sebagai tambahan standar untukmenurunkan skala nyeri pasien, sampel dalam studi kasus ini adalah satu responden dengan mengukurskala nyeri sebelum dilakukan terapi dan skala nyeri sesudah diberikan terapi. Terapi Spiritual EmotionalFreedom Technique (Seft) dilakukan 1 kali selama 3 hari dengan lama pemberian terapi 15 menit setiappertemuannya. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terapi Spiritual Emotional FreedomTechnique (Seft) Dan Mendengarkan Bacaan Al-Qur’an memiliki hasil yang signifikan untukmenurunkan nyeri dengan hasil pengkajian nyeri hari ke 1 adalah skala 5 (sedang) dan hari ke 3 skala 2(nyeri ringan) dengan tanda-tanda meringis berkurang, pasien mulai berpindah posisi secara bertahap.Keterbatasan studi kasus ini juga karena adanya terapi farmakologi Ketorolac sehingga skala nyeri turunsecara bertahap. Dengan rata-rata penurunan 1 skala nyeri. Simpulan: Terapi Spiritual EmotionalFreedom Technique (Seft) aman dilakukan untuk pasien dengan nyeri post operasi hernia karena mampumenurunkan intenstitas nyeri. Saran dari pemberian terapi SEFT ini agar perawat dapat mendampingipasien selama dilakukannya terapi.Kata kunci: Nyeri; Post operasi hernia, Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (Seft)
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT BUAH MENJADI ECO-ENZYME OLEH KELOMPOK KKN DESA KARANGBENER Atun Wigati; Aly Akbar; Nadira Febi Setiana; Fernanda Arta Razia; Yuana Hesti; Faradita Faradita; M. Zielal; Mita Puspita; Indah Nur; Nadhia Shofya; Melani Devita; Aini Rizka; M. Fakhrun; Rohma Puji; Bunga Citra; Noor Faizah; Amelia Nurul; Dian Rahmandani; Dyah Novellia
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 1 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i1.2799

Abstract

Dengan produksi sampah 68,5 juta ton pada tahun 2021, di mana 17% terdiri dari sampah plastik, pengelolaan sampah di Indonesia masih menjadi masalah besar. Sampah organik, yang sebagian besar dibuat oleh rumah tangga, sering kali dianggap tidak berguna. Namun, mereka dapat diolah menjadi produk yang lebih berguna, seperti eco-enzyme, yang merupakan cairan yang dihasilkan dari fermentasi limbah organik dengan gula dan air yang memiliki banyak manfaat, seperti sebagai disinfektan, pupuk, dan cairan pembersih. Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) memberikan pelatihan pembuatan eco-enzyme kepada Karang Taruna Desa Karangbener untuk meningkatkan kesadaran akan pengelolaan sampah organik. Pelatihan mencakup penjelasan tentang apa itu eco-enzyme, apa manfaatnya, bagaimana pembuatan dan pemanenannya. Hasil fermentasi selama tiga bulan menghasilkan cairan eco-enzyme yang dapat digunakan untuk berbagai tujuan, dan ampasnya digunakan sebagai pupuk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta sangat tertarik untuk mengikuti pelatihan. Peserta diharapkan dapat menyebarkan pengetahuan ini kepada masyarakat, terutama ibu rumah tangga, dengan tujuan mengurangi sampah organik dan menghasilkan hasil yang menguntungkan bagi ekonomi dan lingkungan.