Dengan produksi sampah 68,5 juta ton pada tahun 2021, di mana 17% terdiri dari sampah plastik, pengelolaan sampah di Indonesia masih menjadi masalah besar. Sampah organik, yang sebagian besar dibuat oleh rumah tangga, sering kali dianggap tidak berguna. Namun, mereka dapat diolah menjadi produk yang lebih berguna, seperti eco-enzyme, yang merupakan cairan yang dihasilkan dari fermentasi limbah organik dengan gula dan air yang memiliki banyak manfaat, seperti sebagai disinfektan, pupuk, dan cairan pembersih. Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) memberikan pelatihan pembuatan eco-enzyme kepada Karang Taruna Desa Karangbener untuk meningkatkan kesadaran akan pengelolaan sampah organik. Pelatihan mencakup penjelasan tentang apa itu eco-enzyme, apa manfaatnya, bagaimana pembuatan dan pemanenannya. Hasil fermentasi selama tiga bulan menghasilkan cairan eco-enzyme yang dapat digunakan untuk berbagai tujuan, dan ampasnya digunakan sebagai pupuk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta sangat tertarik untuk mengikuti pelatihan. Peserta diharapkan dapat menyebarkan pengetahuan ini kepada masyarakat, terutama ibu rumah tangga, dengan tujuan mengurangi sampah organik dan menghasilkan hasil yang menguntungkan bagi ekonomi dan lingkungan.
Copyrights © 2025