Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aplikasi untuk Mengukur Tingkat Keberhasilan Inseminasi Buatan pada Sapi Potong Berdasarkan Conception Rate Lilik Sumaryanti; Nurcholis Nurcholis; Syetiel Maya Salamony
JEPIN (Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika) Vol 8, No 1 (2022): Volume 8 No 1
Publisher : Program Studi Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jp.v8i1.49970

Abstract

Perwujudan komitmen pemerintah dalam meningkatkan populasi sapi potong sebagai target untuk kecukupan konsumsi daging nasional dilakukan melalui Program UPSUS SIWAB (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting) dengan melaksanakan program Inseminasi Buatan (IB). Namun tidak tersedianya informasi mengenai kegiatan pelaksanaan IB pada ternak milik masyarakat dan data kelahiran ternak, serta pelaporan data akseptor, mengakibatkan program tersebut belum terlaksana secara optimal. Perekaman data ternak sapi indukan serta pelaksanan kegiatan IB menggunakan aplikasi berbasis komputer, dapat menyediakan informasi yang akurat untuk mengukur tingkat keberhasilan program inseminasi buatan yang digunakan sebagai pertimbangan dalam membuat kebijakan bagi pihak pengambil keputusan yakni pemerintah guna menyusun program SIWAB yang berkelanjutan. Aplikasi untuk mengukur tingkat keberhasilan inseminasi buatan pada sapi potong  berdasarkan variable conception rate, yang menggunakan data pelayanan IB, data kebuntingan dan data kelahiran ternak. Tingkat keberhasilan IB berdasarkan analisis yang dilakukan dari beberapa daerah di Kabupaten Merauke berdasarkan  variabel conception rate (CR) menunjukkan bahwa data yang digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan IB yakni jumlah sapi yang di B dan jumlah sapi bunting saling berkorelasi, dengan nilai CR tertinggi 78,48 % pada distrik Jagebob,  dan terendah di distrik Merauke  27,27 %.
Penyuluhan Manajemen Kesehatan dan Perkawinan Ternak Sapi di Distrik Tanah Miring Kabupaten Merauke: Outreach on Cattle Health and Breeding Management in Tanah Miring District, Merauke Regency Syetiel Maya Salamony; Nur Jalal; Denvy Meidian Daoed
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 10 NOMOR 2 JULI 2026 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jppm.v10i2.31004

Abstract

Distrik Tanah Miring merupakan salah satu wilayah dengan populasi ternak sapi yang cukup tinggi di Kabupaten Merauke. Namun, sebagian peternak masih menerapkan pola pemeliharaan tradisional, terutama dalam manajemen kesehatan dan perkawinan ternak. Kondisi tersebut terlihat dari belum teraturnya pemberian obat cacing dan vitamin, terbatasnya penerapan biosekuriti sederhana, serta belum terarahnya pengelolaan perkawinan ternak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peternak mengenai manajemen kesehatan dan perkawinan ternak sapi. Kegiatan dilaksanakan melalui survei dan observasi awal, penyuluhan, diskusi, tanya jawab, serta monitoring dan evaluasi. Peserta kegiatan merupakan peternak sapi di Distrik Tanah Miring yang dipilih berdasarkan jumlah kepemilikan ternak, keterlibatan aktif dalam pemeliharaan sapi, dan kebutuhan pendampingan. Hasil survei awal terhadap calon peserta menunjukkan bahwa sekitar sepertiga peternak telah menerapkan manajemen kesehatan sederhana, sedangkan penerapan manajemen perkawinan secara terarah masih sangat terbatas. Penyuluhan melibatkan tim pengabdian, dokter hewan, dan tenaga inseminator dengan materi mengenai pencegahan penyakit, pemberian vitamin dan obat cacing, sanitasi dan biosekuriti kandang, deteksi birahi, penggunaan inseminasi buatan, serta pemilihan sistem perkawinan. Kegiatan ini memberikan pemahaman awal kepada peternak mengenai pentingnya pengelolaan kesehatan dan reproduksi ternak secara lebih terencana. Pendampingan lanjutan masih diperlukan agar pengetahuan tersebut dapat diterapkan secara konsisten dalam praktik pemeliharaan sapi.