Distrik Tanah Miring merupakan salah satu wilayah dengan populasi ternak sapi yang cukup tinggi di Kabupaten Merauke. Namun, sebagian peternak masih menerapkan pola pemeliharaan tradisional, terutama dalam manajemen kesehatan dan perkawinan ternak. Kondisi tersebut terlihat dari belum teraturnya pemberian obat cacing dan vitamin, terbatasnya penerapan biosekuriti sederhana, serta belum terarahnya pengelolaan perkawinan ternak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peternak mengenai manajemen kesehatan dan perkawinan ternak sapi. Kegiatan dilaksanakan melalui survei dan observasi awal, penyuluhan, diskusi, tanya jawab, serta monitoring dan evaluasi. Peserta kegiatan merupakan peternak sapi di Distrik Tanah Miring yang dipilih berdasarkan jumlah kepemilikan ternak, keterlibatan aktif dalam pemeliharaan sapi, dan kebutuhan pendampingan. Hasil survei awal terhadap calon peserta menunjukkan bahwa sekitar sepertiga peternak telah menerapkan manajemen kesehatan sederhana, sedangkan penerapan manajemen perkawinan secara terarah masih sangat terbatas. Penyuluhan melibatkan tim pengabdian, dokter hewan, dan tenaga inseminator dengan materi mengenai pencegahan penyakit, pemberian vitamin dan obat cacing, sanitasi dan biosekuriti kandang, deteksi birahi, penggunaan inseminasi buatan, serta pemilihan sistem perkawinan. Kegiatan ini memberikan pemahaman awal kepada peternak mengenai pentingnya pengelolaan kesehatan dan reproduksi ternak secara lebih terencana. Pendampingan lanjutan masih diperlukan agar pengetahuan tersebut dapat diterapkan secara konsisten dalam praktik pemeliharaan sapi.