Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Faktor-Faktor Kepuasan Kerja Perawat di Rumah Sakit Swasta Kota Padang Indonesia Conny Oktizulvia; Sari Indah Kesuma
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 23, No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v23i2.4105

Abstract

Nurses’ job satisfaction is still becoming an important issue because it is not only closely related to high turnover rates, work stress and burnout, but also closely related to service and patient satisfaction in the hospital. This study aimed to analyze nurses’ job satisfaction factors and dominant factors influencing it among nurses in private hospitals in Padang Indonesia. A cross sectional, correlational design was used. Data were collected by questionnaire and proportional random sampling of 189 nurses in three hospitals was conducted. Data collected used questionnaire consisting of sociodemographic and the Job Satisfaction Survey (JSS). Descriptive statistics, correlation, and multiple linear regression analyses were used to examine the data. The average of job satisfaction was found at 73.5% of nurses satisfied with their job. Nature of work, co-worker, pay, and fringe benefits were the most significant factors influence toward nurses’ job satisfaction. The results can be used as a basis for evaluation, early detection, and future planning for nursing managers and management. Results also highlight the need to emphasize positive factors to upgrade nature of work, positive co-worker relationships, pay, and fringe benefits to achieve an excellent service quality by nurses.
Efektivitas Terapi Bermain Tebak Gambar Untuk Mengatasi Dampak Hospitalisasi Pada Anak Usia Prasekolah Di RSUD Dr. Rasidin Padang Rischa Hamdanesti; Sari Indah Kesuma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i4.1682

Abstract

Berdasarkan data WHO bahwa 3-10% anak dirawat di Amerika Serikat baik anak usia toddler, prasekolah ataupun anak usia sekolah, sedangkan di Jerman sekitar 3 sampai dengan 7% dari anak toddler dan 5 sampai 10% anak prasekolah yang menjalani hospitalisasi. Di indonesia sebanyak 33,2% dari 1.425 anak mengalami dampak hospitalisasi berat, 41,6% mengalami hospitalisasi sedang. Kecemasan dan stress dalam menjalani hospitalisasi ditunjukkan anak dengan reaksi tidak kooperatif dengan tindakan perawatan yang diberikan. Terapi bermain diharapkan dapat berpengaruh pada anak untuk menghilangkan batasan, hambatan dalam diri, stres, frustasi serta mempunyai masalah emosi dengan tujuan mengubah tingkah laku anak yang tidak sesuai menjadi tingkah laku yang diharapkan dan anak yang sering diajak bermain akan lebih kooperatif dan mudah diajak kerjasama selama masa perawatan. Terapi bermain tebak gambar sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan anak khususnya motorik kasar dan halus serta melatih ingatan anak. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan pada bulan Oktober 2024 di RSUD dr. Rasidin Padang, jumlah pasien anak yang dirawat sebanyak 22 anak yang mana ada bayi dengan usia kurang dari 12 bulan berjumlah 2 orang, usia toddler sebanyak 5 orang, usia prasekolah sebanyak 9 orang, dan usia sekolah berjumlah 6 orang. Diantara anak tersebut terdapat 8 orang mengalami hospitalisasi. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan terapi bermain dalam mengatasi dampak hospitalisasi pada anak usia prasekolah. Manfaat dalam kegiatan ini adalah agar anak tidak takut berada dirumah sakit dan merasa nyaman sehingga perawatan yang diberikan lebih efektif.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dengan Kejadian ISPA Pada Balita Di Puskesmas Andalas Padang Tahun 2023 Weni Mailita; Sari Indah Kesuma
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inspeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus ini banyak menyebar baik dikalangan anak-anak maupun dewasa. Penyakit ISPA ini tidak hanya menjadi masalah di Negara berkembang namun juga menjadi masalah global di negara lain. Menurut Riskesdas 2018, ISPA terjadi biasanya 7 kali per tahun pada anak dan 2 kali pada orang dewasa. ISPA merupakan salah satu infeksi yang menyebabkan dampak sosial dan merupakan salah satu penyebab tingginya kunjungan dokter, konsumsi antibiotik, kehilangan waktu kerja bagi orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan kejadian ISPA pada anak. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian yang digunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study dengan sampel sebanyak 96 orang ibu yang memiliki balita. Alat ukur yang digunakan adalah kuisioer tingkat pengetahuan dan kuesioner pengukuran sikap dengan teknik analisis data menggunakan uji Chi Square. Bahwa ada hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan kejadian ISPA pada balita di puskesmas andalas padang tahun 2023, Oleh karena itu, perlu adanya mengkaji faktor lain yang lebih mendalam terhadap kejadian ISPA pada balita.
Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Ispa Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Padang Tahun 2023 Sari Indah Kesuma; Weni Mailita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 5 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inspeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus ini banyak menyebar baik dikalangan anak-anak maupun dewasa. Penyakit ISPA ini tidak hanya menjadi masalah di Negara berkembang namun juga menjadi masalah global di negara lain. Hal ini dapat dilihat dari angka kematian balita menurut WHO (2018) memperkirakan ± 13 juta anak balita di dunia meninggal dan kematian tersebut terdapat di Negara berkembang di Asia dan Afrika seperti: India (48%), Indonesia (38%), Ethiopia (4,4%), Pakistan (4,3%), China (3,5%), Sudan (1,5%), dan Nepal (0,3%). Pada tahun 2020 WHO melaporkan hampir 6 juta anak meninggal dunia dan 16 % dari jumlah tersebut disebabkan oleh ISPA. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan pada balita. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Padang tahun 2017 terdapat 51,4% rumah tangga bebas asap rokok, dan terdapat 48,6% rumah tangga yang memiliki minimal seorang perokok di dalam rumah. Pada wilayah kerja puskesmas Andalas terdapat 760 (38%) rumah yang bebas asap rokok dari 2.000 rumah tangga dan terdapat 1.240 (62%) rumah tangga yang masih terpapar asap rokok (DKK, 2017). Menurut data PHBS Dinkes Kota Padang tahun 2017 cakupan pemberian ASI eksklusif di Lintau Buo masih sangat rendah yaitu dari 1.828 jumlah bayi pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan pada tahun 2017 yaitu hanya 62 ASI eksklusif, jadi terdapat 1.766 (96%) bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif dari ibunya. Selain ASI eksklusif, imunisasi juga merupakan faktor risiko terjadinya ISPA pada balita. Imunisasi merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kekebalan tubuh balita terhadap suatu penyakit (Mulati, 2019) Untuk mengurangi angka kematian akibat ISPA pada balita, diupayakan untuk memberikan imunisasi lengkap pada balita. Balita yang mendapatkan imunisasi lengkap dapat memperkecil kemungkinan suatu penyakit tersebut bertambah parah (Fadhilah, 2017). Berdasarkan uraian diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai Faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Tahun 2023
Pengaruh Terapi Progressive Muscle Relaxation Terhadap Skala Nyeri Pada Pasien Post Sectio Caesarea di Ruangan Kebidanan RSUD Dr. Rasidin Padang Dea Elanda Putri; Rischa Hamdanesti; Sari Indah Kesuma
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 2 (2026): Menulis - Februari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i2.1061

Abstract

Prevalensi section caesarea di Kota Padang tahun 2023 sebanyak 23% ibu menjalani persalinan sectio caesarea. Persalinan dengan operasi sectio caesarea akan timbul rasa nyeri hebat pada hari pertama setelah anastesi hilang dan lebih terasa saat luka jahitan mengering. Salah satu tindakan nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri adalah terapi progressive muscle relaxation. Tujuan penelitian untuk diketahui pengaruh terapi muscle progressive relaxation terhadap skala nyeri pada pasien post sectio caesarea di Ruang Kebidanan RSUD Dr. Rasidin Padang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Pre Eksperiment Design dengan jenis rancangan Pre-Post Test One Group Design. Penelitian dilaksanakan bulan Maret – September 2025. Pengumpulan data tanggal 03 - 21 Juli 2025. Populasi pada penelitian ini seluruh pasien post operasi di Ruang Kebidanan RSUD Dr. Rasidin Padang pada bulan Juli berjumlah 11 orang. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dan uji statistik Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan rerata skala nyeri sebelum diberikan terapi progressive muscle relaxation adalah mean 5,09 dan rerata skala nyeri sesudah diberikan terapi progressive muscle relaxation adalah mean 3,18. Ada pengaruh terapi progressive muscle relaxation terhadap tingkat nyeri pada pasien post sectio caesarea di Ruangan Kebidanan RSUD Dr. Rasidin Padang (pvalue=0,004). Kesimpulan penelitian terapi progressive muscle relaxation terhadap tingkat nyeri pada pasien post sectio caesarea. Diharapkan perawat dan bidan pelaksana di ruang kebidanan dapat menerapkan terapi progressive muscle relaxation sebagai terapi alternatif untuk membantu mengurangi atau mengatasi nyeri post sectio caesarea.
Hubungan Pengetahuan Personal Hygiene Saat Menstruasi ASI Dengan Kejadian Pruritus Vulvae Pada Remaja Putri Kelas VII Di SMP Negeri 12 Padang Anggia Flosty Amarha; Sari Indah Kesuma; Conny Oktizulvia
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): GJIK - AGUSTUS
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v4i2.2070

Abstract

Remaja putri pada masa awal menstruasi rentan mengalami masalah kesehatan reproduksi akibat kurangnya pengetahuan mengenai personal hygiene. Berdasarkan data (WHO, 2021), angka kejadian gangguan reproduksi akibat buruknya personal hygiene saat menstruasi pada wanita prevalensi Infeksi Saluran Reproduksi pada remaja di dunia yaitu pruritus vulvae 25%-50%. Indonesia terdapat sejumlah 5,2 juta remaja putri kerap mengalami ketidaknyamanan pasca menstruasi akibat kebersihan yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan personal hygiene saat menstruasi dengan kejadian pruritus vulvae pada remaja putri kelas VII di SMP Negeri 12 Padang. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Agustus 2025 dengan pengumpulan data pada 11 Agustus-13 Agustus 2025. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas VII SMP Negeri 12 Padang yang berjumlah 102 orang, dengan sampel 68 responden yang dipilih secara simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan personal hygiene dan kejadian pruritus vulvae. Dengan analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square (p-value < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 28 responden (41,2%) mengalami pruritus vulvae kategori sedang dan sebanyak 25 responden (36,8%) memiliki pengetahuan personal hygiene kurang. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan personal hygiene saat menstruasi dengan kejadian pruritus vulvae (p-value 0,001). Disimpulkan bahwa rendahnya pengetahuan personal hygiene saat menstruasi berhubungan dengan meningkatnya kejadian pruritus vulvae. Oleh karena itu, diharapkan pihak sekolah dan tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi kesehatan reproduksi secara berkesinambungan, serta memberikan motivasi agar remaja putri lebih peduli dalam menjaga kebersihan diri selama menstruasi.