Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Metode Birth Ball Terhadap Intensitas Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif di Praktek Mandiri Bidan (PMB) Fifi Maryoni Linda Wati; Monarisa Monarisa; Rischa Hamdanesti
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 22, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v22i1.1666

Abstract

Labor is a natural process and causes pain caused by contractions when the mother is about to give birth. One of the non-pharmacological methods that can be used is the birth ball method, which is a method of using a rubber ball filled with air to reduce back pain during pregnancy and childbirth which is safe to use. The purpose of this study was to determine the effect of this type of research, a quasi-experimental design with a pretest-postets group design, by measuring the intensity of labor pain in the first stage of the active phase before and after being given treatment in the group given the birth ball method. The population of this study were all mothers who gave birth normally at PMB Fifi Maryoni from November 2020 to February 2021, the study sample consisted of 30 people in the treatment group. The intensity of labor pain in the active phase of the first stage was measured and recorded directly on the observation sheet provided. Data analysis was carried out bivariate with computerization using the SPSS program. The statistical test used was T - test dependent with a 95% confidence degree (α = 0.05). The results showed that there was a decrease in the intensity of labor pain in the active phase of the first stage after the birth ball method was used. The results showed that there was an effect of the birth ball method on decreasing the intensity of labor pain in the first stage of the active phase before and after being given the birth ball method with p value = 0.000. It is recommended to PMB Fifi Maryoni to be able to provide the birth ball method as one of the non-pharmacological methods in reducing the intensity of labor pain in the first stage of active labor so that the mother can overcome pain during labor.
Depresi Sebagai Faktor Determinan Kualitas Hidup Lansia Yang Tinggal Di PSTW Di Masa Pandemi Covid-19 Tomi Jepisa; Weni Mailita; Rischa Hamdanesti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The elderly group (elderly) is a group that is threatened with high morbidity and mortality in the Covid-19 pandemic. The Covid-19 pandemic is a challenge for the elderly as a vulnerable group and easily exposed to viruses. This pandemic condition has created various excessive fears and suspicions of other people and has resulted in depression, due to various kinds of obstacles and social restrictions, resulting in limited daily activities that have an impact on the quality of life for the elderly. This study aims to determine the relationship between the level of depression and the quality of life of the elderly during the Covid-19 pandemic at PSTW Kasih Sayang Ibu Batusangkar. This research used quantitative method with analytic descriptive design and cross sectional approach. The research sample is 68 elderly with purposive sampling technique. Data collection used a questionnaire which was carried out by visiting PSTW and data analysis techniques used the Chi Square test. That the level of depression is related to the quality of life of the elderly. Therefore, interventions are needed to increase interaction and sharing between the elderly to reduce depression and improve the quality of life of the elderly. There is a significant relationship between the level of depression on the quality of life of the elderly. The impact of the Covid-19 pandemic where the elderly who live in PSTW experience mild depression.
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Balita Usia 12-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Padang Afzahul Rahmi; Rischa Hamdanesti; Tomi Jepisa
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 7 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data World Health Organization (WHO) secara global, jumlah anak balita yang menderita stunting sekitar 144,0 juta orang. Prevalensi stunting pada balita di dunia 54% berasal dari Asia, dan 40% berasal dari Afrika. Di Benua Asia prevalensi balita stunting tertinggi berasal dari bagian Asia Selatan sebesar 31,7% dan prevalensi terendah di bagian Asia Timur sebesar 4,5%. Sedangkan Asia Tenggara berada diurutan kedua prevalensi balita stunting sebesar 24,7%. Berdasarkan data dinas kesehatan kota Padang pada tahun 2019, menunjukan puskesmas Andalas memiliki prevalansi stunting tertinggi di kota Padang mencapai 26,9 %, Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya. Jumlah balita di puskesmas Andalas pada tahun 2021 cukup tinggi yaitu 5.664 jiwa, terdapat jumlah balita pendek sebanyak 563 (15,6 %) balita gizi kurang sebanyak 365 (10,1%) balita kurus 178 (4,9 %) Anak kerdil (pendek) atau stunting merupakan kondisi dimana anak mengalami masalah gizi kronis, dengan hasil pengukuran panjang atau tinggi badan yang lebih kurang dari minus dua standar deviasi median standar pertumbuhan anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Andalas Padang. Jenis penelitian ialah deskritif untuk menggambarkan kejadian stunting pada balita di Wilayah kerja Puskesmas Andalas. Dengan jumlah sampel sebanyak 51 orang anak ballita
Pendidikan Kesehatan Anticipatory Guidance Pada Anak Usia Toddler Melalui Bimbingan Orang Tua Di Puskesmas Andalas Rischa Hamdanesti; Febby Irianti Deski
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 12 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v3i12.1525

Abstract

Anak usia toddler (12-36 bulan) sedang berada pada fase eksplorasi intens terhadap lingkungan, dengan kemampuan berjalan, berlari, melompat, dan menaiki tangga, namun belum memahami potensi bahaya. Orang tua memegang peran penting dalam mengawasi dan memberikan bimbingan. Ketidaktahuan orang tua dapat menyebabkan pengasuhan yang kurang tepat, berisiko trauma, serta memengaruhi tumbuh kembang anak (Susilawati, 2013). Data Riskesdas (2018) menunjukkan cedera di Indonesia meningkat dari 8,2% (2013) menjadi 9,2%, dengan cedera rumah tangga sebagai lokasi terbanyak (44,7%). Studi awal di Puskesmas Andalas Februari 2024 menemukan istilah anticipatory guidance belum dikenal. Edukasi ini bertujuan membekali orang tua dalam menerapkannya pada anak toddler.
Efektivitas Terapi Bermain Tebak Gambar Untuk Mengatasi Dampak Hospitalisasi Pada Anak Usia Prasekolah Di RSUD Dr. Rasidin Padang Rischa Hamdanesti; Sari Indah Kesuma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i4.1682

Abstract

Berdasarkan data WHO bahwa 3-10% anak dirawat di Amerika Serikat baik anak usia toddler, prasekolah ataupun anak usia sekolah, sedangkan di Jerman sekitar 3 sampai dengan 7% dari anak toddler dan 5 sampai 10% anak prasekolah yang menjalani hospitalisasi. Di indonesia sebanyak 33,2% dari 1.425 anak mengalami dampak hospitalisasi berat, 41,6% mengalami hospitalisasi sedang. Kecemasan dan stress dalam menjalani hospitalisasi ditunjukkan anak dengan reaksi tidak kooperatif dengan tindakan perawatan yang diberikan. Terapi bermain diharapkan dapat berpengaruh pada anak untuk menghilangkan batasan, hambatan dalam diri, stres, frustasi serta mempunyai masalah emosi dengan tujuan mengubah tingkah laku anak yang tidak sesuai menjadi tingkah laku yang diharapkan dan anak yang sering diajak bermain akan lebih kooperatif dan mudah diajak kerjasama selama masa perawatan. Terapi bermain tebak gambar sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan anak khususnya motorik kasar dan halus serta melatih ingatan anak. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan pada bulan Oktober 2024 di RSUD dr. Rasidin Padang, jumlah pasien anak yang dirawat sebanyak 22 anak yang mana ada bayi dengan usia kurang dari 12 bulan berjumlah 2 orang, usia toddler sebanyak 5 orang, usia prasekolah sebanyak 9 orang, dan usia sekolah berjumlah 6 orang. Diantara anak tersebut terdapat 8 orang mengalami hospitalisasi. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan terapi bermain dalam mengatasi dampak hospitalisasi pada anak usia prasekolah. Manfaat dalam kegiatan ini adalah agar anak tidak takut berada dirumah sakit dan merasa nyaman sehingga perawatan yang diberikan lebih efektif.
Determinan Tindakan Personal Higiene Pada Anak Usia Sekolah Dasar Di Wilayah Kerja Puskesmas Lapai Afzahul Rahmi; Rischa Hamdanesti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 5 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan kesehatan anak banyak ditemukan pada periode anak usia sekolah, anak usia sekolah merupakan generasi penerus sebagai sumber daya masa mendatang dengan jumlah sekitar 20% dari jumlah penduduk Indonesia, sehingga merupakan investasi bangsa yang potensial tetapi rawan karena berada dalam periode pertumbuhan dan perkembangan (Dinkes, 2017). Personal Hygiene (kebersihan diri) merupakan kebersihan diri yang dilakukan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan diri sendiri baik secara fisik maupun mental. Data Dinas Kesehatan Kota Padang 2022 menyebutkan, hasil pemeriksaan gigi tersebut menemukan 12.479 murid yang memerlukan perawatan gigi dan yang mendapat perawatan gigi sebanyak 8.964 murid (71,8%) dari target 100%. Faktor yang mempengaruhi personal hygiene adalah pengetahuan, dukungan guru, dan pola asuh orang tua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan tindakan personal higiene pada anak usia sekolah dasar di Kota Padang Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan metode angket. Variabel yang dikumpulkan meliputi variabel tindakan personel higiene, pengetahuan, peran orang tua, peran guru. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa SDN di kota padang berjumlah 192 respoden. Sampel diambil dengan teknik cluster sampling, sebanyak 85 respoden Analisis data menggunakan analsis univariat dan bivariat dan uji yang digunakan adalah chi-square test.
Program Parenting Skill Untuk Meningkatkan Pola Asuh Orang Tua Terhadap Pendidikan Toilet Training Pada Anak Usia Toddler Di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Rischa Hamdanesti; Afzahul Rahmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 5 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Toilet training secara umum dapat dilaksanakan pada semua anak yang sudah memulai memasuki fase kemandirian pada anak. Cara orang tua mendidik anaknya agar terbiasa untuk dapat buang air kecil dan buang air besar adalah dengan mengenalnya dan membiasakan anak untuk buang air kecil dan buang air besar di toilet, mengajari anak untuk mengatakan bahwa ia akan BAK atau BAB, kurangi minum sebelum anak tidur, membawa anak ke toilet pada waktu akan BAK (misalnya bangun tidur) dan ajari menggunakan toilet. Pujilah anak jika berhasil dan jangan tergesah dimarahi jika melakukan kesalahan (Asti, 2008). Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan keterampilan orang tua melalui program parenting skill dalam upaya meningkatkan pendidikan toilet training pada anak usia toddler. Manfaat dalam kegiatan ini adalah agar orang tua dapat melaksanakan pendidikan toilet training terhadap anak usia toddler. Hasil kegiatan : Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan pada tanggal 8 - 13 Januari 2024 di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Padang berjalan dengan lancar dan jumlah peserta yang hadir sebanyak 23 orang. Materi pendidikan kesehatan yang diberikan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah tentang edukasi toilet training dan kesiapan orang tua dalam memberikan pola asuh kepada anak usia toddler tentang toilet training.