Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OPTIMIZING HUMANISTIC COMMUNICATION IN INTERGENERATIONAL INTERACTION IN TEENS COMMUNITY Altobeli Lobodally; Santi Delliana; Rabitha Humaira; Surya Dharma Hermawan
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 9 No. 1 (2024): October
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The humanist communication training at Teens Community aims to improve intergenerational communication skills based on human values. In the era of Society 5.0, dependence on technology has reduced human interaction to medium-based communication, thus reducing the quality of face-to-face communication. Teens Community, a Christian youth community aged 12-18 years under the auspices of GBI Rosypinna, faces challenges in building effective and humanist communication, especially in delivering messages based on empathy, respect, and compassion. The training method involves delivering materials, group discussions, and interactive debates, which allow participants to practice intergenerational communication scenarios directly. The training was carried out in three stages: preparation, implementation, and evaluation, with materials arranged based on community needs. The results showed increased participants' understanding of the importance of humanist values ​​in communication. Participants could apply the principles of humanist communication, although this training was still partial. The literature supports that ongoing training is needed to strengthen the impact and sustainability of the program. The conclusion indicates that this training provides substantive benefits both for participants in improving communication skills and for the implementing team as an effort to apply knowledge. The program's continuation is recommended to create a more profound impact on the Teens Community in building communication based on humanist values.
RESEPSI FOLLOWERS WARUNG SATE KAMU MENGENAI NILAI-NILAI KRISTIANI DALAM VIDEO AKUN INSTAGRAM @warungsatekamu Jonathan Andrian; Altobeli Lobodally
Lectura: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 3 No. 1 (2026): August
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/lectura.v3i1.10987

Abstract

Nilai-nilai Kristiani merupakan pedoman yang penting bagi seorang Kristiani untuk menjalankan kehidupan. Tidak terkecuali bagi generasi muda Kristen. Di era digital saat ini, nilai-nilai Kristiani menghadapi tantangan yang besar dalam pemahaman, maupun penerapannya. Terutama bagi generasi muda yang dikenal akrab dengan platform-platform digital. Hal tersebut dapat menyebabkan pergeseran pemaknaan seutuhnya dari nilai-nilai Kristiani. Nilai-nilai Kristiani muncul dalam sejumlah produk audio visual, termasuk akun Instagram @warungsatekamu. Pesan yang disampaikan oleh akun tersebut akan diterima secara berbeda oleh khalayak, termasuk follower akun Instagram @warungsatekamu. Penelitian in bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan resepsi followers WarungSaTeKaMu mengenai pandangan mereka terhadap nilai-nilai Kekristenan yang ditampilkan lewat konten video yang diproduksi oleh akun Instagram @warungsatekamu. Penelitian ini juga kemudian memetakan penerimaan khalayak berdasarkan tingkat pemahaman dan juga pengalaman hidup mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis resepsi khalayak dan teori Encoding Decoding. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resepsi empat infoman berada dalam kategori posisi negosiasi dan satu informan pada posisi hegemoni dominan. Satu informan yang memasuki posisi hegemoni dominan adalah anak muda yang baru menjalani hidup sebagai seorang Kristen dan masih memiliki pengetahuan yang minim mengenai nilai-nilai Kekristenan. Sementara empat lainnya memiliki varian penerimaan, karena latar belakang pemahaman yang berbeda mengenai nilai-nilai Kristiani. Tiga diantara empat informan merupakan pengerja gereja, sementara lainnya bukan pengerja gereja, namun mengadopsi dan menjalankan nilai-nilai Kristiani secara taat.