Nilai-nilai Kristiani merupakan pedoman yang penting bagi seorang Kristiani untuk menjalankan kehidupan. Tidak terkecuali bagi generasi muda Kristen. Di era digital saat ini, nilai-nilai Kristiani menghadapi tantangan yang besar dalam pemahaman, maupun penerapannya. Terutama bagi generasi muda yang dikenal akrab dengan platform-platform digital. Hal tersebut dapat menyebabkan pergeseran pemaknaan seutuhnya dari nilai-nilai Kristiani. Nilai-nilai Kristiani muncul dalam sejumlah produk audio visual, termasuk akun Instagram @warungsatekamu. Pesan yang disampaikan oleh akun tersebut akan diterima secara berbeda oleh khalayak, termasuk follower akun Instagram @warungsatekamu. Penelitian in bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan resepsi followers WarungSaTeKaMu mengenai pandangan mereka terhadap nilai-nilai Kekristenan yang ditampilkan lewat konten video yang diproduksi oleh akun Instagram @warungsatekamu. Penelitian ini juga kemudian memetakan penerimaan khalayak berdasarkan tingkat pemahaman dan juga pengalaman hidup mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis resepsi khalayak dan teori Encoding Decoding. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resepsi empat infoman berada dalam kategori posisi negosiasi dan satu informan pada posisi hegemoni dominan. Satu informan yang memasuki posisi hegemoni dominan adalah anak muda yang baru menjalani hidup sebagai seorang Kristen dan masih memiliki pengetahuan yang minim mengenai nilai-nilai Kekristenan. Sementara empat lainnya memiliki varian penerimaan, karena latar belakang pemahaman yang berbeda mengenai nilai-nilai Kristiani. Tiga diantara empat informan merupakan pengerja gereja, sementara lainnya bukan pengerja gereja, namun mengadopsi dan menjalankan nilai-nilai Kristiani secara taat.
Copyrights © 2026