Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Realitas Pelaksanaan Pembelajaran Seni Musik Di SMA Labschool UPI Bandung & SMAN 19 Bandung Hendra Rizal; Rizki Rizali; Rita Milyartini; Reni Haerani; Mubiar Agustin
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 5, No 6 (2023): December
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v5i6.5660

Abstract

Penelitian ini berfokus pada realitas implementasi pembelajaran seni musik di dua sekolah menengah di Bandung, yaitu SMA Labschool UPI Bandung (sekolah swasta) dan SMAN 19 Bandung (sekolah negeri). Kedua sekolah ini mewakili model kurikulum yang berbeda, yaitu Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode utama yaitu wawancara dan teknik analisis data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan perlu adanya peningkatan layanan pembelajaran yang optimal dalam pelaksanaan pembelajaran seni musik di kedua sekolah yang diteliti. Faktor-faktor tersebut seperti keterbatasan jumlah guru, fasilitas, sarana, prasarana, dan media pembelajaran. Kelengkapan layanan pembelajaran optimal terbukti dapat mempengaruhi kualitas pembelajaran seni musik. Oleh karena itu, apapun jenis kurikulum yang diterapkan, penyediaan sumber daya dan dukungan merupakan elemen kunci dalam membentuk siswa untuk terlibat secara aktif dalam pembelajaran seni musik
Pembelajaran Tari Model Kooperatif Tipe Jigsaw untuk Meningkatkan Kemampuan Interaksi Sosial Siswa SMK Reni Haerani; Ayo Sunaryo; Nurul Oktavianti
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 5, No 6 (2023): December
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v5i6.6192

Abstract

Proses pembelajaran yang menekankan penguasaan sejumlah konsep/informasi kepada peserta didik menyebabkan pasifnya peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi kemampuan interaksi sosial siswa pada pembelajaran seni tari di kelas X analis kimia SMK Negeri penyelenggara layanan pendidikan inklusif. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang berlangsung dalam dua siklus dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Sintak model terdiri dari enam fase, yaitu menyampaikan tujuan, menyajikan informasi, mengorganisasi siswa, membimbing kelompok belajar, evaluasi, dan memberikan penghargaan. Setelah dua siklus model tersebut diterapkan dalam pembelajaran tari, kemampuan peserta didik dalam berinteraksi sosial dengan teman sebaya dan guru meningkat. Pengorganisasian siswa melalui kerjasama dan berkolaborasi dalam seting belajar kelompok komunikasi dan interaksi terjalin aktif. Hal tersebut dengan kenaikan rerata siklus I dengan presentase 62,88% dalam kategori mampu, ke siklus II dengan presentase 88,75% dalam kategori sangat mampu untuk berinteraksi sosial antar siswa dengan siswa lainnya. Pentingnya penerapan model pembelajaran yang tepat berperan pada peningkatan kemampuan sosial peserta didik.
Character Education Values in Pupuh Pucung from Ki Hadjar Dewantara’s Educational Perspective Wilky Leonady; Uus Karwati; Reni Haerani
OSTINATO: Journal of Music Study and Research Vol. 1 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Pendidikan Seni Musik, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/98kw2477

Abstract

This study examines Pupuh Pucung as a culturally grounded medium for character education by analyzing its moral values through the educational philosophy of Ki Hadjar Dewantara. Using a qualitative descriptive approach with content analysis, this study analyzes selected Pupuh Pucung texts to identify character values and interpret their alignment with the principles of Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, and Tut Wuri Handayani. The results show that Pupuh Pucung contains core character values, including perseverance, discipline, responsibility, self-reflection, togetherness, and social awareness, which are conveyed through simple, rhythmic, and easily memorized poetic structures. These values function not merely as moral advice but as experiential narratives that encourage internalization through reflection and social context. The analysis further reveals that Pupuh Pucung operationalizes Ki Hadjar Dewantara’s educational principles by presenting moral exemplars, fostering collective learning motivation, and encouraging learners’ autonomy. This study concludes that Pupuh Pucung is not only a traditional literary form but also a pedagogical text with strong relevance for character education based on local wisdom. The findings imply that integrating Pupuh Pucung into educational practices can strengthen moral awareness, cultural identity, and holistic character development in both formal and nonformal learning contexts. Future research is recommended to explore the empirical implementation of Pupuh Pucung–based learning models and their impact on students character development.
Internalisasi Nilai Trilogi Ki Hajar Dewantara: Paradigma Pendidikan dalam Falsafah Gerak Tari Guel Gayo Rani Tiara FL; Uus Karwati; Reni Haerani
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3123

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian nilai budaya lokal dalam pendidikan nasional melalui seni tari tradisional. Fokus penelitian ini adalah menelaah relevansi Trilogi Pendidikan Ki Hajar Dewantara Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani dalam falsafah ragam gerak Tari Guel Gayo. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnokoreologi, melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis deskriptif-interpretatif digunakan untuk mengungkap makna simbolik gerak dan nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Guel Gayo merepresentasikan nilai kebersamaan, kesopanan, penghormatan terhadap leluhur, keseimbangan spiritual, dan keteguhan hidup yang sejalan dengan prinsip keteladanan, pemberdayaan, serta pendampingan dalam Trilogi Pendidikan Ki Hajar Dewantara. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian paradigma pendidikan berbasis budaya lokal, sedangkan secara praktis memberikan implikasi pada pengembangan model pembelajaran seni berbasis nilai karakter dan kearifan lokal.