Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF DALAM MENURUNKAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS: TINJAUAN STUDI KASUS Rika Saputri; Rifka Zalila
Stetoskop: The Journal Of Health Science Vol. 2 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70656/stjhs.v2i1.365

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan Data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Sumatera Selatan bahwa jumlah kasus penyakit diabetes mellitus tahun 2021 sebanyak 279.345 jiwa. Diabetes adalah kelompok penyakit metabolic yang ditandai oleh hiperglikemia akibat kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya ,salah satu terapi nonfarmakologi yang dapat diberikan pada penderita diabetes mellitus adalah terapi relaksasi otot progresif. Tujuan: untuk mengetahui penerapan terapi relaksasi otot progresif terhadap penurunan kadar gula darag pasien diabetes mellitus. Metode: jenis karya tulis ilmiah ini menggunakan metode deskritif dengan pendekatan studi kasus mengeksplorasi masalah asuhan keperawatan pada dua pasien dengan diabetes mellitus. Asuhan keperawatan dilakukan pada dua pasien yang dilakukan pada tanggal 12 s.d 16 juni 2022. Hasil: dari tindakan terapi relaksasi otot pogresif pada ny “A” dan ny “N” dengan diagnosis pertama ketidakstabilan kadar glukosa darah berhubungan dengan resistensi insulin. Hasil evaluasi pasien pertama ny”A” di dapatkan pasien mengalami penurunan menjadi GDS 160 mg/dl, sebelum dilakukan terapi relaksasi otot progresif GDS 168 mg/dldan pada pasien kedua ny “N” didapatkan GDS 180 mg/dl, sebelum dilakukan terapi relaksasi otot progresif GDS 210 mg/dl, masalah lemas dan lesu teratasi, dan intervensi dihentikan. Kesimpulan: hasil evaluasi keperawatan pada ny “A” dan ny “N” masalah teratasi intervensi dihentikan. Dapat disimpulkan bahwa terapi relaksasi otot progresif dapat menurunkan kadar glukosa pada pasien diabetes mellitus.
HUBUNGAN POLA AKTIVITAS FISIK DENGAN TINGKAT KONSENTRASI MAHASISWA KEPERAWATAN STIKES PEMBINA PALEMBANG Rifka Zalila; Sari Octarina Piko; Hernatati; Rika Saputri
Stetoskop: The Journal Of Health Science Vol. 3 No. 1 (2026): JUNE 2026
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70656/stjhs.v3i1.718

Abstract

Latar Belakang : Aktivitas fisik merupakan setiap gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka yang membutuhkan pengeluaran energi. Aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur diketahui dapat meningkatkan kesehatan fisik, kesehatan mental, serta fungsi kognitif seseorang, termasuk kemampuan konsentrasi. Mahasiswa keperawatan memiliki tuntutan akademik yang tinggi sehingga membutuhkan kemampuan konsentrasi yang optimal selama proses pembelajaran dan praktik klinik. Aktivitas fisik yang kurang dapat menyebabkan penurunan kebugaran tubuh yang berdampak pada menurunnya kemampuan konsentrasi dan prestasi akademik. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola aktivitas fisik dengan tingkat konsentrasi mahasiswa keperawatan. Metode : Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 100 mahasiswa keperawatan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), sedangkan tingkat konsentrasi diukur menggunakan Concentration Grid Test. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi α = 0,05 . Hasil : Sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik kategori sedang (52%) dan tingkat konsentrasi kategori baik (48%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p-value = 0,001 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,465 yang menunjukkan adanya hubungan positif sedang antara aktivitas fisik dan tingkat konsentrasi mahasiswa. Kesimpulan :Terdapat hubungan yang signifikan antara pola aktivitas fisik dengan tingkat konsentrasi mahasiswa keperawatan. Semakin baik aktivitas fisik mahasiswa maka semakin baik pula tingkat konsentrasi yang dimiliki.