Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Penyuluhan Kesehatan Reproduksi pada Perempuan di Pabrik Beras Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan Lela Handayani; Ferly Oktriyedi; Rifka Zalila; Sari Octarina Piko
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 3 (2025): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v2i3.109

Abstract

Kesehatan reproduksi perempuan merupakan aspek penting yang memengaruhi kualitas hidup, produktivitas kerja, dan kesejahteraan keluarga. Pekerja perempuan di pabrik beras berisiko mengalami gangguan kesehatan reproduksi akibat beban kerja fisik, jam kerja panjang, dan keterbatasan akses informasi kesehatan. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan praktis peserta terkait kesehatan reproduksi. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, media edukasi, praktik demonstrasi, dan konsultasi individu. Peserta berjumlah ±50 orang, berpartisipasi aktif selama kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sekitar 40% berdasarkan evaluasi kuisioner, serta antusiasme tinggi dalam sesi tanya jawab dan konsultasi individu. Kegiatan ini diharapkan meningkatkan kesadaran pekerja perempuan, mengurangi risiko gangguan kesehatan reproduksi, serta mendorong pembentukan budaya perusahaan yang peduli kesehatan. Penyuluhan ini menjadi model pengabdian masyarakat yang efektif untuk memberdayakan pekerja perempuan melalui edukasi kesehatan reproduksi.
Edukasi Sehat dan Mandiri: Upaya Meningkatkan Pengetahuan Remaja Putri tentang Dismenore di SMA Pembina Palembang Lela Handayani; Ferly Oktriyedi; Rifka Zalila; Sari Octarina Piko
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v2i2.108

Abstract

Dismenore atau nyeri haid merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang paling umum dialami oleh remaja putri, terutama pada masa sekolah menengah atas (SMA). Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan edukatif partisipatif untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang penanganan dismenore secara sehat dan mandiri. Dilaksanakan pada Selasa, 27 Mei 2025 di SMA Pembina Palembang, kegiatan ini melibatkan 25 siswi kelas X dan XI. Metode yang digunakan adalah pra-eksperimen dengan desain one group pre-test and post-test untuk mengukur efektivitas edukasi. Sebelum penyuluhan, peserta mengisi pre-test berupa kuesioner pilihan ganda terkait pengertian, penyebab, gejala, dan penanganan dismenore secara non-farmakologis dan preventif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SMA Pembina pada tanggal 27 Mei 2025, dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi kesehatan tentang dismenore secara signifikan meningkatkan pengetahuan remaja putri. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dari 50,2 sebelum edukasi menjadi 79,6 setelah edukasi, serta hasil uji t berpasangan yang menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Edukasi yang diberikan dengan metode visual, diskusi kelompok, dan studi kasus terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai gejala, penyebab, dan penanganan dismenore. Oleh karena itu, kegiatan edukasi serupa disarankan untuk dilaksanakan secara berkala di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya promosi kesehatan reproduksi remaja.
Penyuluhan Kesehatan Reproduksi pada Perempuan di Pabrik Beras Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan Lela Handayani; Ferly Oktriyedi; Rifka Zalila; Sari Octarina Piko
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 3 (2025): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v2i3.109

Abstract

Kesehatan reproduksi perempuan merupakan aspek penting yang memengaruhi kualitas hidup, produktivitas kerja, dan kesejahteraan keluarga. Pekerja perempuan di pabrik beras berisiko mengalami gangguan kesehatan reproduksi akibat beban kerja fisik, jam kerja panjang, dan keterbatasan akses informasi kesehatan. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan praktis peserta terkait kesehatan reproduksi. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, media edukasi, praktik demonstrasi, dan konsultasi individu. Peserta berjumlah ±50 orang, berpartisipasi aktif selama kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sekitar 40% berdasarkan evaluasi kuisioner, serta antusiasme tinggi dalam sesi tanya jawab dan konsultasi individu. Kegiatan ini diharapkan meningkatkan kesadaran pekerja perempuan, mengurangi risiko gangguan kesehatan reproduksi, serta mendorong pembentukan budaya perusahaan yang peduli kesehatan. Penyuluhan ini menjadi model pengabdian masyarakat yang efektif untuk memberdayakan pekerja perempuan melalui edukasi kesehatan reproduksi.
TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF DALAM MENURUNKAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS: TINJAUAN STUDI KASUS Rika Saputri; Rifka Zalila
Stetoskop: The Journal Of Health Science Vol. 2 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70656/stjhs.v2i1.365

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan Data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Sumatera Selatan bahwa jumlah kasus penyakit diabetes mellitus tahun 2021 sebanyak 279.345 jiwa. Diabetes adalah kelompok penyakit metabolic yang ditandai oleh hiperglikemia akibat kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya ,salah satu terapi nonfarmakologi yang dapat diberikan pada penderita diabetes mellitus adalah terapi relaksasi otot progresif. Tujuan: untuk mengetahui penerapan terapi relaksasi otot progresif terhadap penurunan kadar gula darag pasien diabetes mellitus. Metode: jenis karya tulis ilmiah ini menggunakan metode deskritif dengan pendekatan studi kasus mengeksplorasi masalah asuhan keperawatan pada dua pasien dengan diabetes mellitus. Asuhan keperawatan dilakukan pada dua pasien yang dilakukan pada tanggal 12 s.d 16 juni 2022. Hasil: dari tindakan terapi relaksasi otot pogresif pada ny “A” dan ny “N” dengan diagnosis pertama ketidakstabilan kadar glukosa darah berhubungan dengan resistensi insulin. Hasil evaluasi pasien pertama ny”A” di dapatkan pasien mengalami penurunan menjadi GDS 160 mg/dl, sebelum dilakukan terapi relaksasi otot progresif GDS 168 mg/dldan pada pasien kedua ny “N” didapatkan GDS 180 mg/dl, sebelum dilakukan terapi relaksasi otot progresif GDS 210 mg/dl, masalah lemas dan lesu teratasi, dan intervensi dihentikan. Kesimpulan: hasil evaluasi keperawatan pada ny “A” dan ny “N” masalah teratasi intervensi dihentikan. Dapat disimpulkan bahwa terapi relaksasi otot progresif dapat menurunkan kadar glukosa pada pasien diabetes mellitus.
Edukasi Sehat dan Mandiri: Upaya Meningkatkan Pengetahuan Remaja Putri tentang Dismenore di SMA Pembina Palembang Lela Handayani; Ferly Oktriyedi; Rifka Zalila; Sari Octarina Piko
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v2i2.108

Abstract

Dismenore atau nyeri haid merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang paling umum dialami oleh remaja putri, terutama pada masa sekolah menengah atas (SMA). Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan edukatif partisipatif untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang penanganan dismenore secara sehat dan mandiri. Dilaksanakan pada Selasa, 27 Mei 2025 di SMA Pembina Palembang, kegiatan ini melibatkan 25 siswi kelas X dan XI. Metode yang digunakan adalah pra-eksperimen dengan desain one group pre-test and post-test untuk mengukur efektivitas edukasi. Sebelum penyuluhan, peserta mengisi pre-test berupa kuesioner pilihan ganda terkait pengertian, penyebab, gejala, dan penanganan dismenore secara non-farmakologis dan preventif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SMA Pembina pada tanggal 27 Mei 2025, dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi kesehatan tentang dismenore secara signifikan meningkatkan pengetahuan remaja putri. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dari 50,2 sebelum edukasi menjadi 79,6 setelah edukasi, serta hasil uji t berpasangan yang menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Edukasi yang diberikan dengan metode visual, diskusi kelompok, dan studi kasus terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai gejala, penyebab, dan penanganan dismenore. Oleh karena itu, kegiatan edukasi serupa disarankan untuk dilaksanakan secara berkala di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya promosi kesehatan reproduksi remaja.
PENERAPAN INTERVENSI PULSED LIPS BREATHING DENGAN MASALAH KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAFAS DALAM ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN ASMA BRONCHIAL Rifka Zalila; Rian Martha; Tuti Elyta; Dea Agustina
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 10, No 2: Agustus 2025 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v10i2.1420

Abstract

Latar Belakang: Asma Bronkial adalah suatu kelainan berupa inflamasi (peradangan) kronik saluran nafas yang menyebabkan hiperaktifitas bronkus sehingga menyebabkan gejala episodic berulang berupa mengi, sesak nafas, rasa berat di dada dan batuk terutama malam atau dini hari. Tujuan: Mengevaluasi efektivitas teknik pursed lips breathing dalam meningkatkan kebersihan jalan napas pada pasien dengan asma. Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan studi kasus untuk mengeksplorasi masalah asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pada pasien asma bronchial dengan masalah ketidakefektifan jalan nafas, penelitian dilakukan pada 2 pasien yang dilaksanakan tanggal 11-13 Juni 2024 di Rawat Inap Januraga 1 Rumah Sakit Bhayangkara M.Hasan Palembang. Hasil: Hasil Asuhan Keperawatan pada Ny “S” dan Tn”M” dengan  diagnosa keperawatan ketidakefektifan jalan napas, sebelum dilakukan tindakan pulsed lips breathing  kedua pasien mengalami keluhan yang sama yaitu batuk-batuk, sulit bernafas dan sulit  mengeluarkan dahak. Evaluasi didapatkan setelah dilakukan tindakan pulsed lips breathing selama 3 hari baik Ny “S” dan Tn”M” sudah bisa mengeluarkan sputum dan tidak merasa sesak lagi. Saran: Tenaga kesehatan agar dapat menggunakan penerapan ini dengan lebih maksimal sehingga efek yang dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Standar Asuhan Keperawatan (SAK) dalam mengatasi pasien dengan gangguan asma bronchial dapat teratasi dengan sangat baik sehingga derajat kesehatan pasien menjadi meningkat. Kata Kunci: Teknik Pulsed Lips Breathing, Ketidakefektifan bersihan jalan nafas, Asma bronchial
Peran Keluarga dan Sekolah dalam Pembentukan Perilaku Reproduksi Sehat Lela Handayani; Ferly Oktriyedi; Rifka Zalila
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/p670bk66

Abstract

Perilaku reproduksi sehat pada remaja merupakan isu krusial dalam pembangunan kesehatan masyarakat karena berkaitan dengan pencegahan kehamilan tidak diinginkan, infeksi menular seksual, serta pembentukan relasi yang sehat dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keluarga dan sekolah dalam pembentukan perilaku reproduksi sehat melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Proses penelusuran literatur dilakukan pada database Scopus, PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan kriteria inklusi artikel peer-reviewed yang terbit dalam 10–15 tahun terakhir dan berfokus pada remaja usia 10–19 tahun. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola temuan dominan. Hasil sintesis menunjukkan bahwa keluarga berperan signifikan melalui komunikasi orang tua–remaja yang terbuka, suportif, dan konsisten, serta melalui pengawasan (parental monitoring) yang hangat dan responsif. Faktor-faktor tersebut terbukti berkorelasi dengan penundaan inisiasi seksual dan penurunan perilaku seksual berisiko. Di sisi lain, sekolah berkontribusi melalui implementasi Comprehensive Sexuality Education (CSE) yang meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap positif terhadap relasi sehat, serta memperkuat keterampilan pengambilan keputusan dan pencegahan risiko. Temuan paling konsisten menunjukkan bahwa sinergi antara keluarga dan sekolah menghasilkan dampak protektif yang lebih kuat dibandingkan intervensi tunggal. Dengan demikian, pembentukan perilaku reproduksi sehat pada remaja memerlukan pendekatan kolaboratif berbasis keluarga–sekolah yang terintegrasi, melalui peningkatan literasi orang tua, penguatan kompetensi pendidik, serta implementasi pendidikan seksualitas yang komprehensif dan ramah remaja.
HUBUNGAN POLA AKTIVITAS FISIK DENGAN TINGKAT KONSENTRASI MAHASISWA KEPERAWATAN STIKES PEMBINA PALEMBANG Rifka Zalila; Sari Octarina Piko; Hernatati; Rika Saputri
Stetoskop: The Journal Of Health Science Vol. 3 No. 1 (2026): JUNE 2026
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70656/stjhs.v3i1.718

Abstract

Latar Belakang : Aktivitas fisik merupakan setiap gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka yang membutuhkan pengeluaran energi. Aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur diketahui dapat meningkatkan kesehatan fisik, kesehatan mental, serta fungsi kognitif seseorang, termasuk kemampuan konsentrasi. Mahasiswa keperawatan memiliki tuntutan akademik yang tinggi sehingga membutuhkan kemampuan konsentrasi yang optimal selama proses pembelajaran dan praktik klinik. Aktivitas fisik yang kurang dapat menyebabkan penurunan kebugaran tubuh yang berdampak pada menurunnya kemampuan konsentrasi dan prestasi akademik. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola aktivitas fisik dengan tingkat konsentrasi mahasiswa keperawatan. Metode : Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 100 mahasiswa keperawatan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), sedangkan tingkat konsentrasi diukur menggunakan Concentration Grid Test. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi α = 0,05 . Hasil : Sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik kategori sedang (52%) dan tingkat konsentrasi kategori baik (48%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p-value = 0,001 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,465 yang menunjukkan adanya hubungan positif sedang antara aktivitas fisik dan tingkat konsentrasi mahasiswa. Kesimpulan :Terdapat hubungan yang signifikan antara pola aktivitas fisik dengan tingkat konsentrasi mahasiswa keperawatan. Semakin baik aktivitas fisik mahasiswa maka semakin baik pula tingkat konsentrasi yang dimiliki.