Mohammad Irfan
STKIP Modern Ngawi

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

The relationship of physical literacy, physical activity, physical fitness to the psychological well-being of students Mohammad Irfan
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 7 No 2 (2023): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v7i2.7582

Abstract

Psychological towards students is an important component in the process of character education for children, especially in terms of Physical Literacy, Physical Activity, and Physical Fitness. The purpose of this study was to determine the relationship between physical literacy, physical activity, and physical fitness on psychological well-being in students aged 16-18 years. The population and sample involved in the study were 129 subjects. The significance values of 0.000 and 0.000 and 0.860 respectively can be said that there is a significant relationship with physical literacy, physical activity, physical fitness to psychological well-being in students. A person chooses a sport based on knowledge and understanding of the sport he chooses. The level of need of students in receiving physical literacy, physical activity, and physical fitness is an important part in maximizing student motor. In addition to improving motor movements of students, physical literacy, physical activity and physical fitness can provide students with a better lifestyle.
Pengaruh Latihan Ankle Weight Dan Resistance Band: Peninjauan Terhadap Kecepatan Tendangan Sabit Pada Atlet Pencak Silat Mufti Ali; Mohammad Irfan; Kartika Septianingrum
Jurnal Ilmiah STOK Bina Guna Medan Vol 14 No 2 (2026): JURNAL ILMIAH STOK BINA GUNA MEDAN (IN-PRESS)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jsbg.v14i2.6081

Abstract

Kecepatan tendangan sabit merupakan salah satu komponen penentu keberhasilan atlet pencak silat dalam memperoleh poin maupun melakukan serangan efektif saat pertandingan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pengaruh latihan ankle weight terhadap kecepatan tending sabit atlet pencak silat SMAN 2 Lamongan, 2) Mengetahui pengaruh latihan Resistance band terhadap kecepatan tendangan sabit atlet pencak silat SMAN 2 Lamongan, 3) Mengetahui apakah terdapat perbedaan pengaruh antara latihan Ankle Weight dan Resistance Band terhadap kecepatan tendangan sabit atlet pencak silat SMAN 2 Lamongan. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experiment) tipe pretest-posttest two group design. Populasi pada penelitian ini berjumlah 10 Atlet dan dasar pengambilan sampel menggunakan teknik Total sampling, sehingga sampel pada penelitian ini berjumlah 12 atlet. Instrumen tes yang digunakan dalam penelitian ialah tes kecepatan tendangan yang memiliki nilai validitas sebesar 0.877 dan reliabilitas sebesar 0.746. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode pretest dan posttest two group desaign serta analisis data menggunakan analisis deskriptif uji prasyarat dan Uji t dengan perhitungan menggunakan aplikasi SPSS IBM versi 29. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Terdapat pengaruh pada latihan ankle weight terhadap kecepatan tendangan sabit dengan nilai Mean Gain sebesar 10,17. 2) Terdapat pengaruh pada latihan resistance band terhadap kecepatan tendangan sabit dengan nilai Mean Gain sebesar 10,67. 3) Tidak ada perbedaan yang signifikan pada latihan ankle weight dan resistance band dengan selisih Mean Difference sebesar 50 dan taraf signifikansi sebesar 0.000. Berdasarkan dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwasannya kedua metode latihan terbukti memberikan pengaruh signifikan terhadap kecepatan tendangan sabit
SURVEI DUKUNGAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI ATLET RENANG DI PANGERAN TIMOER SWIMMING CLUB Andhika Yusuf Pratama; Mohammad Irfan; Yusuf Panjiantariksa
Jurnal Ilmiah Spirit Vol 26 No 2 (2026): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v26i2.6716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dukungan orang tua terhadap prestasi atlet renang di Pangeran Timoer Swimming Club. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 18 atlet renang berprestasi yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan angket dukungan orang tua yang terdiri atas empat indikator, yaitu dukungan emosional, informasional, instrumental, dan penghargaan. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket dengan skala Likert empat tingkat. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif meliputi mean, standar deviasi, frekuensi, dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat dukungan orang tua terhadap prestasi atlet renang secara umum berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata sebesar 78,4. Distribusi kategori menunjukkan bahwa 16,67% responden berada pada kategori sangat baik, 55,56% kategori baik, dan 27,78% kategori cukup. Dukungan instrumental menjadi indikator yang paling dominan, sedangkan dukungan informasional memiliki persentase yang relatif lebih rendah dibandingkan indikator lainnya. Temuan tersebut menunjukkan bahwa orang tua lebih banyak memberikan dukungan dalam bentuk fasilitas, biaya, dan pendampingan latihan dibandingkan pemberian arahan atau informasi terkait pengembangan prestasi olahraga anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dukungan orang tua memiliki peran penting dalam menunjang proses pembinaan dan pencapaian prestasi atlet renang usia remaja. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kolaborasi antara orang tua, pelatih, dan klub olahraga untuk menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih suportif dan efektif bagi perkembangan atlet.
PROFIL KEBUGARAN JASMANI PESERTA DIDIK KELAS VI BERDASARKAN TES KEBUGARAAN PELAJAR NUSANTARA (TKPN) MELALUI APLIKASI INDONESIA BUGAR DI SDN SUMBERBENING 1 Tommy Irvan Saputro; Mohammad Irfan; Yusuf Panjiantariksa
Jurnal Ilmiah Spirit Vol 26 No 2 (2026): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v26i2.6728

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebugaran fisik siswa kelas enam di SDN Sumberbening 1 pada tahun ajaran 2025/2026 menggunakan Tes Kebugaran Pelajar Nusantara (TKPN) yang didukung oleh aplikasi digital Indonesia Bugar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Sampel terdiri dari 14 siswa yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel total. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Tes Kebugaran Pelajar Nusantara (TKPN), yang meliputi Body Mass Index (BMI), PACER, V Sit and Reach, Sit Up, dan tes Squat Thrust. Pengumpulan data dilakukan melalui tes dan pengukuran kebugaran fisik langsung, dengan pencatatan hasil dibantu oleh aplikasi Indonesia Bugar. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dalam bentuk frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebugaran fisik siswa secara keseluruhan dikategorikan sangat buruk. Sebanyak 64,3% siswa berada dalam kategori sangat buruk, 14,3% dalam kategori buruk, 7,1% dalam kategori baik, dan 14,3% dalam kategori sangat baik. Pada komponen PACER, sebagian besar siswa diklasifikasikan dalam kategori sangat rendah, sedangkan hasil Sit Up dan Squat Thrust menunjukkan bahwa kekuatan dan daya tahan otot siswa masih rendah. Sementara itu, tes V Sit and Reach menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki fleksibilitas yang sangat baik. Hasil BMI menunjukkan bahwa mayoritas siswa berada dalam kategori normal. Studi ini menyimpulkan bahwa tingkat kebugaran fisik siswa kelas enam di SDN Sumberbening 1 masih relatif rendah, khususnya pada komponen daya tahan kardiorespirasi dan kekuatan otot. Penggunaan aplikasi Indonesia Bugar dalam pelaksanaan TKPN membantu meningkatkan efektivitas dan pengelolaan sistematis pencatatan dan pengolahan data kebugaran fisik siswa. Oleh karena itu, peningkatan aktivitas fisik, penerapan kebiasaan olahraga teratur, dan promosi gaya hidup sehat diperlukan untuk meningkatkan kebugaran fisik siswa.
PROFIL KONDISI FISIK ATLET RENANG USIA REMAJA BERDASARKAN STANDAR KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA DI PANGERAN TIMOER SWIMMING KLUB Syaifulloh Wisang Wibisono; Fantas Setyadi; Mohammad Irfan
Jurnal Ilmiah Spirit Vol 26 No 2 (2026): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v26i2.6740

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil kondisi fisik atlet renang usia remaja berdasarkan Parameter Tes Fisik Nasional di Pangeran Timoer Swimming Club. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 8 atlet renang usia remaja yang ditentukan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan Parameter Tes Fisik Nasional yang meliputi start reaction time, sit and reach test, shoulder mobility test, pull up test, core stability test, standing broad jump test, dan aerobic swim VO?max test. Pengumpulan data dilakukan melalui tes dan pengukuran langsung terhadap kondisi fisik atlet. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan start reaction time didominasi kategori cukup (37,5%), sit and reach didominasi kategori sangat baik (75,0%), shoulder mobility didominasi kategori kurang (75,0%), pull up didominasi kategori kurang sekali (100%), core stability didominasi kategori cukup (62,5%), standing broad jump didominasi kategori cukup (75,0%), dan aerobic swim VO?max didominasi kategori kurang sekali (100%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa kelentukan merupakan komponen kondisi fisik terbaik yang dimiliki atlet, sedangkan mobilitas bahu, kekuatan dan daya tahan otot lengan, serta daya tahan aerobik masih memerlukan peningkatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa profil kondisi fisik atlet renang usia remaja di Pangeran Timoer Swimming Club masih bervariasi pada setiap komponen kondisi fisik. Oleh karena itu, diperlukan program latihan yang lebih terarah untuk meningkatkan komponen kondisi fisik yang masih berada pada kategori kurang dan kurang sekali sehingga dapat mendukung peningkatan performa dan prestasi atlet renang.
ANALISIS KESADARAN KESEHATAN, MINAT, DAN HAMBATAN TERHADAP PARTISIPASI SENAM KESEHATAN JASMANI PADA MASYARAKAT DESA SIDOLAJU KABUPATEN NGAWI Vitto Andika Putra; Fantas Setyadi; Mohammad Irfan
Jurnal Ilmiah Spirit Vol 26 No 2 (2026): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v26i2.6741

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran kesehatan, minat, hambatan, serta hubungan antar variabel dalam partisipasi senam kesehatan jasmani pada masyarakat DESA Sidolaju Kabupaten Ngawi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Sampel penelitian berjumlah 50 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala likert yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif, uji normalitas, dan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran kesehatan berada pada kategori cukup baik (mean = 39.20), minat berada pada kategori sedang (mean = 35.46), dan hambatan berada pada kategori cukup tinggi (mean = 38.00). Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kesadaran kesehatan, minat, dan hambatan terhadap partisipasi senam kesehatan jasmani. Temuan ini mengidentifikasikan bahwa partisipasi masyarakat dalam aktivitas fisik tidak hanya dipengaruhi oelh faktor individu, tetapi juga faktor sosial dan lingkungan.
SURVEI KETERSEDIAAN DAN KELAYAKAN SARANA PRASARANA OLAHRAGA DALAM MENDUKUNG PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR NEGERI SE-KECAMATAN MANTINGAN Habib Khoirul Lutfi; Mohammad Irfan; Neysha Sarita Wili
Jurnal Ilmiah Spirit Vol 26 No 2 (2026): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v26i2.6790

Abstract

Ketersediaan sarana dan prasarana merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung efektivitas pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat ketersediaan dan kelayakan sarana-prasarana PJOK pada Sekolah Dasar Negeri se-Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 17 sekolah yang ditentukan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi dengan instrumen lembar observasi sebanyak 63 item, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketersediaan sarana-prasarana PJOK secara keseluruhan sebesar 19,33% dan berada pada kategori sangat kurang. Ketersediaan sarana PJOK tercatat sebesar 16,14%, prasarana perkakas 9,80%, dan prasarana fasilitas 38,73%. Sebaliknya, kondisi fasilitas yang menunjukkan tingkat kelayakan yang sangat baik dengan persentase keseluruhan sebesar 95,74%, yang terdiri atas sarana PJOK 95,63%, prasarana perkakas 90,00%, dan prasarana fasilitas 100,00%. Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara rendahnya ketersediaan fasilitas dan tinggi kelayakan fasilitas yang telah dimiliki sekolah. Dengan demikian permasalahan utama pembelajaran PJOK di sekolah dasar di wilayah penelitian bukan terletak pada kondisi fasilitas, melainkan pada keterbatasan jumlah dan kelengkapan sarana-prasarana. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pengadaan dan pemerataan sarana-prasarana PJOK secara berkelanjutan agar pelaksanaan pembelajaran dapat berlangsung lebih optimal sesuai standar pendidikan.