Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Sludge Kelapa Sawit dan Pupuk NPK Organik terhadap Produksi serta Kandungan Minyak Atsiri Tanaman Jahe Merah (Zingiber officinale Rosc.) Linda Linda; Mardaleni Mardaleni
Jurnal Agroteknologi Agribisnis dan Akuakultur Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Agroteknologi Agribisnis dan Akuakultur Edisi Januari 2023
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jaaa.v3i1.12274

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi maupun pengaruh utama sludge kelapa sawit dan pupuk NPK organik terhadap produksi serta kandungan minyak atsiri tanaman jahe merah. Penelitian telah dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau, Jalan Kaharudin Nasution KM 11, Kota Pekanbaru. Penelitian dilaksanakan selama 5 bulan dari bulan November 2020 - Maret 2021. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh interaksi sludge kelapa sawit dan Pupuk NPK organik terhadap produksi serta kandungan minyak atsiri Jahe Merah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 Faktor. Faktor pertama adalah Dosis Sludge Kelapa Sawit (S) terdiri dari 4 taraf yaitu: 0, 90, 180 dan 270 g/tanaman, sedangkan faktor kedua adalah berbagai dosis pupuk NPK (N) yang terdiri 4 taraf yaitu 0, 1,8, 3,6 dan 5,4 g/tanaman. Terdapat 16 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan, maka terdapat 48 satuan percobaan. Tiap satuan unit terdiri dari 6 tanaman, dan 2 diantaranya dijadikan tanaman sampel, sehingga jumlah keseluruhan sebanyak 288 tanaman. Parameter pengamatan yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan per rumpun, berat rimpang basah per rumpun, berat rimpang kering per rumpun, indeks panen, rendemen minyak atsiri dan penentuan kualitas minyak atsiri. Hasil pengamatan dari masing-masing perlakuan dianalisis secara statistik. Jika F hitung lebih besar dari F tabel, maka dilanjutkan dengan Uji Lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian diperoleh bahwa pengaruh interaksi sludge kelapa sawit dan NPK Organik nyata terhadap semua parameter pertumbuhan dan hasil. Perlakuan terbaik dosis sludge kelapa sawit 270 g/tanaman dan NPK Organik 5,4 g/tanaman. Pengaruh utama sludge kelapa sawit nyata terhadap semua parameter pengamatan. Perlakuan terbaik dosis 270 g/tanaman. Pengaruh utama NPK Organik nyata terhadap semua parameter pengamatan. Perlakuan terbaik dosis NPK Organik 5,4 g/tanaman. Kualitas minyak astsiri lebih baik pada perlakuan kontrol dibandingkan dengan pemberian sludge 270 g/plot dan NPK Organik 5,4 g/tanaman.
Critical Thinking Skills in Biology Learning: A Gender-Based Comparative Study among High School Students in Indonesia Sepita Ferazona; Nurkhairo Hidayati; Suryanti Suryanti; Linda Linda; Amelia Swastika; Nilofar Mulla; Muh. Azhar Kholidi
AMPLITUDO : Journal of Science and Technology Innovation Vol. 5 No. 2 (2026): August
Publisher : Balai Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56566/amplitudo.v5i2.759

Abstract

Critical thinking skills are essential competencies in 21st-century biology learning because they enable students to analyze, evaluate, and interpret scientific evidence. This study aimed to analyze students’ critical thinking skills in biology learning based on gender and school differences. Quantitative comparative design was employed using a critical thinking skills test covering the indicators of interpretation, analysis, inference, evaluation, and explanation. The data were analyzed using descriptive statistics and a two-way ANOVA to examine the effects of gender, school, and their interaction. The results showed that students’ critical thinking skills were generally in the moderate category, with lower achievement in the inference and evaluation indicators, indicating that students still experienced difficulties in drawing evidence-based conclusions and critically evaluating biological information. The two-way ANOVA results revealed that both gender (F = 28.54, p < 0.001, Partial η² = 0.06) and school (F = 4.21, p = 0.02, Partial η² = 0.02) had significant effects on students’ critical thinking skills, whereas the interaction between gender and school was not significant (p = 0.69). Gender showed a stronger influence than school, as indicated by its higher F-value and larger effect size. These findings indicate that both individual characteristics and learning environments contribute to students’ critical thinking skills, although gender accounted for a greater proportion of the explained variance. Therefore, biology instruction should incorporate active and contextual learning strategies that accommodate learner diversity while fostering higher-order thinking and scientific reasoning