Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

THE URGENCY OF DEVELOPING SOCIAL LEARNING BASED ON LOCAL WISDOM Made Ayu Anggreni; Wahyuni H.Mailili, Siti Hadija Alaydrus, Windra; Risnawati Yusuf
International Journal of Teaching and Learning Vol. 1 No. 11 (2024): International Journal of Teaching and Learning (INJOTEL)
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This literature review aims to describe the urgency of developing social studies learning based on local wisdom. Teachers can develop contextual learning by conducting learning based on local wisdom around students. Teachers can integrate social studies material with local wisdom so that students are interested and can understand the material well so that student learning outcomes are maximized. The use of local wisdom in social studies learning is a culture-based learning dimension that utilizes various forms of culture that are rich in social and cultural values. The values contained in local wisdom can be used as one of the social studies learning resources, with the hope that it can provide concrete learning experiences to students and learning will be meaningful. The values in local wisdom can be implemented in social studies learning, whether it is affective learning, namely related to character values, or cognitive learning, namely related to science. Through social studies learning that is oriented towards local wisdom, we can become a shield against the flow of globalization.
THE EFFECTIVENESS OF MULTIMEDIA-BASED INQUIRY LEARNING MODELS IN ELEMENTARY SCHOOL LEARNING Risnawati Yusuf; Sri Ayulinansyah
International Journal of Teaching and Learning Vol. 2 No. 3 (2024): International Journal of Teaching and Learning (INJOTEL)
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Inquiry Learning Model is a problem-based learning or investigation carried out by searching for truth or knowledge that requires critical, creative thinking and the ability to use intuition. Inquiry learning is a learning pattern to help students learn to formulate problems and test their own opinions and have awareness of their abilities. Learning begins with posing a problem and question. Students are required to think logically, analytically and critically in searching for, investigating and finding answers to the problems in question. The effectiveness of the inquiry learning model cannot be separated from the active role of students in the learning process. The learning material is not provided directly, but the role of students in this model is to search and find the learning material themselves, while the teacher acts as a facilitator and guide for students to learn. There are five stages taken in carrying out inquiry learning, namely: a) formulating problems to be solved by students; b) determine a temporary answer or better known as a hypothesis or problem; c) look for information, data and facts needed to answer hypotheses or problems; d) draw conclusions or generalizations; and e) draw conclusions.
Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning Berbasis STEAM Terhadap Kreativitas Seni Siswa Desy Desiana Harun; I Wayan Sudana; Risnawati Yusuf
Jambura Journal of Community Empowerment Volume 7 No. 1: Juni 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jjce.v7i1.4646

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) berbasis STEAM terhadap kreativitas seni siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Wonosari, Kabupaten Boalemo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen dan desain Non-Equivalent Control Group Design. Subjek penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menerapkan PjBL berbasis STEAM dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes kreativitas yang mengacu pada empat indikator kreativitas, yaitu fluency, flexibility, originality, dan elaboration, yang diberikan melalui pretest dan posttest. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan Independent Sample t-Test dengan bantuan SPSS Statistics 26. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kreativitas seni pada kedua kelas, namun peningkatan pada kelas eksperimen lebih signifikan. Hasil data posttest diperoleh rata-rata nilai kreativitas seni siswa kelas kontrol yakni 57,93 sedangkan kelas eksperimen mencapai 75,75. Selain itu, nilai signifikansi pada uji Independent Sample t-Test sebesar 0,000 < 0,05, sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Project Based Learning berbasis STEAM berpengaruh signifikan terhadap kreativitas seni siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Wonosari.
Pendampingan UMKM Dalam Pengelolaan SDM Berbasis Kompetensi Untuk Meningkatkan Produktivitas Kerja: Penelitian Muh. Nur; Zarina; Risnawati Yusuf; A. Muid Fabanyo; Suharti
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4948

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pendampingan UMKM dalam penerapan pengelolaan sumber daya manusia berbasis kompetensi serta dampaknya terhadap peningkatan produktivitas kerja UMKM. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi tahap identifikasi dan analisis kebutuhan UMKM, perumusan standar kompetensi SDM UMKM, penyusunan program, pelaksanaan pendampingan dan pelatihan, implementasi, monitoring dan evaluasi, serta tindak lanjut dan penguatan keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan bhawa pendampingan UMKM dalam pengelolaan sumber daya manusia berbasis kompetensi menunjukkan hasil yang positif terhadap peningkatan produktivitas kerja. Penerapan pengelolaan SDM yang terencana dan sistematis mampu memperbaiki proses kerja melalui penyesuaian penugasan tenaga kerja sesuai kompetensi serta kejelasan standar kerja. Peningkatan produktivitas tercermin dari efisiensi waktu kerja, peningkatan jumlah output, dan perbaikan kualitas produk atau layanan. Optimalisasi pemanfaatan sumber daya manusia juga mendorong UMKM menjadi lebih responsif terhadap permintaan pasar dan meningkatkan kinerja usaha secara keseluruhan. Dengan demikian, pengelolaan SDM berbasis kompetensi terbukti efektif sebagai strategi untuk meningkatkan produktivitas, daya saing, dan keberlanjutan UMKM.
Sumber Belajar Berbasis Cetak dalam Membantu Siswa SMP Mengembangkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Analitis Risnawati Yusuf; Windra Windra; Firdha Salsabila; Risna Risna
Jambura Journal of Community Empowerment Volume 7 No. 1: Juni 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jjce.v7i1.5140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana sumber belajar berbasis cetak dapat membantu siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan analitis di tengah derasnya arus informasi digital. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan lokasi penelitian di SMP 10 Palu. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber belajar berbasis cetak masih menjadi media utama dalam proses pembelajaran di SMP 10 Palu. Guru menerapkan kebijakan pengumpulan handphone selama jam pelajaran untuk meminimalisasi distraksi digital dan mendorong siswa lebih fokus membaca serta memahami materi dari buku teks. Aktivitas membaca, diskusi literasi, dan proyek berbasis buku terbukti meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan analitis siswa. Selain itu, keberadaan perpustakaan sekolah menjadi faktor pendukung penting dalam membangun budaya literasi dan minat baca. Meskipun media cetak memiliki keterbatasan seperti informasi yang kadang tidak mutakhir dan biaya pengadaan yang relatif tinggi, penggunaannya tetap relevan dalam membentuk karakter belajar yang tekun, fokus, dan reflektif. Temuan ini menegaskan bahwa di era digital, sumber belajar berbasis cetak masih memiliki peran strategis dalam pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills) pada peserta didik.
Analisis Efektivitas Media Belajar Cetak Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP Risnawati Yusuf
Jambura: Jurnal Seni dan Desain Vol 6, No 1 (2026): MARET
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjsd.v6i1.41714

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana sumber belajar berbasis cetak dapat membantu siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP N 7 Kota Gorontalo) dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan analitis di tengah derasnya arus informasi digital. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan lokasi penelitian di SMP N 7 Kota Gorontalo. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber belajar berbasis cetak masih menjadi media utama dalam proses pembelajaran di SMP N 7 Kota Gorontalo. Guru menerapkan kebijakan pengumpulan handphone selama jam pelajaran untuk meminimalisasi distraksi digital dan mendorong siswa lebih fokus membaca serta memahami materi dari buku teks. Aktivitas membaca, diskusi literasi, dan proyek berbasis buku terbukti meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan analitis siswa. Selain itu, keberadaan perpustakaan sekolah menjadi faktor pendukung penting dalam membangun budaya literasi dan minat baca. Meskipun media cetak memiliki keterbatasan seperti informasi yang kadang tidak mutakhir dan biaya pengadaan yang relatif tinggi, penggunaannya tetap relevan dalam membentuk karakter belajar yang tekun, fokus, dan reflektif. Temuan ini menegaskan bahwa di era digital, sumber belajar berbasis cetak masih memiliki peran strategis dalam pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills) pada peserta didik.Kata kunci: sumber belajar cetak, berpikir kritis, berpikir analitis, literasi, pembelajaran SMP