Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penerapan Konseling Kelompok dengan Teknik Bimbingan dan Katarsis Emosi untuk Mengatasi Masalah Regulasi Diri pada Kelompok Warga Binaan dengan Perilaku Antisosial di Panti Sosial Bina Karya Harapan Jaya Cipayung Abiel Matthew Budiyanto; Destrinda Haya Atiqah; Ratri Eka Yuniarsih; Rilla Sovitriana
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Februari - Maret 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i2.7692

Abstract

Perilaku antisosial merupakan masalah psikososial yang berkaitan erat dengan kegagalan regulasi diri, seperti ketidakmampuan mengendalikan emosi, pikiran, dan tindakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan konseling kelompok dengan teknik bimbingan dan katarsis emosi dalam mengatasi masalah regulasi diri pada warga binaan dengan perilaku antisosial di Panti Sosial Bina Karya Harapan Jaya Cipayung. Metode yang digunakan adalah intervensi psikologis melalui terapi suportif selama sepuluh sesi, dengan subjek lima warga binaan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, tes psikologi (WBIS dan Wartegg), serta skala regulasi diri. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan regulasi diri yang signifikan, ditandai dengan kenaikan skor rata-rata sebesar 42% dan perubahan kategori regulasi diri dari sedang menjadi tinggi dan sangat tinggi. Kesimpulannya, konseling kelompok dengan teknik bimbingan dan katarsis emosi efektif dalam meningkatkan regulasi diri serta mengurangi kecenderungan perilaku antisosial pada warga binaan.
Comparison of Quiet Quitting between Generation Z and Millennials among Indonesian Civil Servants Fitria Anggraeni; Wisnu Yahdhiman Wiweka; Rukeni Rukeni; Rilla Sovitriana
Siber Nusantara of Education and Sport Review Vol. 2 No. 2 (2026): Siber Nusantara of Education and Sport Review (April - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/snesr.v2i2.880

Abstract

The phenomenon of quiet quitting has increasingly attracted attention in the study of work behavior, including in the public sector. This study aims to identify the level of quiet quitting among Indonesia’s State Civil Apparatus (Aparatur Sipil Negara/ASN) and to compare its tendency between Generation Z and Millennials. This study employed a quantitative approach using a survey method involving 447 ASN employees from various government institutions in Indonesia. The sample was selected using non-probability sampling techniques, specifically convenience sampling and snowball sampling. The instrument used was the Quiet Quitting Scale developed by Manullang et al. (2025), and the data were analyzed using descriptive statistics and an independent samples t-test. The results showed that quiet quitting among ASN employees was at a moderate to moderately high level, with a mean total score of 185.60. In the comparative analysis, Generation Z showed a higher mean quiet quitting score (M = 191.14) than Millennials (M = 185.05). The results of the difference test indicated a significant difference between the two generational groups (p = 0.013), with a small to medium effect size (Cohen’s d = 0.336). Overall, the most prominent dimensions were work-life balance and digital impact, suggesting that quiet quitting among ASN employees more strongly reflects an adaptive strategy in response to work demands, the need to maintain personal life balance, and changes in work patterns due to digitalization. These findings confirm that quiet quitting among Indonesian ASN employees is a real phenomenon occurring across generations, with a stronger tendency among Generation Z.
Analisis Kualitatif Penerapan Piramida Belajar William Shellenberger dalam Mendukung Kesiapan Belajar Siswa di Sekolah Alam Kampung Sawah Depok Yuli Pinasthi; Sutan Pandapotan Lubis; Enghel Suciita Septeriani; Rilla Sovitriana
Siber Nusantara of Education and Sport Review Vol. 2 No. 2 (2026): Siber Nusantara of Education and Sport Review (April - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/snesr.v2i2.892

Abstract

Kesiapan belajar merupakan fondasi penting yang memengaruhi kemampuan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Piramida Belajar William Shellenberger dalam mendukung kesiapan belajar siswa di Sekolah Alam Kampung Sawah Depok. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek tiga orang guru yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memandang kesiapan belajar sebagai kondisi yang mencakup aspek fisik, emosional, perhatian, dan regulasi diri. Pembelajaran berbasis alam memberikan berbagai stimulasi sensorik melalui aktivitas fisik, eksplorasi lingkungan, permainan motorik, dan interaksi langsung dengan alam. Aktivitas tersebut berkontribusi terhadap peningkatan fokus, pengendalian emosi, kemampuan mengikuti instruksi, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Lingkungan alam juga memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna sehingga meningkatkan kesiapan belajar siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan Piramida Belajar William Shellenberger dalam pembelajaran berbasis alam mendukung kesiapan belajar siswa secara holistik melalui penguatan fondasi sensorik dan sensori-motorik.
The Influence of Psychological Capital on Work Engagement among Nurses in Hospital Rosidah Rosidah; Olic Az Zahrawani; Salsabila Azzahra; Rilla Sovitriana
Siber Nusantara of Education and Sport Review Vol. 2 No. 2 (2026): Siber Nusantara of Education and Sport Review (April - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/snesr.v2i2.1130

Abstract

Nurses in intensive care units often face high psychological and emotional demands that can affect their level of engagement at work. This study aimed to examine the effect of Psychological Capital (PsyCap) on Work Engagement among pediatric intensive care nurses in Indonesia, using the Job Demands–Resources (JD-R) framework. The study focused on PsyCap as a personal resource consisting of self-efficacy, hope, optimism, and resilience. A quantitative cross-sectional design was conducted with 36 nurses working in the Pediatric Intensive Care Unit of a hospital in Jakarta. Data were collected using the Psychological Capital Questionnaire (PCQ-24) and the Utrecht Work Engagement Scale (UWES-17) and analyzed through simple linear regression. The results showed that PsyCap significantly predicted Work Engagement (β = .651, p < .001), explaining 42.4% of the variance (R² = .424). Nurses with higher self-efficacy, hope, optimism, and resilience tended to demonstrate greater vigor, dedication, and absorption in their work. This relationship remained evident despite adequate staffing conditions. The findings highlight the importance of Psychological Capital as a personal resource that supports sustainable work engagement. Healthcare organizations should therefore strengthen nurses' PsyCap through training, coaching, mentoring, and supportive workplace practices to promote well-being, retention, and quality of patient care.
Memaknai Blind Box: Studi Kualitatif tentang Pengalaman Konsumen dalam Pembelian Produk Koleksi Adhelia Puspaningtyas; Mutiara Safitra; Putri Mentari Sitohang; Rilla Sovitriana
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (Juli - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jsmd.v4i2.1205

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman dan makna psikologis konsumen muda dalam membeli produk blind box. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis tematik refleksif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap lima partisipan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil analisis menunjukkan empat tema utama, yaitu (1) pengalaman kejutan dan ketidakpastian, (2) kesenangan dan pemenuhan diri, (3) pengaruh sosial dan media digital, serta (4) dinamika antara dorongan membeli dan kontrol diri. Ketidakpastian mengenai isi blind box memunculkan rasa penasaran dan antisipasi yang direspons dengan strategi koping berbeda-beda antar individu. Blind box juga dimaknai sebagai sumber hiburan, self-reward, dan pemenuhan diri, dengan variasi fungsi mulai dari kemandirian finansial hingga motif ekonomi bagi partisipan yang berperan ganda sebagai reseller. Media sosial, tren unboxing, dan lingkungan pertemanan turut membentuk ketertarikan awal terhadap blind box, sementara pola pembelian bergerak pada kontinum dari yang paling terencana dan terkendali hingga yang paling impulsif. Temuan ini menegaskan bahwa pembelian blind box merupakan pengalaman konsumsi multidimensional yang melibatkan interaksi antara aspek emosional, personal, sosial, dan regulasi diri, serta memberikan dasar bagi pengembangan kerangka teoritis konsumsi blind box yang lebih kontekstual.