Rilla Sovitriana
Universitas Persada Indonesia Y.A.I, Jakarta, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Konseling Kelompok dengan Teknik Bimbingan dan Katarsis Emosi untuk Mengatasi Masalah Regulasi Diri pada Kelompok Warga Binaan dengan Perilaku Antisosial di Panti Sosial Bina Karya Harapan Jaya Cipayung Abiel Matthew Budiyanto; Destrinda Haya Atiqah; Ratri Eka Yuniarsih; Rilla Sovitriana
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Februari - Maret 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i2.7692

Abstract

Perilaku antisosial merupakan masalah psikososial yang berkaitan erat dengan kegagalan regulasi diri, seperti ketidakmampuan mengendalikan emosi, pikiran, dan tindakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan konseling kelompok dengan teknik bimbingan dan katarsis emosi dalam mengatasi masalah regulasi diri pada warga binaan dengan perilaku antisosial di Panti Sosial Bina Karya Harapan Jaya Cipayung. Metode yang digunakan adalah intervensi psikologis melalui terapi suportif selama sepuluh sesi, dengan subjek lima warga binaan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, tes psikologi (WBIS dan Wartegg), serta skala regulasi diri. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan regulasi diri yang signifikan, ditandai dengan kenaikan skor rata-rata sebesar 42% dan perubahan kategori regulasi diri dari sedang menjadi tinggi dan sangat tinggi. Kesimpulannya, konseling kelompok dengan teknik bimbingan dan katarsis emosi efektif dalam meningkatkan regulasi diri serta mengurangi kecenderungan perilaku antisosial pada warga binaan.
Comparison of Quiet Quitting between Generation Z and Millennials among Indonesian Civil Servants Fitria Anggraeni; Wisnu Yahdhiman Wiweka; Rukeni Rukeni; Rilla Sovitriana
Siber Nusantara of Education and Sport Review Vol. 2 No. 2 (2026): Siber Nusantara of Education and Sport Review (April - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/snesr.v2i2.880

Abstract

The phenomenon of quiet quitting has increasingly attracted attention in the study of work behavior, including in the public sector. This study aims to identify the level of quiet quitting among Indonesia’s State Civil Apparatus (Aparatur Sipil Negara/ASN) and to compare its tendency between Generation Z and Millennials. This study employed a quantitative approach using a survey method involving 447 ASN employees from various government institutions in Indonesia. The sample was selected using non-probability sampling techniques, specifically convenience sampling and snowball sampling. The instrument used was the Quiet Quitting Scale developed by Manullang et al. (2025), and the data were analyzed using descriptive statistics and an independent samples t-test. The results showed that quiet quitting among ASN employees was at a moderate to moderately high level, with a mean total score of 185.60. In the comparative analysis, Generation Z showed a higher mean quiet quitting score (M = 191.14) than Millennials (M = 185.05). The results of the difference test indicated a significant difference between the two generational groups (p = 0.013), with a small to medium effect size (Cohen’s d = 0.336). Overall, the most prominent dimensions were work-life balance and digital impact, suggesting that quiet quitting among ASN employees more strongly reflects an adaptive strategy in response to work demands, the need to maintain personal life balance, and changes in work patterns due to digitalization. These findings confirm that quiet quitting among Indonesian ASN employees is a real phenomenon occurring across generations, with a stronger tendency among Generation Z.
Analisis Kualitatif Penerapan Piramida Belajar William Shellenberger dalam Mendukung Kesiapan Belajar Siswa di Sekolah Alam Kampung Sawah Depok Yuli Pinasthi; Sutan Pandapotan Lubis; Enghel Suciita Septeriani; Rilla Sovitriana
Siber Nusantara of Education and Sport Review Vol. 2 No. 2 (2026): Siber Nusantara of Education and Sport Review (April - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/snesr.v2i2.892

Abstract

Kesiapan belajar merupakan fondasi penting yang memengaruhi kemampuan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Piramida Belajar William Shellenberger dalam mendukung kesiapan belajar siswa di Sekolah Alam Kampung Sawah Depok. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek tiga orang guru yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memandang kesiapan belajar sebagai kondisi yang mencakup aspek fisik, emosional, perhatian, dan regulasi diri. Pembelajaran berbasis alam memberikan berbagai stimulasi sensorik melalui aktivitas fisik, eksplorasi lingkungan, permainan motorik, dan interaksi langsung dengan alam. Aktivitas tersebut berkontribusi terhadap peningkatan fokus, pengendalian emosi, kemampuan mengikuti instruksi, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Lingkungan alam juga memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna sehingga meningkatkan kesiapan belajar siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan Piramida Belajar William Shellenberger dalam pembelajaran berbasis alam mendukung kesiapan belajar siswa secara holistik melalui penguatan fondasi sensorik dan sensori-motorik.