Happy Prasetyawati
Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi InterStudi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Semiotika Representasi Freedom of Speech dalam Film Judas and The Black Messiah Bagas Hardiansyah; Happy Prasetyawati
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 2 (2023): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melalui film “Judas And The Black Messiah”, penggambaran citra yang kuat dilakukan sebagai orang kulit putih yang dianggap unggul dalam banyak hal baik secara perilaku, emosional dan kecerdasan, sehingga menimbulkan pandangan bahwa orang kulit putih selalu lebih baik dari yang lain. Akan tetapi, film ini dengan jelas menunjukkan bahwa masyarakat berkulit putih cenderung memiliki tujuan dan niat yang tidak baik. Penderitaan yang harus diderita oleh kaum berkulit hitam sendiri lahir karena hal tersebut telah dilakukan oleh orang-orang berkulit putih. Penelitian ini merupakan sebuah analisis semiotika untuk menggali representasi nilai freedom of speech pada film Judas And The Black Messiah. Data primer film ini sendiri akan diperoleh melalui sebuah observasi yang dilakukan terhadap setiap scene yang berisi naratif atau dialog, dimana secara spesifik diperjelas melalui scene dan juga teknik shot yang diambil. Temuan hasil yang telah dipaparkan, maka terdapat 4 poin dari freedom of speech menurut hukum Amerika Serikat yang dapat dilihat dalam film Judas and The Black Messiah melalui analisis semiotika Barthes yaitu melihat dari denotasi dan konotasi pada film. 4 poin tersebut adalah : 1). Dapat mengungkapkan pendapat di depan banyak orang. Hal ini dapat dilihat di dalam scene 1 dimana terdapat orang yang melakukan wawancara di depan banyak orang. Ini juga sesuai dengan US Law dimana setiap orang memiliki kebebasan untuk berbicara. 2). Bebas berpendapat ketika mendiskusikan sesuatu dalam sebuah forum. Hal tersebut sesuai dengan scene 3 dimana ini juga sesuai dengan hukum AS yang sudah disebutkan sebelumnya. 3).  Kebebasan berpendapat dalam berjuang dari melawan penindasan. Ini seperti scene 9 yang mana sesuai dengan US Law dimana masyarakat diperbolehkan untuk melawan perang. 4). Dapat memberikan revolusi terhadap orang lain.
Proses Persepsi Mahasiswa Pegiat Alam Warnabama (Studi Menggunakan Program Acara Jejak Petualang Trans 7) Ipung Meivianda; Happy Prasetyawati
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 2 (2023): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jejak Petualang merupakan program acara yang menampilkan kekayaan Indonesia, kelestarian alam dan budaya Indonesia. Memiliki kursus dan pengalaman close-up, pengalaman yang sangatlah dekat lewat kegiatannya dialam. Dalam penelitian ini memiliki Tujuan Penelitian ini adalah Bagaimana Proses Persepsi Mahasiswa Pegiat Alam Warnabama Terhadap Program Acara Jejak Petualang Trans 7. metode penelitian deskriptif kualitatif. Dengan wawancara Mahasiswa Pegiat Alam Warnabama yaitu pada Informan Fitriyani, Misfa Ainunuri, Yudha Fahreza. Berdasarkan hasil temuan mengenai seleksi, organisasi dan intepretatif. Berdasarkan Seleksi dalam penelitian lapangan mengenai sejauh mana responden tertarik menonton acara petualangan di televisi, hasilnya menunjukan bahwa semua responden merasa terpikat oleh acara tersebut, yang membuat mereka merasa senang dan nyaman. dan Organisasi pada Program Acara Jejak Petualang layak sebagai tontonan para pecinta alam. Berdasarkan hasil wawancara mengatakan bahwa program acara jejak petualang bernilai positif karena layak dijadikan tontonan para pegiat alam karena selain menampilkan keindahan alam yang ada di Indonesia juga memberikan informasi mengenai adat budaya pada suatu wilayah di Indonesia. Secara Intepretatif Menurut para informan pesan yang ingin disampaikan dalam acara  ini cukup dapat tersampaikan dengan baik pada penonton. Selain itu penonton juga diberikan informasi mengenai kondisi dan keadaan alam yang sedang dikunjungi seperti medan yang harus dilewati, kesulitan yang dihadapi untuk mencapai tujuan seperti  menuju curug, bukit atau gunung, sehingga bagi penonton yang hendak melakukan kegiatan alam memiliki gambaran jika akan berkunjung ke lokasi tersebut.