Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Psychological Well-Being Orang Tua Dalam Mendampingi Anak Belajar Daring Selama Pandemi Di Kenagarian Kapa Kecamatan Luhak Nan Duo Pasaman Barat Jannatul Maqwa; Wanda Fitri; Nasril Nasril; Siska Novra Elvina
Al Irsyad : Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 13, No 1 (2022): Volume 13 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jbki.v13i1.4278

Abstract

Sesuai kebijakan pemerintah untuk melaksanakan belajar di rumah secara daring selama masa covid-19, hal ini mempengaruhi peran orang tua di rumah dengan menampingi anak belajar secara intens. Banyak orang tua yang merasa tidak siap menjadi “guru” bagi anak-anaknya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana kondisi psychological well-being orang tua dalam mendampingi anak belajar daring selama pandemi di Kenagarian Kapa Kecematan Luhak Nan Duo Pasaman Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian sebanyak 6 orang. Teknik penentuan informan menggunakan teknik snowball sampling dengan teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) Penerimaan diri pada mayoritas informan rendah, informan cenderung menyerah dengan keadaan yang ada, hanya sebagian kecil yang ikhlas menerima keadaan. (2) Hubungan positif dengan orang lain pada mayoritas informan cenderung menunjukkan hal negatif, terlihat ketika meluapkan emosi yang tidak terkontrol. (3) pada aspek otonom, seluruh informan tidak mampu hidup mandiri, mereka membutuhkan orang lain. (4) Penguasaan lingkungan, mayoritas informan tidak mampu menguasai lingkungannya dan hanya sebagian kecil saja yang mampu. (5) Informan memiliki tujuan hidup yang rendah, tidak memikirkan masa depan dan tidak memiliki cita-cita. (6) mayoritas informan tidak mampu beranjak dari masa lalu dan perubahan dirinya kepada pribadi yang buru, hanya sebagian yang mampu beranjak dari masa lalu dan melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
Peran Penyuluh Agama Islam Dalam Menanamkan Tujuan Pernikahan Melalui Bimwin Di Kua Lubuklinggau Timur 2 Ahmad Padri; Nurfarida Deliani; Nasril Nasril
Al Irsyad : Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 17, No 01 (2026): Volume 17 No.01 Tahun 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jbki.v17i01.14498

Abstract

Pernikahan dalam Islam merupakan ibadah sakral yang bertujuan mewujudkan kehidupan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Namun, sebagian pasangan memandang pernikahan sebatas formalitas legalitas tanpa memahami tujuan hakikinya, sehingga berpotensi menimbulkan berbagai problematika rumah tangga. Sebagai upaya pencegahan, pemerintah melalui Kantor Urusan Agama (KUA) menyelenggarakan program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) atau Kursus Calon Pengantin (Suscatin). Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas Kepala KUA, Penyuluh Agama Islam, dan peserta bimbingan perkawinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAI berperan sebagai fasilitator, edukator, dan konsultan dalam memberikan pemahaman tentang tujuan pernikahan berdasarkan aspek hukum, spiritual, dan psikologis Islam. Materi yang diberikan meliputi maqashid al-syariah dalam pernikahan, hak dan kewajiban suami istri, serta manajemen konflik. Peran tersebut membantu mengubah paradigma calon pengantin dari sekadar “menikah” menjadi upaya membangun keluarga yang sakinah. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi dalam meningkatkan kualitas bimbingan perkawinan.
Sejarah Perkembangan dan Peradaban Islam di Afrika Utara Putri Nadila; Nasril Nasril
Lencana: Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2025): Januari : Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/lencana.v3i1.4576

Abstract

The development of Islam in North Africa began during the reign of Caliph Umar bin Khattab (634–644 AD), who sent Amru bin Ash to conquer Egypt. This effort was then systematically continued by the ruling dynasties that followed. The spread of Islam by Muslim rulers not only made Arabic the official language spoken by Muslim communities in various regions, especially North Africa, but also had a great influence on civilization as a whole. History records various advances in North Africa, both in the fields of government administration, science, architecture, and historical buildings. The pattern of the relationship between the ruler and the community also shows how Islam is a blessing for all nature (rahmatan lil 'alamin). The splendor of buildings with high architecture is proof that only an advanced, stable, and prosperous government is able to achieve it.