Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Rancang Bangun Stasiun Pengisian Daya Listrik Berbasis Panel Surya dengan Variasi Profil Pada Penopang Panel Surya Aji Saputra; Ade Sunardi; Mohamad Zaenudin
Integrated Mechanical Engineering Journal Vol. 1 No. 1 (2023): Integrated Mechanical Engineering Journal (IMEJOUR) Vol. 1 No. 1 2023
Publisher : Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering and Computer Science, Universitas Global Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56904/imejour.v1i1.1

Abstract

Solar panel-based electric charging stations are a combination of electricity sources and solar panels, allowing efficient and effective charging and helping to source electricity from natural energy in the form of renewable energy, namely the sun. The use of solar panels as the main energy source can reduce dependence on limited energy sources and produce lower greenhouse gas emissions and reduce dependence on fossil energy sources. The purpose of this thesis is to design and analyze the strength and durability of solar panel-based electric charging stations on their supports. The method used in this study is quantitative data taken using Ansys software simulations. The results showed that Design 1 on the solar panel supports had a maximum deformation of 0.2397 mm at an angle of 70 and design 2 produced a maximum deformation of 0.0052439 mm at an angle of 70 to the right/left. Based on these results, it can be concluded that the design of 1 solar panel support is better in terms of strength and durability because the load on the solar panel that is on the support only has an effect of 0.2397 mm which can withstand a load of around 320 N.
Pengaruh Variasi Stuktur Rangka Terhadap Kekuatan Pembebanan Pada Stasiun Pengisian Daya Listrik dengan Panel Surya Ade Suparman; Ade Sunardi; Mohamad Zaenudin
Integrated Mechanical Engineering Journal Vol. 1 No. 1 (2023): Integrated Mechanical Engineering Journal (IMEJOUR) Vol. 1 No. 1 2023
Publisher : Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering and Computer Science, Universitas Global Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56904/imejour.v1i1.2

Abstract

The use of solar panels in electric power charging stations is becoming increasingly popular as part of efforts to adopt renewable energy sources. In this context, the structural framework supporting the solar panels plays a crucial role in maintaining the stability and reliability of the system. Therefore, this thesis aims to investigate the influence of various structural framework variations on the strength of static loading in solar-powered electric charging stations. The research methodology employed simulation of static loading at three different load levels, namely 40 kg, 50 kg, and 60 kg. The analysis was conducted by comparing the equivalent stresses and total deformations between "Design 1" and "Design 2" at each load level. The research findings reveal significant differences in equivalent stresses and total deformations between the two designs at each load level. Design 1, with a stiffer structural framework, exhibited higher equivalent stresses and greater total deformations compared to Design 2. Consequently, this study provides a deeper understanding of the influence of various structural framework variations on the strength of static loading in solar panel support structures. These findings can serve as a basis for optimizing the structural design of solar-powered electric charging systems.
Analisis Ketahanan Rangka Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Berbasis Panel Surya Portabel Terhadap Laju Angin Muhammad Imam; Ade Sunardi; Mohamad Zaenudin
Integrated Mechanical Engineering Journal Vol. 1 No. 1 (2023): Integrated Mechanical Engineering Journal (IMEJOUR) Vol. 1 No. 1 2023
Publisher : Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering and Computer Science, Universitas Global Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56904/imejour.v1i1.3

Abstract

High wind velocity can induce external pressures and loads on the structural framework of an Electric Vehicle Charging Station (EVCS), jeopardizing the overall stability and structural integrity of the framework. The objective of this research is to ascertain the magnitude of aerodynamic drag force and the maximum pressure values on the surface of the EVCS framework, with respect to variations in wind velocity. The methodology employed in this study involves Computational Fluid Dynamics (CFD) simulations utilizing the Solidworks Flow Simulation. Three wind velocity scenarios were considered: 3 km/h, 6 km/h, and 9 km/h, allowing for the observation of airflow acceleration phenomena, aerodynamic drag force values, and peak pressure distributions on the EVCS framework's surface. Research findings reveal that the aerodynamic drag force at a wind velocity of 3 km/h measures 22,34 N, escalating to 90,42 N at 6 km/h wind velocity, and reaching 202,7 N at 9 km/h wind velocity. Furthermore, the highest-pressure value at a wind velocity of 3 km/h is 101325,45 Pa. As the wind velocity increases to 6 km/h, the maximum pressure value rises to 101338,18 Pa. Under the condition of the highest input wind velocity, i.e., 9 km/h, the peak pressure reaches 101353,46 Pa.
Perancangan dan Analisis Kinerja Sudu Pada Pembangkit Listrik Tenaga Angin Tipe Darrieus Hamid; Mohamad Zaenudin; Ade Sunardi
Integrated Mechanical Engineering Journal Vol. 2 No. 1 (2024): Integrated Mechanical Engineering Journal (IMEJOUR) Vol. 2 No. 1 2024
Publisher : Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering and Computer Science, Universitas Global Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56904/imejour.v2i1.11

Abstract

Energi angin merupakan sumber energi terbarukan yang penting dalam kemajuan peradaban manusia, berkorelasi dengan peningkatan kualitas hidup dan industrialisasi. Turbin angin tipe Darrieus mampu beroperasi pada kondisi angin rendah dan variabel, dengan keunggulan menerima angin dari segala arah dan ditempatkan di berbagai lokasi. Penelitian ini menganalisis pengaruh jumlah sudu terhadap kinerja turbin tipe Darrieus. Data menunjukkan bahwa sudu dengan panjang lengan 35 cm menghasilkan gaya tertinggi 24,746 N, sedangkan panjang lengan 30 cm menghasilkan gaya terendah 1,425 N. Daya tertinggi diperoleh pada penggunaan 5 sudu sebesar 3,72 W, sementara daya terendah pada 4 sudu sebesar 0,47 W. Hasil ini menegaskan bahwa jumlah dan panjang sudu signifikan mempengaruhi kinerja turbin, berkontribusi pada pengembangan turbin angin yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Analisis Pengaruh Sudut Kemiringan Propeller Udara Terhadap Kinerja Perahu Rawa (Swamp Boat) Ahmad Syakur; Ade Sunardi; Mohamad Zaenudin; YKP Saleh; Luqman SF
Integrated Mechanical Engineering Journal Vol. 2 No. 1 (2024): Integrated Mechanical Engineering Journal (IMEJOUR) Vol. 2 No. 1 2024
Publisher : Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering and Computer Science, Universitas Global Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56904/imejour.v2i1.25

Abstract

Kemajuan bidang teknologi di Indonesia semakin pesat dan berkembang merupakan aspek sebuah pengetahuan yang mengharuskan kalangan pendidikan tinggi untuk dapat lebih meningkatkan kemampuan dalam penguasaan teknologi khususnya pada teknologi tepat guna. Simulasi adalah suatu proses peniruan dari sesuatu yang nyata beserta keadaan sekelilingnya (state of affairs). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis pengaruh sudut kemiringan 35°, 50° dan 65° propeller udara perahu rawa yang baik pada nilai kecepatan, tekanan, gaya dorong, tegangan dan deformasi menggunakan software ANSYS dengan simulasi CFD dan FEA. Hasil analisis penelitian adalah Propeller udara perahu rawa dengan sudut kemiringan 50° yang dipilih karena menghasilkan nilai kecepatan, tekanan dan gaya dorong yang baik dengan nilai tekanan dan deformasi yang cenderung kecil. Kemiringan sudut yang disarankan pada sebuah propeller perahu rawa yaitu berkisar antara 35° dan 50°.
Pengaruh Perbedaan Panjang Lengan dan Lebar Sudu Terhadap Kinerja Turbin Tipe Darrieus Prengki Prabowo; Ade Sunardi; Mohamad Zaenudin
Integrated Mechanical Engineering Journal Vol. 2 No. 1 (2024): Integrated Mechanical Engineering Journal (IMEJOUR) Vol. 2 No. 1 2024
Publisher : Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering and Computer Science, Universitas Global Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56904/imejour.v2i1.27

Abstract

Turbin angin adalah salah satu jenis pembangkit listrik tenaga angin dengan menggunakan baling-baling turbin atau turbine blades. Turbin yang menggunakan energi angin menjadi listrik. Biasanya turbin angin ini bisa digunakan pada daerah pegunungan, pantai dan rumah. Turbin angin ini sangat berguna bagi masyarakat dan bisa menghemat biaya untuk membayar listrik. kinerja turbin angin ini dipengaruhi oleh beberapa objek di antaranya, panjang lengan, jumlah sudu pada turbin dan lebar baling-baling. Penelitian ini hanya memfokuskan pada daya energi listrik dan kecepatan putaran baling-baling yang dihasilkan dengan menggunakan turbin angin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kepustakaan dan penelitian eksperimental. Hasil pengujian turbin tipe Darrieus, perubahan variabel yang divariasikan dengan jumlah perbedaan panjang lengan dan lebar baling-baling yang berbeda-beda. Kerja turbin tipe Darrieus pada variasi lengan 3 dengan panjang 40 cm dan lebar baling-baling 30 cm menghasilkan daya 1,19 watt dan kecepatan angin 4,52 m/s. lengan 4 dengan panjang 40 cm dan lebar baling-baling 35 cm menghasilkan daya 2,73 watt dan kecepatan angin 5,0 m/s. Turbin yang paling optimal berada pada lengan 5 dengan panjang 40 cm dan lebar baling-baling 40 cm menghasilkan daya sebesar 4,89 Watt dan kecepatan angin 8 m/s, sehingga dapat diketahui bahwa kecepatan angin dan daya yang dihasilkan pada saat menggunakan panjang lengan dan lebar baling-baling memiliki nilai daya output generator yang lebih besar.