Jefry Kalalo
Universitas Kristen Indonesia Tomohon

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Role of Family Christian Religious Education (PAK) in Human Resource Development and Economic Empowerment of the Church through the Wooden House Industry in Sion Woloan Congregation, Tomohon Dua Region: Peran Pendidikan Agama Kristen (PAK) Keluarga dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Ekonomi Jemaat melalui Industri Rumah Kayu di Jemaat Sion Woloan Wilayah Tomohon Dua Jefry Kalalo
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 8 No 2 (2024): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA) 
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v8i2.4498

Abstract

This study examines the impact of Christian Religious Education (PAK) on human resource development and economic empowerment among congregations via the wooden house sector in GMIM Sion Woloan. Prior research has underscored PAK's substantial impact on moral and character development in familial contexts; nevertheless, its relevance to particular economic behaviors is still inadequately examined. This study examines how PAK influences the development of positive attitudes towards work and social responsibility within family life and its effect on enhancing economic welfare. The research utilizes a descriptive qualitative methodology, employing a phenomenological method to document the subjective experiences of 30 participants, comprising parents, children, and church leaders engaged in PAK activities and the wooden house industry. Data were gathered via semi-structured interviews and focus group discussions, concentrating on the integration of PAK ideals into quotidian economic practices. Thematic analysis was utilized to discern emergent themes concerning the interplay between religious education, human resource development, and economic activities. The findings indicate that PAK cultivates a robust work ethic and interpersonal connections within families, enhancing both personal character development and economic advancement. The results underscore the necessity for intensified collaboration between religious organizations and local industry to optimize the potential of PAK in improving community welfare.
Perjanjian Lama KARAKTER HAMBA ALLAH DALAM DANIEL 3:6-9 SEBAGAI STRATEGI MEMBANGUN POLITIK GEREJA Brigita Noviani Djumari; Jefry Kalalo
THEOLOGIA INSANI: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : STAK Reformed Remnant Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58700/theologiainsani.v5i1.120

Abstract

Artikel ini membahas karakter hamba Allah dalam Daniel 3:6-9, yaitu Sadrach, Mesach, dan Abednego, sebagai model strategis dalam membangun politik gereja yang sehat dan berlandaskan iman. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan analisis teks Alkitab dan kajian pustaka terkait kepemimpinan gereja, etika Kristiani, serta praktik politik gereja kontemporer. Fokus penelitian adalah menelaah bagaimana keteguhan iman, keberanian moral, integritas, dan komitmen terhadap prinsip-prinsip rohani dapat diterapkan oleh pemimpin gereja dalam menghadapi tekanan sosial, konflik internal maupun eksternal, dan tantangan organisasi. Analisis menekankan bahwa teladan hamba Allah menunjukkan kepemimpinan yang inklusif, adil, dan berorientasi pada pemberdayaan jemaat, sambil tetap menegakkan nilai-nilai keadilan, etika, dan harmoni komunitas. Selain itu, penelitian menyoroti pentingnya integrasi nilai-nilai rohani, seperti kesetiaan, kejujuran, tanggung jawab sosial, dan keberanian menghadapi risiko, ke dalam proses pengambilan keputusan, sehingga politik gereja tidak sekadar administratif tetapi menjadi praktik moral dan rohani yang nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter hamba Allah dapat dijadikan fondasi strategis dalam pengembangan kepemimpinan gereja, menjadikan setiap kebijakan dan tindakan pelayanan sebagai refleksi nilai-nilai iman Kristiani yang konsisten dan relevan bagi komunitas kontemporer.