Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUATAN PENGELOLAAN KOPIMU SEBAGAI ECO-FRIENDLY CAFÉ MELALUI PENDEKATAN MANAJEMEN ISLAMI BERKELANJUTAN Sartika; Ainun Mardia Syamsir
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 02 (2026): APRIL 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan usaha kafe yang berkelanjutan menjadi isu penting seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap dampak lingkungan dari aktivitas ekonomi. KopiMu sebagai unit usaha café menghadapi tantangan dalam penerapan konsep eco-friendly café, khususnya terkait penggunaan bahan ramah lingkungan, pengelolaan limbah, serta efisiensi energi dan air. Di sisi lain, KopiMu memiliki potensi kuat berupa penerapan nilai-nilai manajemen Islami dalam pengelolaannya. Penelitian berbasis pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pengelolaan KopiMu sebagai eco-friendly café melalui pendekatan manajemen Islami berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi dan wawancara semi-terstruktur kepada pengelola dan pegawai. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa KopiMu belum menerapkan praktik ramah lingkungan secara teknis, namun telah memiliki kesadaran awal dan komitmen nilai islami seperti amanah, kejujuran, danr rasa tanggung jawab. Kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan pemahaman dan kesadaran mitra terhadap pentingnya keberlanjutan lingkungan sebagai bagian dari etika usaha islami. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi konsep eco-friendly café dan manajemen islami berkelanjutan memiliki peran penting dalam mendorong keberlanjutan usaha kafe secara sosial, lingkungan, dan ekonomi.
Astronomical Measurement and Fiqh Review of Qibla Deviation: A Case Study of Mosque and a Cemetery Complex in Timbuseng, Takalar Hisbullah Salam; Alamsyah; Sartika
AL - AFAQ : Jurnal Ilmu Falak dan Astronomi Vol. 7 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/afaq.v7i2.14597

Abstract

This research addresses the issue of inaccurate Qibla direction by evaluating the degree of deviation at the Assalam Mosque and the public cemetery in Timbuseng Hamlet, Takalar, and analyzing it based on tolerance limits established in Islamic Jurisprudence (Fiqh) and Astronomy (Ilmu Falak). The study aims to examine the conformity of the Qibla direction at these case study locations with the actual direction towards the Ka'bah. The methods employed include measuring the existing azimuth using Google Earth, followed by field measurements with a compass and Istiwa'aini to obtain real values for the existing azimuth and the Qibla azimuth. The measurement results were then analyzed by applying Qibla tolerance theories. The findings reveal that the Qibla direction of the Assalam Mosque has a deviation of 12°, which, according to the Shafi'i school of jurisprudence, far exceeds the tolerance limit. Similar results were found in the grave orientations within the cemetery complex, which showed deviation variations between 21° and 30°. However, from the perspectives of the Hanafi, Maliki, and Hanbali schools, the deviations occurring in both the mosque and the graves remain within permissible limits. These findings confirm a discrepancy between field conditions and sharia standards, particularly when referring to the Shafi'i school, which is predominantly adhered to by Muslims in Indonesia, including in Takalar. Therefore, this study recommends correction and massive socialization regarding the importance of Qibla accuracy, as well as the use of more precise calibration tools such as theodolites dan Istiwa'aini.