Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Edukasi Dan Simulasi Pengujian Sistem Aplikasi Customer Care Penanganan Keluhan Elektronik Untuk Meningkatkan Layanan Di Rumah Sakit Mutiara Bunda Padang Alfauzain Alfauzain; Berly Nisa Srimayarti; Tri Wijayanto; Rafika Aini; Mirza Aulia; Deni Maisa Putra; Hendra Nusa Putra; Ade Wisandra; Sarah Nur Azizi
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 5 No. 1 (2024): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v5i1.3996

Abstract

Transformasi digital dalam teknologi informasi di Rumah Sakit salah satunya dengan penerapan sistem aplikasi customer care yang mendukung penanganan keluhan pelanggan secara elektronik oleh unit kerja terkait untuk meningkatkan layanan sesuai indikator mutu nasional Rumah Sakit dalam hal kecepatan waktu tanggapan keluhan dan kepuasan pasien. Sistem ini akan membantu pihak rumah sakit dalam mengelola pengaduan keluhan pelanggan, disposisi keluhan kepada unit yang bersangkutan dan memantau secara online proses penanganan yang dilakukan sehingga membentuk sebuah alur kerja tata kelola dalam penanganan keluhan elektronik serta menghasilkan laporan penanganan keluhan sesuai indikator tingkat atau dampak risiko sesuai level keluhan berupa warna merah (ekstrim), kuning (tinggi), hijau (rendah), berdasarkan data dari petugas. Sistem aplikasi  bermanfaat dalam meningkatkan layanan rumah sakit mengacu kepada indikator nasional mutu rumah sakit berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes)  Nomor 20 tahun 2022 pasal 4 tentang Indikator Nasional Mutu Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit dalam penanganan keluhan. Dengan demikian, edukasi dan pengujian sistem aplikasi customer care penanganan keluhan secara elektronik sebagai upaya membantu pihan Rumah Sakit melaksanakan tata kelola pengaduan keluhan pelanggan untuk kemudahan penyelesaian dan monitoring tindaklanjut keluhan. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan di Rumah Sakit Mutiara Bunda Padang Provinsi Sumatera Barat kepada petugas dan pimpinan customer care dan unit kerja terkait .  Metode yang digunakan adalah dengan edukasi melalui tahap perencanaan, pelaksanaan pengujian rancangan alur kerja sistem dan aplikasi, observasi, evaluasi serta refleksi hal ini bertujuan guna memberikan pemahaman tentang manajemen pengaduan keluhan elektronik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi dan pengujian berjalan dengan lancar serta diharapkan peserta dapat menerima materi terutama yang disimulasikan kepada masing-masing petugas terkait. 
Analysis of Hospital Reporting Compliance with National Quality Indicators (NQI) on the Ministry of Health's SIRS Online Platform: Determinants and Implications for Service Transparency Rahayu Tri Nuritasari; Arlia; Miftahul Jannah; Rafika Aini; Mirza Aulia
Journal of Health Service Administration and Hospital Management Vol. 1 No. 1 (2025): January, 2025
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/jhsah.v1i1.341

Abstract

Hospital reporting compliance with the National Quality Indicators (NQI) on the Ministry of Health’s SIRS Online platform plays a key role in evaluating and managing Indonesia’s healthcare quality. This study assesses the level of hospital reporting adherence, identifies significant influencing factors, and explores implications for service transparency. Using cross-sectional quantitative analysis of national secondary data from 2019 to 2024, the research analyzed data from all active hospitals reporting on SIRS. Descriptive and regression analyses revealed a compliance increase from 58% to 72%, with significant variation across provinces and hospital classes. Key determinants positively impacting compliance were human resource capacity, digital information technology support, and leadership commitment. Persistent challenges include infrastructural limitations, cultural resistance, and inconsistent data quality. Strengthening workforce skills, advancing interoperable digital systems, and fostering a transparent reporting culture are essential to improve accountability and public trust. The study underscores the critical need for collaboration between the government and hospital institutions to optimize reporting systems, thereby enhancing healthcare service quality across Indonesia.
The Influence of KARS Accreditation Status (Paripurna vs. Non-Paripurna) on Patient Satisfaction Ratings: A Case Study of Public Sentiment Analysis on Google Maps Reviews Rafika Aini; Mila Sari
Journal of Health Service Administration and Hospital Management Vol. 1 No. 2 (2025): July, 2025
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/laceri.v1i2.429

Abstract

The quality stability of healthcare services in Indonesia is critically influenced by the Hospital Accreditation Commission (KARS) certification, which functions as a formal regulatory system ensuring compliance with national standards. Despite this, a gap persists between formal accreditation status (Paripurna vs. Non-Paripurna) and actual patient satisfaction, particularly as reflected in public sentiment on digital platforms like Google Maps. This study aims to analyze the correlation between KARS accreditation levels and patient satisfaction ratings derived from sentiment analysis of over 50,000 Indonesian-language Google Maps reviews spanning 2020–2025. Employing a quantitative correlational design, the research integrates ordinal accreditation data and sentiment classification results generated through advanced machine learning methods (LSTM/Naïve Bayes). The analysis utilized Spearman’s rank correlation to assess the association between hospital accreditation status and aggregated sentiment scores. Findings reveal a statistically significant but weak positive correlation (ρ = 0.215, p < 0.001), indicating that higher formal accreditation does not strongly predict better patient-perceived quality. Negative sentiments notably cluster around non-technical service issues such as staff empathy and administrative delays, highlighting deficiencies unaddressed by the accreditation framework. These results suggest the need for hospital management and policymakers to incorporate digital patient feedback as a critical complement to traditional quality assurance measures. The study advocates for integrating Patient Reported Experience Measures (PREMs) from online sources into KARS standards and encourages future research using diagnostic tools like Root Cause Analysis to target underlying causes of patient dissatisfaction. This comprehensive approach aims to close the gap between institutional compliance and patient experience, promoting sustainable improvements in healthcare service quality in Indonesia.