Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI KESEHATAN MENTAL UNTUK MENCEGAH DEPRESI DAN STRESS PADA LANSIA DI UPTD PSLU TRESNA WERDHA NATAR Afifah Khoirur Rizqi; Amelia Hayati; Azzahra Kania Fatihah; Hanifah Astri Aulia; Happy Aprilia Belkis; Juwita Lestari; Satrya Jaya; Karunia Viandra Yoanisa; Nafisa Lintang Safitri; Fitri Aprilia Susanti; Hanifah Shabrina; Yunila Sari; Wayan Aryawati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i3.812-816

Abstract

Lansia cenderung lebih rentan terhadap peningkatan insiden masalah kesehatan, dengan penurunan kekuatan dan daya tahan sistem kekebalan tubuh, seiring bertambahnya usia. Saat seseorang  semakin tua, mereka menghadapi tantangan psikososial, sehingga penanganan masalah tersebut harus ditangani secara efektif dan memerlukan perawatan yang lebih intensif. Hal ini menyoroti pentingnya panti jompo sebagai fasilitas yang didedikasikan untuk pemeliharaan dan kesejahteraan lansia. Oleh karena itu, menjadi sangat penting untuk fokus pada kesehatan mental lansia di UPTD PSLU Tresna Werdha Natar. Tujuan dari tinjauan literatur ini adalah untuk menjelaskan masalah kesehatan mental yang umum terjadi pada lansia di UPTD PSLU Tresna Werdha Natar. Metode yang digunakan pada edukasi tentang kesehatan yang diadakan di UPTD PSLU Tresna Werdha Natar adalah pre-test, pemaparan materi, diskusi tanya jawab, dan post-test.  Tujuan dari kegiatan ini diharapkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan edukasi. Hasil pengabdian ini diharapkan agar para lansia memiliki pengetahuan tentang bagaimana cara menjaga Kesehatan mental mereka.  Sebagai kesimpulan, dari hasil yang didapatkan tiga masalah kesehatan mental pada lansia yaitu: depresi, kecemasan, dan demensia. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi munculnya masalah kesehatan mental pada lansia seperti: usia, dukungan keluarga, hubungan spiritual, riwayat medis, hipertensi, merokok, dan konsumsi alkohol
Factors Related to Anemia Prevention in Adolescent Females at Baitul Jannah Islamic High School in Bandar Lampung in 2025 Azzahra Kania Fatihah; Christin Angelina Febriani; Nurul Aryastuti; Nova Muhani
PROMOTOR Vol. 9 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v9i1.1820

Abstract

The prevalence of anemia among adolescent girls in Indonesia remains high, reaching 84.6%, with Lampung Province having the highest prevalence in Sumatra at 63%. The government's iron supplementation program has not yet reached its target, reaching only 81.16% of the 95% target. A pre-survey at Baitul Jannah Islamic High School (SMA IT) showed that 66.6% of female students are anemic. This study aims to determine factors associated with anemia prevention in adolescent girls at the school by 2025. This study used a quantitative method with a cross-sectional design conducted at SMA IT Baitul Jannah Bandar Lampung from October 2024 to July 2025. The population consisted of 94 female students in grades X and XI, with a sample of 84 students determined using the Slovin formula and purposive sampling technique. Independent variables included knowledge, attitudes, and family support, while the dependent variable was anemia prevention efforts. Data were collected through questionnaires that had been tested for validity and reliability, then analyzed univariately and bivariately using the chi-square test. The results of the study revealed no relationship between knowledge (p-value = 0.192), attitude (p-value = 0.694), and family support (p-value = 0.041 and OR = 3.750) with anemia prevention efforts in adolescent girls. Schools can conduct routine education about anemia by inviting health workers to students, teachers, parents, and school officials with interesting media.