Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FoMO: Loyalitas Konsumen Berdasarkan Brand Experience Produk Olahan Singkong Asli Madura Triyasari, Sri Ratna; Tamami, Novi DB; Pangestu, Luthfan
Agrikultura Vol 33, No 1 (2022): April, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i1.37154

Abstract

Fear of missing out (FoMO) merupakan fenomena takut kehilangan atau tertinggal suatu trend yang dialami oleh masyarakat akibat ketergantungan dengan media sosial. Oleh karena itu hal tersebut sering dimanfaatkan sebagai strategi penjualan agar calon konsumen segera melakukan pembelian dengan cepat. Hal ini menjadi peluang dilakukan penelitian pada produk olahan singkong asli Madura, karena memiliki jenis dan merek produk yang beragam namun tingkat eksistensinya masih rendah. Alat analisis penelitian ini menggunakan diagram fish bone, dan memasukkan faktor brand experience serta FoMO untuk meningkatkan loyalitas konsumen. Metode penelitian yang digunakan adalah non probability sampling secara judgement sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi loyalitas terhadap produk singkong adalah price, product, people, promotion dan place.
Karakteristik pengunjung eduwisata garam di Desa Bunder, Kabupaten Pamekasan Firmansyah, Syafii; Tamami, Novi DB
Agriscience Vol 6, No 3: November 2025
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v6i3.26117

Abstract

Eduwisata Garam menjadi salah satu destinasi wisata yang termasuk prioritas pengembangan Desa Bunder dengan memanfaatkan potensi alam garam. Objek wisata tersebut cukup menjanjikan namun belum dikenal dan belum ada informasi mengenai pengunjung eduwisata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pengunjung Eduwisata Garam di Desa Bunder Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan. Penelitian menggunakan metode survei dengan melakukan wawancara langsung terhadap responden /pengunjung. Teknik pengambilan sampel responden pada penelitian menggunakan metode accidental sampling dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik pengunjung Eduwisata Garam Desa Bunder didominasi oleh jenis kelamin laki-laki (66,7%) dengan usia rata-rata dibawah 15 tahun (36,7%), pendidikan terakhir SMA/Sederajat (63,3%), status pernikahan masih belum menikah atau lajang (86,7%),  status pekerjaan yang mendominasi sebagai pelajar/mahasiswa (83,3%) , mayoritas pendapatan mereka dibawah Rp. 1.000.000 (90%), asal pengunjung dari Kabupaten Pamekasan dengan tujuan utama berekreasi ke tempat Eduwisata Garam (53%).
Pengaruh Karakteristik Peternak Terhadap Pendapatan Usaha Ternak Sapi Madura di Kecamatan Waru Kabupaten Pamekasan Samsukdin, Samsukdin; Tamami, Novi DB; Hasan, Fuad
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 20, No 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sepa.v20i2.60904

Abstract

Waru Barat Village is a Madura cattle center located in Waru District, Pamekasan Regency. Many people have Madura cattle farming businesses, but the situation on the ground shows that Madura cattle farms are still not supported. This study aims to analyze the characteristics of farmers and the amount of income of farmers, analyze the effect of breeder characteristics on income, and analyze the feasibility level of the Madura cattle business. Sampling using purposive sampling method with a sample size of 43 respondents. The analytical method used is descriptive quantitative with multiple linear regression and R/C ratio. The results of this study are that farmers in Waru District are classified as productive age, low education level, the number of livestock ownership is two tails with around 26 years of experience and has a family of two people and a small proportion are members of farmer groups. The average income earned by farmers is Rp1,166,390 per year. The characteristic factor that has a significant effect on the income of the Madura cattle business is the number of livestock ownership. The R/C ratio is 1.04, which means that the Madura cattle business is profitable, so it can be cultivated. Efforts that can be made to increase the income of farmers are developing the Madura cattle business by increasing the number of livestock ownership through the empowerment of communal cages to reduce farming costs incurred by farmers.