Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peluang Dan Tantangan Aceh Pada Forum Kerjasama Imt-Gt (Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle) Dalam Peningkatan Investasi Asing Aulia Srifauzi; Siti Fajrina
Power in International Relations Vol. 8 No. 1 (2023): PIR (Power in International Relations)
Publisher : Jurnal UPU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/pir.v8i1.6

Abstract

IMT-GT atau Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle adalah sebuah kerja sama regional yang berada di bawah payung organisasi ASEAN. Kerja sama ini secara resmi disahkan dan dicetuskan kepada PBB pada tanggal 20 Juli 1993 dalam Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) yang diadakan di Langkawi, Malaysia. Kerja sama ini tumbuh atas kesadaran akan pentingnya pengembangan ekonomi, investasi, dan infrastruktur dalam suatu kawasan melalui kerjasama. Program ini mencakup wilayah dari 32 provinsi, termasuk 10 provinsi di Indonesia, 14 provinsi di Thailand, dan 8 negara bagian di Malaysia bagian barat. Keputusan ini didasarkan pada potensi perkembangan ekonomi dan infrastruktur dalam wilayah subregional tersebut. Aceh merupakan salah satu provinsi yang menjadi tuan rumah dalam kegiatan IMT-GT. Aceh telah mengambil langkah-langkah untuk memanfaatkan forum ini, seperti mempromosikan pariwisata Aceh dan melakukan kolaborasi antara pemerintah Aceh dengan berbagai pelaku bisnis di Aceh. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui Peluang dan Tantangan Aceh pada Forum IMT-GT dalam meningkatkan Investasi Asing dikarenakan Aceh beberapa kali menjadi tuan rumah dalam forum tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan menggunakan library research merujuk pada studi pustaka melalui artikel, berita dan mandeley. Hasil penelitian menemukan bahwa Aceh memiliki peluang dalam peningkatan kapasitas investasi asing jika Masyarakat dan pemerintah dapat memanfaatkan peluang dengan baik dan mereduksi hambatan yang muncul.
Analisis Peran Akun @Eye.On.Palestine di Instagram Sebagai Alat Diplomasi Digital Terkait Konflik Israel-Palestina Fani Ardia Putri; Siti Fajrina
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5724

Abstract

Media sosial memainkan peran strategis dalam dinamika konflik Israel–Palestina sebagai medium penyebaran informasi dan pembentukan opini publik global. Narasi yang beredar di platform digital kerap mencerminkan posisi politik, ideologi, maupun preferensi aktor internasional. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran akun Instagram @Eye.On.Palestine sebagai instrumen diplomasi digital yang berupaya membangun narasi tandingan terhadap dominasi wacana global mengenai konflik. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini menelaah pola penyajian konten, strategi komunikasi visual, serta mekanisme pembentukan persepsi publik melalui media sosial. Pendekatan konstruktivisme digunakan sebagai landasan analitis untuk memahami bagaimana realitas konflik dikonstruksi melalui interaksi simbolik, persepsi kolektif, dan representasi digital. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa bias orientalisme masih memengaruhi cara sebagian besar masyarakat internasional memahami situasi di Palestina, sementara algoritma media sosial turut memperkuat atau menahan laju penyebaran narasi tertentu. Akun @Eye.On.Palestine terbukti berperan dalam memperluas jangkauan informasi, meningkatkan visibilitas isu kemanusiaan, dan mendorong solidaritas global. Prospek penelitian ini menunjukkan bahwa diplomasi digital melalui media sosial memiliki potensi besar untuk membentuk opini publik, memengaruhi wacana geopolitik, serta mendukung upaya advokasi kemanusiaan dalam konflik jangka panjang.