Media sosial memainkan peran strategis dalam dinamika konflik Israel–Palestina sebagai medium penyebaran informasi dan pembentukan opini publik global. Narasi yang beredar di platform digital kerap mencerminkan posisi politik, ideologi, maupun preferensi aktor internasional. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran akun Instagram @Eye.On.Palestine sebagai instrumen diplomasi digital yang berupaya membangun narasi tandingan terhadap dominasi wacana global mengenai konflik. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini menelaah pola penyajian konten, strategi komunikasi visual, serta mekanisme pembentukan persepsi publik melalui media sosial. Pendekatan konstruktivisme digunakan sebagai landasan analitis untuk memahami bagaimana realitas konflik dikonstruksi melalui interaksi simbolik, persepsi kolektif, dan representasi digital. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa bias orientalisme masih memengaruhi cara sebagian besar masyarakat internasional memahami situasi di Palestina, sementara algoritma media sosial turut memperkuat atau menahan laju penyebaran narasi tertentu. Akun @Eye.On.Palestine terbukti berperan dalam memperluas jangkauan informasi, meningkatkan visibilitas isu kemanusiaan, dan mendorong solidaritas global. Prospek penelitian ini menunjukkan bahwa diplomasi digital melalui media sosial memiliki potensi besar untuk membentuk opini publik, memengaruhi wacana geopolitik, serta mendukung upaya advokasi kemanusiaan dalam konflik jangka panjang.
Copyrights © 2025