Andiah Nurhaeny
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Pattimura

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Kinerja Jasa Ekosistem Berbasis Spasial: Implikasi Terhadap Tata Ruang dan Pembangunan Kabupaten Seram Bagian Barat Andiah Nurhaeny; Primastia Risang Narindra
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 2 (2026): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i2.8927

Abstract

Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) memiliki modal ekologis yang signifikan, namun menghadapi kesenjangan dalam mentransformasikan kapasitas ekosistem menjadi kesejahteraan masyarakat, sebagaimana tercermin dari nilai IPM sebesar 68,39 di bawah rata-rata nasional. Penelitian ini menganalisis kinerja jasa ekosistem sebagai dasar kebijakan tata ruang dan pembangunan daerah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif-spasial deskriptif melalui integrasi data ekoregion dan tutupan lahan menggunakan teknik spatial overlay dan skoring Indeks Jasa Ekosistem (IJE) berbasis GIS yang divalidasi melalui expert judgement. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kabupaten SBB didominasi tutupan hutan alami dengan integritas ekologis tinggi, di mana Hutan Campuran Sedang mencakup 423.067,99 Ha atau sekitar 84,5% luas daratan. Jasa ekosistem pengaturan dan kultural berada pada kelas tinggi hingga sangat tinggi di lebih dari 84% wilayah. Sebaliknya, jasa penyediaan pangan didominasi kelas sangat rendah pada 86,5% wilayah. Temuan ini mengindikasikan adanya kecenderungan trade-off antara dominasi fungsi konservasi dan rendahnya kapasitas penyediaan pangan lokal. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris melalui identifikasi pola distribusi jasa ekosistem di wilayah kepulauan Indonesia Timur yang masih relatif terbatas dalam literatur berbasis jasa ekosistem di Indonesia. Selain itu, penelitian ini memperluas pendekatan jasa ekosistem dalam evaluasi keberlanjutan wilayah kepulauan. Temuan penelitian merekomendasikan penetapan zona lindung ekosistem, pengembangan agroforestri, serta integrasi indikator jasa ekosistem ke dalam sistem monitoring RPJMD 2025–2029. West Seram Regency (SBB) possesses substantial ecological capital but has not yet fully transformed ecosystem capacity into improved community welfare, as reflected in its Human Development Index (HDI) of 68.39, which remains below the national average. This study aims to analyze ecosystem service performance as a basis for sustainable spatial planning and regional development policies. A descriptive quantitative-spatial approach was employed through the integration of ecoregion and land cover data using GIS-based spatial overlay techniques and Ecosystem Service Index (ESI) scoring, validated through expert judgment. The results show that West Seram Regency is dominated by natural forests with high ecological integrity, with Medium Mixed Forest covering 423,067.99 ha, or approximately 84.5% of the total land area. This condition contributes to the high performance of regulating and cultural ecosystem services, which are classified as high to very high across more than 84% of the region. In contrast, food provisioning services are predominantly categorized as very low, accounting for 86.5% of the area. These findings indicate a trade-off between the dominance of conservation functions and the limited capacity for local food provisioning. This study provides empirical evidence on ecosystem service distribution patterns in the island regions of Eastern Indonesia, a context that remains underrepresented in the ecosystem services literature. It also extends the application of the ecosystem services approach for assessing the sustainability of island territories. Based on these findings, the study recommends the designation of ecosystem protection zones, the development of agroforestry systems, and the integration of ecosystem service indicators into the monitoring framework of the 2025–2029 Regional Medium-Term Development Plan (RPJMD).
PENDAMPINGAN PENGELOLAAN DATA SPASIAL TERINTEGRASI MELALUI PENGEMBANGAN WEBGIS SISTEM SATU DATA PETA DI KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Antasari Bandjar; Andiah Nurhaeny
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.10369

Abstract

ABSTRACT Regional development requires integrated, accurate, and accessible data as the basis for decision-making. However, data management in West Seram Regency still faces several challenges, including fragmented data across Regional Apparatus Organizations (OPDs), non-standardized formats, and the lack of spatial and non-spatial data integration. This community service activity aimed to develop a WebGIS-based One Map Data System to support integrated data management and data-driven planning. The implementation method employed a technical assistance approach consisting of data collection, data standardization and validation, conversion into spatial formats, and integration into a WebGIS-based database system. The results showed that the developed system was able to integrate spatial and non-spatial data into a unified platform, provide interactive map visualization, and improve the quality and accessibility of regional data management. The system also supports evidence-based development planning through the provision of more accurate and structured information. Therefore, the development of the WebGIS One Map Data System not only produced a technological innovation but also encouraged a more integrated, transparent, and sustainable regional data governance system. ABSTRAK Pembangunan daerah membutuhkan data yang terintegrasi, akurat, dan mudah diakses sebagai dasar pengambilan keputusan. Namun, pengelolaan data di Kabupaten Seram Bagian Barat masih menghadapi permasalahan berupa data yang tersebar antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tidak terstandarisasi, serta belum terintegrasi secara spasial dan nonspasial. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan Sistem Satu Data Peta berbasis WebGIS untuk mendukung pengelolaan data terintegrasi dan perencanaan berbasis data. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendampingan teknis yang mencakup pengumpulan data, standarisasi dan validasi, konversi data ke format spasial, serta integrasi data ke dalam basis data berbasis WebGIS. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu mengintegrasikan data spasial dan nonspasial dalam satu platform terpadu, menyediakan visualisasi peta interaktif, serta meningkatkan kualitas pengelolaan dan aksesibilitas data daerah. Sistem ini juga mendukung proses perencanaan pembangunan berbasis data (evidence-based planning) melalui penyediaan informasi yang lebih akurat dan terstruktur. Dengan demikian, pengembangan WebGIS Sistem Satu Data Peta tidak hanya menghasilkan inovasi teknologi, tetapi juga mendorong transformasi tata kelola data daerah yang lebih terintegrasi, transparan, dan berkelanjutan.
PENDAMPINGAN PENENTUAN WILAYAH PRIORITAS PENANGGULANGAN KEMISKINAN BERBASIS PEMETAAN SPASIAL DI KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Pahrul Idham Kaliky; Andiah Nurhaeny
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.13358

Abstract

ABSTRACT Fragmented poverty data management across Regional Government Organizations (Organisasi Perangkat Daerah/OPD) has become a major challenge in formulating poverty alleviation policies in West Seram Regency, as it has not provided an integrated spatial perspective for determining priority intervention areas. This condition prompted the implementation of a community assistance program for the Regional Poverty Alleviation Coordination Team (Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah/TKPKD) to identify priority areas through the integration of multidimensional poverty data and spatial analysis. The assistance was conducted using a participatory approach involving data and indicator harmonization across OPDs, verification of sectoral data, multidimensional poverty analysis, thematic and composite mapping, and joint evaluation with project partners. The program resulted in an integrated multidimensional poverty database, a consensus on cross-sectoral indicators, and a composite priority map that serves as a reference for preparing the Regional Poverty Alleviation Plan (Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah/RPKD). Based on the composite analysis, Huamual, Huamual Belakang, Seram Barat, and Taniwel Districts were identified as Priority I areas for poverty alleviation. These findings demonstrate that integrating multidimensional poverty data with spatial analysis not only improves the identification of priority intervention areas but also strengthens inter-agency coordination and promotes the implementation of evidence-based planning and spatial-based planning to support more integrated, adaptive, and targeted poverty alleviation policies. ABSTRAK Pengelolaan data kemiskinan yang masih terpisah antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi salah satu tantangan dalam penyusunan kebijakan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Seram Bagian Barat karena belum mampu memberikan gambaran kewilayahan yang terpadu sebagai dasar penentuan prioritas intervensi. Kondisi tersebut mendorong pelaksanaan kegiatan pendampingan bagi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) untuk menyusun wilayah prioritas melalui integrasi data kemiskinan multidimensi dengan pendekatan spasial. Pendampingan dilaksanakan secara partisipatif melalui harmonisasi data dan indikator lintas OPD, verifikasi informasi sektoral, analisis kemiskinan multidimensi, penyusunan peta tematik dan peta komposit, serta evaluasi bersama mitra. Kegiatan ini menghasilkan basis data kemiskinan multidimensi yang terintegrasi, kesepakatan indikator lintas OPD, dan peta komposit sebagai acuan penyusunan Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD). Berdasarkan analisis komposit, Kecamatan Huamual, Huamual Belakang, Seram Barat, dan Taniwel ditetapkan sebagai wilayah Prioritas I penanggulangan kemiskinan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa integrasi data multidimensi dan pendekatan spasial tidak hanya meningkatkan kualitas identifikasi wilayah prioritas, tetapi juga memperkuat koordinasi antarlembaga serta mendorong penerapan evidence-based planning dan spatial-based planning dalam penyusunan kebijakan penanggulangan kemiskinan yang lebih terpadu, adaptif, dan tepat sasaran.
PENGUATAN SISTEM KETENAGAKERJAAN KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT MELALUI PENYUSUNAN DAN IMPLEMENTASI RENCANA TENAGA KERJA DAERAH (RTKD) 2025–2029 Pahrul Idham Kaliky; Andiah Nurhaeny
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8718

Abstract

ABSTRACT Regional labor development plays a crucial role in promoting economic growth and enhancing the quality of human resources. In West Seram Regency, relatively favorable labor conditions continue to face challenges related to the limited availability of integrated and data-driven labor information systems and planning frameworks. This situation may hinder the sustainability of labor development if not addressed through systematic interventions. This community service initiative focuses on strengthening the regional labor system through assistance in the preparation and implementation of the Regional Labor Plan (RTKD) for the 2025–2029 period. The approach involved policy planning assistance conducted over a 90-day period, encompassing the collection and processing of labor data, the projection of labor supply and demand based on economic growth elasticity, and cross-sectoral coordination among local government institutions. The results indicate the establishment of a structured and integrated labor database, the formulation of medium-term labor projections, and the development of evidence-based labor policies, strategies, and programs. In addition, the activity enhanced the capacity of local government officials to utilize the RTKD as a reference for policy decision-making. Overall, this community service activity demonstrates that data-driven labor planning assistance is effective in strengthening more focused, measurable, and sustainable regional labor governance and has the potential to be replicated in regions with similar characteristics. ABSTRAK Pembangunan ketenagakerjaan di tingkat daerah merupakan elemen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Di Kabupaten Seram Bagian Barat, capaian ketenagakerjaan yang relatif baik masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan sistem informasi dan perencanaan ketenagakerjaan yang terintegrasi serta berbasis data. Kondisi tersebut berpotensi menghambat keberlanjutan pembangunan ketenagakerjaan apabila tidak ditangani secara sistematis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini difokuskan pada penguatan sistem ketenagakerjaan daerah melalui pendampingan penyusunan dan implementasi Rencana Tenaga Kerja Daerah (RTKD) periode 2025–2029. Metode yang digunakan berupa pendampingan perencanaan kebijakan selama 90 hari kalender yang meliputi pengumpulan dan pengolahan data ketenagakerjaan, penyusunan proyeksi persediaan dan kebutuhan tenaga kerja berdasarkan elastisitas pertumbuhan ekonomi, serta koordinasi lintas perangkat daerah. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya basis data ketenagakerjaan yang terstruktur dan terintegrasi, tersusunnya proyeksi tenaga kerja jangka menengah, serta dirumuskannya arah kebijakan, strategi, dan program ketenagakerjaan yang lebih berbasis bukti. Selain itu, kegiatan ini turut meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam memanfaatkan RTKD sebagai acuan pengambilan kebijakan. Secara keseluruhan, pengabdian ini menegaskan bahwa pendampingan perencanaan ketenagakerjaan berbasis data efektif dalam memperkuat tata kelola ketenagakerjaan daerah yang terarah, terukur, dan berkelanjutan, serta berpotensi direplikasi pada daerah dengan karakteristik serupa.
ANALISIS DAYA DUKUNG DAN DAYA TAMPUNG LINGKUNGAN HIDUP BERBASIS JASA EKOSISTEM PENYEDIAAN PANGAN DAN AIR BERSIH DI KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Andiah Nurhaeny
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.10147

Abstract

ABSTRACT West Seram Regency is characterized by mountainous and coastal landscapes that provide essential ecological capacity for food and freshwater provisioning. However, increasing pressure from natural resource utilization has the potential to reduce the environment's ability to sustain these ecosystem functions, while studies on Ecosystem Services-Based Environmental Carrying Capacity and Environmental Capacity (D3TLH) in archipelagic regions with similar biophysical characteristics remain limited. This study aims to analyze ecosystem services-based D3TLH for food and freshwater provisioning in West Seram Regency as a scientific basis for sustainable environmental management and spatial planning. The analysis integrated ecoregion and land cover data using a Geographic Information System (GIS), followed by Pairwise Comparison weighting, the development of the Ecosystem Services Index (ESI), and spatial D3TLH assessment. The results revealed that 97.4% of the study area was classified as having a balanced D3TLH status for food provisioning, while 99% exhibited a surplus D3TLH status for freshwater provisioning. These findings indicate that the ecological capacity of West Seram Regency remains generally sufficient to support community needs, despite spatial variations influenced by ecoregional characteristics and land cover patterns. This study extends the application of ecosystem services-based D3TLH assessment in archipelagic regions through the integration of GIS-based spatial analysis, thereby providing a more comprehensive scientific basis for sustainable spatial planning and natural resource management. ABSTRAK Kabupaten Seram Bagian Barat memiliki karakteristik bentang alam pegunungan dan pesisir yang membentuk kapasitas ekologis penting dalam penyediaan pangan dan air bersih. Meskipun demikian, tekanan pemanfaatan sumber daya alam berpotensi mengurangi kemampuan lingkungan dalam mempertahankan fungsi tersebut, sementara kajian Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup (D3TLH) berbasis jasa ekosistem pada wilayah kepulauan dengan karakteristik biofisik seperti ini masih relatif terbatas. Penelitian ini menganalisis D3TLH berbasis jasa ekosistem penyedia pangan dan air bersih di Kabupaten Seram Bagian Barat sebagai dasar pengelolaan lingkungan dan penataan ruang yang berkelanjutan. Analisis dilakukan melalui integrasi data ekoregion dan tutupan lahan menggunakan Geographic Information System (GIS), dilanjutkan dengan pembobotan Pairwise Comparison, penyusunan Indeks Jasa Ekosistem (IJE), serta evaluasi D3TLH melalui pendekatan spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 97,4% wilayah memiliki status D3TLH penyedia pangan yang seimbang, sedangkan 99% wilayah berada pada status D3TLH penyedia air bersih surplus. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa kapasitas ekologis Kabupaten Seram Bagian Barat secara umum masih mampu mendukung kebutuhan masyarakat, meskipun terdapat variasi spasial yang dipengaruhi oleh karakteristik ekoregion dan tutupan lahan. Penelitian ini memperluas penerapan analisis D3TLH berbasis jasa ekosistem pada wilayah kepulauan melalui integrasi analisis GIS, sehingga menyediakan dasar ilmiah yang lebih komprehensif untuk mendukung perencanaan tata ruang dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.