Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PROMOTING COLLABORATIVE LEARNING IN HIGHER EDUCATION IN A LARGE CLASS SIZE SRI UTAMI; Ida Maftukhah; Tusyanah Tusyanah; Wijang Sakitri; Indah Fajarini Sri Wahyuningrum
LEAD (Language, Education and Development) Vol 1 No 2 (2022): Volume 1 Number 2 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.lead.2022.2.1.5500

Abstract

The study examines the features of collaborative feedback among students in their writing process in the blended learning environment and finds their experiences during this collaborative learning. This study used the qualitative method. Twenty texts of the students' writing were used as the primary data. Then, this research employed an interview and an observation. Through textual analysis and survey results, I first found a similar trend of texts the students primarily focused on in giving writing feedback. There are tenses, punctuation, spelling, and capitalization. These facts mean that the students are good enough to understand the correct and incorrect features used in writing at those features. Second, during the implementation of this collaborative learning, students have the opportunity to negotiate any feedback, give and respond to any available text, and practice decision-making skills. These findings imply that first, lecturers are supposed to acknowledge the students' language skill level to create better material for them. Second, the students can be categorized as self-regulated, other-regulated, and object-regulated. The number of self-regulated and other-regulated learners is dominant compared to object-regulated ones. Understanding the type of learners is vital to developing a better approach in teaching and learning in a large class, especially for developing countries like Indonesia. The research is limited to a large class size where English is a foreign language. Hence, the method of blended learning for writing in a large class size needs to adjust to any local context. However, the challenges come from the students themselves, the classroom management, or the infrastructure available for teaching and learning. This collaborative feedback is a pedagogical breakthrough for most developing countries with many students.
PENGUATAN LITERASI KEUANGAN GUNA MENUNJANG PENGEMBANGAN BISNIS UMKM DI DESA BRANJANG Ida Maftukhah; Sri Wartini; Nurul Kamila; Nadia Ingrida Kusumadewi
Studi Kasus Inovasi Ekonomi Vol. 9 No. 01 (2025)
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/skie.v9i01.38016

Abstract

Kemampuan mengelola keuangan oleh pelaku UMKM merupakan faktor penting terhadap kamajuan dan keberhasilan UMKM. Oleh karena itu, pengetahuan yang memadai mengenai literasi keuangan dan inklusi keuangan seharusnya dimiliki oleh pelaku UMKM. Desa Branjang merupakan salah satu desa di Kabupaten Ungaran yang memiliki berbagai potensi untuk pengembangan UMKM, baik di sektor pariwisata, pertanian ataupun industri. Namun demikian, perkembangan berbagai usaha kecil tersebut ternyata kurang diimbangi oleh peningkatan kemampuan literasi keuangan oleh para pemiliki usaha UMKM di Desa Branjang. Hanya sebagian kecil pelaku usaha yang sudah memiliki dan menerapkan pencataan keuangan secara baik dan terstruktur. Berdasarkan kondisi tersebut diusulkan beberapa kegiatan terkait usaha penguatan literasi keuangan bagi pelaku UMKM di Desa Branjang. Dimulai dari pemaparan mengenai pentingnya literasi keuangan bagi perkembangan usaha UMKM hingga pelatihan untuk penyusunan laporan keuangan sederhana yang nantinya akan berguna bagi pelaku UMKM. Pembuatan laporan keuangan yang dilakukan nantinya relative sederhana, sehingga mudah penyusunannya. Kegiatan-kegiatan tersebut di atas akan dilakukan dengan metode ceramah, pelatihan dan metode Focus Group Discussion
Pengaruh Viral Marketing dan Influencer Marketing terhadapPurchase Decision melalui FoMO sebagai Variabel Interveningpada Konsumen Scarlett Whitening Kota Semarang Rossa Khasanah; Ida Maftukhah
Unnes Business Quarterly Vol. 1 No. 2 (2025): UNNES BUSINESS QUARTERLY
Publisher : Unnes Business Quarterly

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri skincare di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat, namun Scarlett Whitening justru mengalami penurunan pendapatan meskipun telah menerapkan viral marketing dan influencer marketing. Kondisi ini mengindikasikan strategi pemasaran yang belum optimal dalam mendorong keputusan pembelian. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh viral marketing dan influencer marketing terhadap purchase decision melalui fear of missing out (FoMO) pada konsumen Scarlett Whitening di Kota Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 150 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan PLS-SEM dengan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa viral marketing dan influencer marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchase decision, serta terhadap FoMO. Selain itu, FoMO juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchase decision dan memediasi pengaruh viral marketing serta influencer marketing terhadap purchase decision.
Pengaruh E-WOM dan E-Promotion terhadap Repurchase Intention melalui Customer Satisfaction sebagai Variabel Intervening (Studi Pada Pengguna Lazada di Kota Semarang) Valiza Lulu Iqlima; Ida Maftukhah
Unnes Business Quarterly Vol. 1 No. 2 (2025): UNNES BUSINESS QUARTERLY
Publisher : Unnes Business Quarterly

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan e-commerce di Indonesia menunjukkan perkembangan yang pesat, namun Lazada justru mengalami penurunan pendapatan dalam dua tahun terakhir. Kondisi ini mengindikasikan bahwa strategi pemasaran digital yang diterapkan, seperti e-WOM dan e-promotion, belum sepenuhnya efektif dalam meningkatkan kepuasan pelanggan maupun mendorong niat pembelian ulang. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh e-WOM dan e-promotion terhadap repurchase intention dengan customer satisfaction sebagai variabel mediasi pada pengguna Lazada di Kota Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis SEM-PLS melalui SmartPLS 4.1. Sebanyak 130 responden dipilih menggunakan teknik non-probability purposive sampling. Pengujian hipotesis dilakukan dengan metode one-tailed untuk menilai arah pengaruh antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-WOM dan e-promotion tidak berpengaruh positif terhadap repurchase intention. Namun, kedua variabel tersebut terbukti berpengaruh positif terhadap customer satisfaction. Selain itu, e-WOM dan e-promotion memberikan pengaruh tidak langsung terhadap repurchase intention melalui customer satisfaction. Temuan ini menegaskan bahwa kepuasan pelanggan berperan penting sebagai mediator dalam memperkuat efektivitas strategi pemasaran digital terhadap repurchase intention.
High-Performance Work System, Kelelahan Karyawan, dan Kinerja Karyawan: Peran Mediasi Kreativitas Karyawan pada Sektor Ritel Spica Sihombing; Ida Maftukhah
Unnes Business Quarterly Vol. 2 No. 2 (2026): UNNES BUSINESS QUARTERLY
Publisher : Unnes Business Quarterly

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja karyawan merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan perusahaan di tengah tingginya tuntutan dan persaingan sektor ritel. Keberhasilan perusahaan dalam faktor kinerja tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh penerapan High Performance Work System (HPWS), tetapi juga oleh tingkat kelelahan yang dapat membatasi kemampuan karyawan dalam bekerja serta kreativitas yang membantu karyawan menghasilkan solusi dan menyelesaikan pekerjaan secara efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh HPWS dan kelelahan karyawan terhadap kinerja karyawan dengan kreativitas karyawan sebagai variabel mediasi pada karyawan Toserba dan Swalayan Goori Gunungpati Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 76 karyawan yang seluruhnya dijadikan sampel menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HPWS berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja serta kreativitas karyawan, sedangkan kelelahan karyawan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja maupun kreativitas karyawan. Kreativitas karyawan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja serta terbukti memediasi pengaruh HPWS dan kelelahan karyawan terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan penerapan HPWS dan pengelolaan kelelahan karyawan secara efektif berperan dalam meningkatkan kreativitas sehingga berdampak pada peningkatan kinerja karyawan.