Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN ISO 1400:2015 BIDANG INDUSTRI KEHUTANAN DIBIDANG PELATIHAN KARYAWAN (Studi Kasus pada Penerapan Pengembangan Kompetensi Karyawan) A. Hadian Pratama Hamzah; Fua Dewita; Nurhasanah Nurhasanah
MIMBAR ADMINISTRASI FISIP UNTAG Semarang Vol. 20 No. 1 (2023): April : Jurnal MIMBAR ADMINISTRASI
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/mia.v20i1.613

Abstract

Pada tahun 1996 di Geneva, Swiss International Organization for Standardization (ISO) menerbitkan SML ISO 14001. Dimana hal tersebut dipercaya mampu membantu dalam menciptakan proses/mekanisme yang menyatu dalam meningkatkan kemampuan lingkungan dengan berkelanjutan yang dilakukan pada kegiatan produksi setiap hari (Rachman et al., 2019). Akan tetapi beberapa perusahaan mampu dan mau menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 karena diperlukan biaya yang besar tergantung dari fasilitas dan karakteristik perusahaan yang terdiri dari biaya audit rutin dan biaya investasi, selain itu SML ISO 14001 juga bersifat sukarela (Kamalia et al., 2020). Pelatihan merupakan salah satu komponen utama dalam Sistem Manajemen Lingkungan sesuai ISO 14001. Maka dalam penelitian ini lebih memfokuskan pada pelatihan apa saja yang telah diikuti oleh para staf pekerja setelah adanya SML ISO 14001:2015 yang telah dimiliki PT. X bidang kehutanan. Pratik evaluasi penerapan SML ISO 14001:2015 pada PT. X bidang kehutanan untuk dibidang pelatihan masih sangat minim dilakukan dan untuk pengelolaan lingkungan pada area basecamp, nursery, sudah cukup baik namun untuk area workshop dan area log pond masih perlu dilakukan peningkatan dalam pengelolaan lingkungannya.
Strategi Kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Tana Tidung Untuk Meningkatkan Peran Umkm Dalam Pelestarian Lingkungan Hidup Melalui Penerapan Surat Pernyataan Pengelolaan (Studi Kasus Usaha Perbengkelan Dan Industri Batik) Fua Dewita; Lilik Sulistyowati; Nurhasanah Nurhasanah
Jurnal Zona Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/zona.v7i2.95

Abstract

UMKM yang ada di Indonesia mempunyai peran yang cukup besar dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Akan tetapi seiring semakin banyaknya UMKM, dalam perkembangannya tidak selalu memberikan dampak positif namun juga dapat memberikan dampak negative seperti dalam melaksanakan usahanya dapat berpotensi dalam menghasilkan limbah yang dapat menyebabkan tercemarnya lingkungan hidup di sekitarnya. Oleh karena itu dibutuhkan suatu komitmen dari pelaku usaha dalam melakukan pengelolaan lingkungan dalam menjalankan kegiatan usahanya, salah satu bentuk komitmen dari pelaku usaha yaitu Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL) yang diperuntukkan bagi usaha dengan skala mikro, kecil ataupun menengah.
Strategi Kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Tana Tidung Untuk Meningkatkan Peran Umkm Dalam Pelestarian Lingkungan Hidup Melalui Penerapan Surat Pernyataan Pengelolaan (Studi Kasus Usaha Perbengkelan Dan Industri Batik) Fua Dewita; Lilik Sulistyowati; Nurhasanah Nurhasanah
Jurnal Zona Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/zona.v7i2.95

Abstract

UMKM yang ada di Indonesia mempunyai peran yang cukup besar dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Akan tetapi seiring semakin banyaknya UMKM, dalam perkembangannya tidak selalu memberikan dampak positif namun juga dapat memberikan dampak negative seperti dalam melaksanakan usahanya dapat berpotensi dalam menghasilkan limbah yang dapat menyebabkan tercemarnya lingkungan hidup di sekitarnya. Oleh karena itu dibutuhkan suatu komitmen dari pelaku usaha dalam melakukan pengelolaan lingkungan dalam menjalankan kegiatan usahanya, salah satu bentuk komitmen dari pelaku usaha yaitu Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL) yang diperuntukkan bagi usaha dengan skala mikro, kecil ataupun menengah.