Karies gigi merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering dialami anak usia sekolah. Data Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi karies di Indonesia masih tinggi, termasuk Sumatera Barat sebesar 43,9% dan Kabupaten Pasaman Barat 44,52%, dengan angka lebih tinggi pada anak sekolah dasar. Kondisi ini dapat mengganggu konsentrasi belajar, aktivitas, hingga kualitas hidup anak. Pengetahuan kesehatan gigi menjadi faktor penting dalam membentuk perilaku pencegahan karies. Namun, tidak semua anak dengan pengetahuan baik mampu mempraktikkannya secara konsisten. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan gigi dengan perilaku pencegahan karies gigi pada anak usia 9–12 tahun di SDN 12 Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh siswa kelas III–VI berjumlah 83 orang yang dijadikan sampel total. Instrumen penelitian berupa kuesioner tervalidasi dan reliabel dengan 30 item pertanyaan valid. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup (44,6%) dan perilaku pencegahan karies sedang (73,5%). Uji statistik diperoleh p = 0,000 (p<0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,523, yang berarti terdapat hubungan signifikan dengan kekuatan sedang. Pengetahuan berkontribusi 28,5% terhadap perilaku, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain seperti peran orang tua, lingkungan, dan dukungan sekolah. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan kesehatan gigi dengan perilaku pencegahan karies gigi. Saran: Sekolah diharapkan membiasakan sikat gigi bersama melalui program UKS/UKGS.