Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Tentang Kesehatan Gigi dengan Perilaku Pencegahan Karies Gigi di SDN 12 Koto Balingka Kabupaten Pasaman BaratSumatera Barat Rizki Amelia Putri Nst; Aida Andriani; Aulia Putri
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 08 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies gigi merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering dialami anak usia sekolah. Data Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi karies di Indonesia masih tinggi, termasuk Sumatera Barat sebesar 43,9% dan Kabupaten Pasaman Barat 44,52%, dengan angka lebih tinggi pada anak sekolah dasar. Kondisi ini dapat mengganggu konsentrasi belajar, aktivitas, hingga kualitas hidup anak. Pengetahuan kesehatan gigi menjadi faktor penting dalam membentuk perilaku pencegahan karies. Namun, tidak semua anak dengan pengetahuan baik mampu mempraktikkannya secara konsisten. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan gigi dengan perilaku pencegahan karies gigi pada anak usia 9–12 tahun di SDN 12 Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh siswa kelas III–VI berjumlah 83 orang yang dijadikan sampel total. Instrumen penelitian berupa kuesioner tervalidasi dan reliabel dengan 30 item pertanyaan valid. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup (44,6%) dan perilaku pencegahan karies sedang (73,5%). Uji statistik diperoleh p = 0,000 (p<0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,523, yang berarti terdapat hubungan signifikan dengan kekuatan sedang. Pengetahuan berkontribusi 28,5% terhadap perilaku, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain seperti peran orang tua, lingkungan, dan dukungan sekolah. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan kesehatan gigi dengan perilaku pencegahan karies gigi. Saran: Sekolah diharapkan membiasakan sikat gigi bersama melalui program UKS/UKGS.
Pengaruh Pemberian Jus Pepaya (Carica Papaya) Terhadap Tekanan Darah pada Lansia Penderita Hipertensi di Kenagarian Tabek Panjang Tahun 2025 Anisa Permata Bunda; Dewi Kurniawati; Aulia Putri
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 04 (2026): AGUSTUS - SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang paling banyak dialami oleh lansia dan menjadi faktor risiko utama terjadinya penyakit kardiovaskular, stroke, gagal ginjal, serta kematian dini. Selain terapi farmakologis, terapi nonfarmakologis melalui konsumsi buah-buahan yang kaya kalium, seperti pepaya (Carica papaya), diketahui dapat membantu menurunkan tekanan darah. Kandungan kalium, vitamin C, antioksidan, serta enzim papain pada buah pepaya berperan dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh, meningkatkan ekskresi natrium, dan memperbaiki elastisitas pembuluh darah sehingga berpotensi menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus pepaya (Carica papaya) terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Kenagarian Tabek Panjang Kabupaten Agam Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan two group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 32 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi (16 responden) dan kelompok kontrol (16 responden). Kelompok intervensi diberikan jus pepaya sebanyak 100 gram setiap pagi sebelum sarapan selama lima hari berturut-turut, sedangkan kelompok kontrol hanya mendapatkan perawatan rutin. Tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer dan stetoskop sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji paired t-test, Wilcoxon Signed Rank Test, dan Mann–Whitney U Test dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Rata-rata tekanan darah sistolik pada kelompok intervensi menurun dari 143,38 mmHg menjadi 137,69 mmHg, sedangkan tekanan darah diastolik menurun dari 90,63 mmHg menjadi 85,81 mmHg. Hasil uji paired t-test menunjukkan terdapat pengaruh yang bermakna pemberian jus pepaya terhadap penurunan tekanan darah (p=0,000). Pada kelompok kontrol tidak ditemukan penurunan yang bermakna (p>0,05). Hasil uji Mann–Whitney U Test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p=0,002). Pemberian jus pepaya (Carica papaya) berpengaruh signifikan dalam menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Jus pepaya dapat dijadikan sebagai terapi komplementer nonfarmakologis dalam pengelolaan hipertensi pada lansia.
GAMBARAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT ISLAM IBNU SINA BUKITTINGGI TAHUN 2025 Nessha Dinarianti; Aulia Putri; Dian Anggraini
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 04 (2026): AGUSTUS - SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit kronis dengan prevalensi global yang meningkat dan berdampak signifikan pada kualitas hidup penderitanya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kualitas hidup pasien Diabetes Melitus di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Bukittinggi tahun 2025. Desain penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan 96 responden yang dipilih purposive sampling. Instrumen menggunakan kuesioner Diabetes Quality of Life (DQOL) 30 item. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 46–64 tahun (60,4%), berjenis kelamin perempuan (74%), berpendidikan SMA/sederajat (38,5%), lama menderita diabetes melitus lebih dari 5 tahun (69,8%), dan mayoritas bekerja sebagai ibu rumah tangga (37,5%). Gambaran kualitas hidup pasien menunjukkan lebih dari separuh (58,3%) responden berada pada kategori sedang, 39,6% pada kategori tinggi, dan hanya 2,1% pada kategori rendah. Kesimpulan penelitian ini adalah kualitas hidup pasien diabetes melitus di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Bukittinggi sebagian besar berada pada kategori sedang. Di harapkan kepada semua pihak terutama petugas kesehatan untuk selalu melakukan upaya edukasi lebih lanjut untuk membentuk perilaku positif pasien diabetes mellitus.
HUBUNGAN POLA KONSUMSI GULA, GARAM, LEMAK (GGL) DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS NILAM SARI BUKITTINGGI TAHUN 2025 Khairul Naas; Aulia Putri; Yossi Fitrina
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 04 (2026): AGUSTUS - SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan jenis penyakit terbanyak nomor satu di Indonesia yaitu dengan prevalensi 34,1 % pada usia > 15 tahun. Begitu juga di Puskesmas Nilam Sari sebagai wilayah kerja dengan temuan kasus hipertensi terbesar di Kota Bukittinggi yaitu sebesar 20,45% (2,748 kasus). Salah satu fenomena yang ditemukan pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Nilam Sari Adalah banyaknya pasien hipertensi yang mengkonsumsi jenis makanan sehari-hari yang tidak terpisah dengan anggota keluarga lain serta kebiasaan masyarakat untuk mengkonsumsi gula (minuman manis) setiap harinya sehingga mengindikasikan tidak terkontrolnya asupan gula, garam dan lemak harian pada pasien penderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola konsumsi gula, garam dan lemak (GGL) dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Nilam Sari Bukittinggi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh kasus baru hipertensi tahun 2025 yaitu sebanyak 547 kasus. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan besaran sampel sebanyak 85 responden. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuisioner pola konsumsi gula dan gram, SQ-FFQ dan observasi tekanan darah. Analisis data pada penelitian ini meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa 68,2% responden dengan pola konsumsi gula berlebih, 72,9% konsumsi garam berlebih, 97,6% pola konsumsi lemak sesuai anjuran dan 52,9% dengan tekanan darah tinggi. Variabel yang berhubungan dengan tekanan darah pasien hipertensi adalah pola konsumsi gula (p = 0,025, OR = 3,273) dan pola konsumsi garam (p = 0,022, OR = 36,19). Sedangkan pola konsumsi lemak tidak berhubungan dengan tekanan darah (p = 1,000). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pola konsumsi gula dan garam dengan tekanan darah pada pasien hipertensi. Diharapkan kepada pihak Puskesmas Nilam Sari untuk dapat meningkatkan upaya komunikasi, edukasi dan informasi terkait kepatuhan diet pada penderita hipertensi.