Fransiska Fransiska
PG-PAUD STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTASI FARMING GARDENING PROJECT SEBAGAI BENTUK PENGENALAN KEARIFAN LOKAL SUKU DAYAK DI TK SANTA MARIA SINTANG Fransiska Fransiska; Adpriyadi Adpriyadi; Sudarto Sudarto
Jurnal Golden Age Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Golden Age
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/goldenage.v6i2.6900

Abstract

AbstrakKegiatan farming gardening project di setiap sekolah memiliki keunikan masing-masing, begitupula dengan kegiatan farming gardening project yang ada di TK Santa Maria Sintang yang kegiatannya dihubungkan dengan kearifan lokal suku Dayak. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeksripsikan implementasi farming gardening project sebagai bentuk pengenalan kearifan lokal suku Dayak di TK Santa Maria Sintang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus dengan jumlah subyek penelitian sebanyak 4 orang. Hasil penelitian menunjukkan: 1) perencanaan yang dilakukan adalah membuat program ladang mini yang dihubungkan dengan kearifan lokal suku Dayak. 2) Pelaksanaan farming gardening project ini melibatkan kerjasama antara siswa, guru dan orang tua dengan menanam padi, timun ladang, sawi ladang, bayam ladang dan jagung. 3) Evaluasi dari implementasi farming gardening project menunjukkan program ladang mini yang telah berjalan dikatakan gagal karena tidak sampai pada waktu panen karena disebabkan oleh banjir besar yang melanda TK Santa Maria sehingga banyak tanaman yang mati.Kata kunci : farming gardening project, kearifan lokal, Taman Kanak-Kanak. AbstractThe farming gardening project activity in each school has its own uniqueness, as well as the farming gardening project activity at Santa Maria Sintang Kindergarten whose activities are linked to the local wisdom of the Dayak tribe. The purpose of this study is to describe the implementation of the farming gardening project as a form of introduction to local wisdom of the Dayak tribe in Santa Maria Sintang Kindergarten. This study uses a qualitative approach with the type of case study research with the number of research subjects as many as 4 people. The results of the study show that: 1) the planning carried out was to create a mini-farm program that was linked to the local wisdom of the Dayak tribe. 2) The implementation of this farming gardening project involves collaboration between students, teachers and parents by planting rice, field cucumbers, mustard greens, field spinach and corn. 3) Evaluation of the implementation farming gardening project shows that the mini-farm program that has been running is said to have failed because it did not arrive at harvest time because it was caused by the big flood that hit Santa Maria Kindergarten so that many plants unsuccessful.Keywords : farming gardening projects, local wisdom, Kindergarten.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU TAMAN KANAK-KANAK MELALUI PELATIHAN KETERAMPILAN MENGAJAR ABAD 21 Fransiska Fransiska; Adpriyadi Adpriyadi; Yayan Adrianova Eka Tuah
JPPM: Jurnal Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 2 (2025): Edisi Nopember
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jppm.v4i2.5621

Abstract

Menjadi seorang guru TK harus berasal dari latarbelakang pendidikan yang sesuai akan tetapi pada kenyataannya masih terdapat guru TK dengan latar belakang pendidikan yang berbeda bahkan ada yang berasal dari lulusan SMA oleh karena itu tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah memberikan pelatihan kepada guru-guru TK agar menambah wawasan dan pengetahuan tentang pembuatan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum merdeka serta berhubungan dengan keterampilan mengajar di abad 21. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode pelatihan. Pelatihan dilaksanakan melalui kolaborasi antara tim pengabdian dan guru-guru TK Rajawali Sintang. Dalam pelaksanaannya, program ini melalui 3 tahap kegiatan yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Hasil dari kegiatan PkM ini adalah para guru terlihat antusias selama kegiatan pelatihan dan mereka memperoleh pengetahuan tentang pendidikan anak usia dini, pembuatan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum merdeka serta menerapkan 4C ketrampilan dalam praktek mengajar yaitu meliputi critical thinking (berpikir kritis), creativity (kreativitas), communication (komunikasi), dan collaboration (kolaborasi).Kata Kunci: Kompetensi Guru, Taman Kanak-Kanak, Keterampilan Mengajar, Abad 21.
Peran Tutor Sebaya dalam Mengembangkan Keterampilan Sosial Siswa Tunarungu Di TK Inklusi Fransiska Fransiska; Adpriyadi Adpriyadi; Theresa Chrismawati
Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif (AUDHI) Vol 8, No 2 (2026)
Publisher : Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jaudhi.v8i2.5093

Abstract

Abstrak- Peran tutor sebaya berpotensi membantu perkembangan keterampilan sosial siswa tunarungu, namun pelaksanaannya sering terhambat berbagai faktor, sehingga diperlukan upaya guru yang tepat untuk memastikan proses pembelajaran dan interaksi sosial di TK inklusi berlangsung secara optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran tutor sebaya dalam mengembangkan keterampilan sosial siswa tunarungu, faktor penghambat, serta upaya guru untuk membantu siswa tunarungu dalam kegiatan pembelajaran. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 3 orang yang terdiri dari 1 orang tutor sebaya, 1 orang siswa tunarungu, dan 1 orang guru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi dengan teknik analisis data menggunakan interaktif model dari Miles dan Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tutor sebaya berperan positif dalam mengembangkan keterampilan sosial siswa tunarungu. Namun, efektivitas tutor sebaya masih menghadapi hambatan berupa keterbatasan komunikasi visual, strategi pembelajaran yang belum sepenuhnya adaptif, kondisi lingkungan kelas yang kurang mendukung, serta belum adanya pengelolaan dan supervisi tutor sebaya secara sistematis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tutor sebaya terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan sosial siswa tunarungu, terutama ketika didukung oleh peran guru melalui komunikasi yang jelas, penataan tempat duduk yang tepat, serta penggunaan media visual yang baik. Kata kunci - Inklusi; Keterampilan Sosial; Tunarungu; Tutor Sebaya