Ana Quthratun Nada
UIN Sunan kalijaga

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBELAJARAN TEMATIK-INTEGRATIF: STUDI RELEVANSI TERHADAP INTEGRASI-INTERKONEKSI KEILMUAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM (M. AMIN ABDULLAH) Ana Quthratun Nada; sedya sentosa
Mentari : Journal of Islamic Primary School Vol. 1 No. 2 (2023): June 2023
Publisher : PGMI, STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran pada kurikulum 2013 atau biasa lebih dikenal dengan pembelajaran tematik integrative, yang memadukan berbagai mata pelajaran ke dalam sebuah tema. Integrasi ini meliputi dua hal yaitu integrasi yang berorientasi pada sikap, pengetahuan dan keterampilan peserta didik dalam proses pembelajaran dan integrasi berbagai mata pelajaran dalam sebuah tema. Jika dilihat dari kacamata pendidikan Islam, ke tiga orientasi tersebut tidak jauh berbeda dengan ketentuan yang digariskan oleh agama Islam untuk menjadi insan kamil yakni membentuk manusia yang bersikap, berfikir dan bertindak sesuai ketentuan Islam. Tujuan pembahasan dalam penelitian ini untuk mengetahui: konsep integrasi dalam pembelajaran tematik yang terdapat dalam Kurikulum 2013, konsep integrasi keilmuan dalam pendidikan Islam dengan memakai konsep integrasi-interkoneksi keilmuan “jaring laba-laba”, dan relevansi integrasi pembelajaran tematik dengan integrasi keilmuan dalam pendidikan Islam. Penelitian ini menemukan bahwa: pembelajaran tematik integratif dengan integrasi keilmuan dalam pendidikan Islam secara konsep memiliki kesamaan dan relevansi antar keduanya. Hal tersebut diketahui melalui analisis contoh dari tema yang disajikan dalam pembelajaran tematik berdasarkan tiga epistemologi ilmu yakni bayani, burhani dan irfani. Salah satu contoh tema “diriku”, berdasarkan analisis melalui tiga epistemologi ilmu bisa diketahui bahwa secara bayani, tema tersebut terdapat dalam Al-Qur’an Surah At-tahrim ayat 6. Secara burhani, realitasnya peserta didik harus bisa merawat diri sendiri seperti: membersihkan diri, makan makanan bergizi dan selalu berhati-hati dalam berperilaku. Secara irfani, manfaat dari merawat diri yakni, sehat jasmani dan rohani serta terhindar dari segala penyakit, bahaya, dan musibah. Dengan adanya analisis ketiga epistemologi ini diharapkan integrasi-interkoneksi bisa dan mampu diterapkan di lingkungan Sekolah Dasar khususnya di SDIT/MI. Kata Kunci: Pembelajaran Tematik-Integratif, Integrasi-Interkoneksi dan Relevansi Integrasi Keilmuan.
Madrasah Ibtidaiyah as Guardians of Tradition: A Socio-Anthropological Study of Local Religious Heritage Ana Quthratun Nada; Sri Sumarni; Farida Hanum
Mentari : Journal of Islamic Primary School Vol. 3 No. 2 (2025): June 2025
Publisher : PGMI, STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59689/ment.v3i2.1716

Abstract

This study aims to examine the role of Madrasah Ibtidaiyah in preserving local religious traditions in Indonesia through a socio-anthropological approach. As an Islamic primary education institution, Madrasah Ibtidaiyah not only provides academic instruction but also functions as a guardian of students’ religious and social identities. Amid the strong currents of globalization, these madrasahs face challenges in maintaining local religious traditions such as the celebration of the Prophet’s Birthday (Maulid Nabi), tahlilan, and collective dhikr, which are increasingly being displaced by modern culture. This study employs a literature review method to explore various strategies implemented by madrasahs in integrating traditional values into the curriculum and extracurricular activities. The findings indicate that tradition-based education in Madrasah Ibtidaiyah contributes significantly to the formation of students’ religious identities and the strengthening of social cohesion within the community. This study highlights the importance of innovation in relevant learning methods to ensure the sustainability of local religious traditions in the era of modernization.