Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penyelesaian Permasalahan Parkir Liar pada Permukiman di Kelurahan Galur Jakarta Pusat Nurhuda Ali Muhammad; Rafli Ferdiansyah; Dewinta Firda Giriana; Abrar Azizi Tricy; Andre Lafiza; Yeptadian Sari
Local Engineering Vol. 1 No. 2 (2023): December
Publisher : CV. Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/lejlace.v1i2.82

Abstract

Permukiman adalah gabungan antara beberapa rumah yang telah dilengkapi oleh sarana dan prasarana dasar. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendiskusi perihal dampak parkir liar pada permukiman di Kelurahan Galur. Karya ilmiah ini menerapkan pendekatan melalui pendekatan fakta yang merupakan pendekatan yang berdasarkan fakta - fakta yang terjadi di lapangan. Berdasarkan hasil studi dapat disimpulkan bahwa kekurangan lahan parkir pada rumah tinggal pemilik kendaraan dapat menyebabkan penggunaan ruas jalan sebagai parkir liar dan membuat kemacetan yang banyak terjadi di permukiman Kelurahan Galur.
KAJIAN ARSITEKTUR UNIVERSAL PADA BANGUNAN MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) AL BINAA BOARDING SCHOOL (Universal Architecture Study of Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Binaa Boarding School) Dewinta Firda Giriana; Ratna Dewi Nur’aini
Tesa Arsitektur Vol 22, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v22i1.11426

Abstract

Manusia merupakan makhluk sosial yang melakukan berbagai macam aktivitas, seperti aktivitas sosial, ekonomi, politik, hingga pendidikan. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat dilakukan di dalam ataupun luar bangunan. Bangunan yang digunakan perlu dapat memfasilitasi seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, suatu bangunan perlu menerapkan arsitektur universal dalam konsepnya. Arsitektur universal memiliki tujuh prinsip dasar, yaitu kesetaraan penggunaan, fleksibilitas dalam penggunaan, penggunaan yang sederhana dan intuitif, informasi yang jelas, toleransi terhadap kesalahan, upaya fisik yang rendah, dan ukuran dan ruang untuk pendekatan pengguna. Al Binaa Boarding School dipilih karena terdapat bangunan pendidikan untuk anak sekolah dasar dan untuk melihat bagaimana penerapan prinsip arsitektur universal. Metode penelitian dilakukan dengan cara kualitatif deskriptif, hal ini agar mendapatkan hasil yang akurat dengan cara pendekatan secara langsung ke studi penelitian. Dari hasil yang didapatkan Madrasah Ibtidaiyah Al Binaa Boarding School cukup menerapkan beberapa prinsip arsitektur universal seperti penyediaan jalur pedestrian dan koridor yang baik, ukuran bukaan seperti pintu yang sesuai dengan standar bukaan, sirkulasi yang baik pada bangunan, informasi ruang, dan elevasi lantai yang rendah. Namun penerapan prinsip lain perlu ditambahkan, misalnya penyediaan jalur ramp diseluruh bangunan dan penggunaan guiding block pada jalur pedestrian dan koridor bangunan. Hal ini agar dapat meningkatkan kualitas fasilitas demi kenyamanan dan keamanan pengguna.
KAJIAN PERMEABILITAS KAWASAN BERSEJARAH KOTA LAMA SEMARANG Ari Widyati Purwantiasning; Saeful Bahri; Dewinta Firda Giriana; Mutia Setya Wardany
NALARs Vol. 24 No. 2 (2025): NALARs Vol 24 No 2 Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.24.2.145-152

Abstract

Dalam sebuah kota terdapat Kawasan bersejarah yang merupakan salah satu elemen pembentuk kota. Kota adalah daerah dengan penduduk padat yang tinggal dan bergerak di suatu daerah. Sebuah kota dibentuk berdasarkan faktor permeabilitas. Faktor permeabilitas itu sendiri termasuk blok bangunan, lebar jalur, dan koneksi jalur sirkulasi. Kawasan Kota Lama Semarang merupakan kota budaya yang luas, penerapan unsur citra kota perlu dipelajari terkait penerapannya pada kota tua. Objek penelitian berada di Kota Lama Semarang yang merupakan kawasan budaya dengan tujuan untuk dapat mengidentifikasi, memahami, dan menjelaskan penerapan permeabilitas di kota ini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan penelitian menggunakan pemetaan dan deskriptif. Metode ini digunakan untuk mendapatkan hasil yang maksimal untuk mendapatkan data. Setiap elemen kota saling terkait satu sama lain, setiap elemen kota telah berhasil membuat Kota Lama Semarang memiliki identitas kota yang dapat dilihat oleh para migran. Elemen citra kota ini perlu dipertahankan dengan baik agar tetap terpelihara dengan baik di masa depan. In a city, there is a historical place that is one of the forming elements. A town is an area with a dense population that lives and moves in. A city is formed based on permeability factors. Permeability factors themselves include building blocks, path width, and circulation path connections. The Semarang Old Town area is a vast cultural town, and the application of town image elements needs to be studied regarding its application to the old city. The object of research is in Semarang Old Town, a cultural area, to identify, understand, and explain the application of permeability in this town. This research employs a qualitative descriptive method, utilizing a research approach that involves mapping and description. This method is used to obtain the maximum results for data collection. Every element of the town is interconnected, and each component has contributed to Semarang Old Town's unique identity, which is evident to migrants. This element of the town's image needs to be appropriately maintained to remain well-maintained in the future.