Zaenafi Ariani
Ekonomi Syariah, Universitas Muhammadiyah Mataram

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

REGULASI DAN TATA LAKSANA PENERAPAN NILAI EKONOMI KARBON BERBASIS VOLUNTARY DAN MANDATORY DI NUSA TENGGARA BARAT Nurjannah Septyanun; Julmansyah Julmansyah; Rina Rohayu Harun; Indra Jaya; Zaenafi Ariani
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 11, No 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v11i2.17210

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persoalan tata laksana nilai ekonomi karbon pra dan pasca terbitnya peraturan presiden nomor 98 tahun 2021 jo peraturan Menteri lingkungan hidup dan kehutanan nomor 21 tahun 2022 tentang tata laksana penerapan nilai ekonomi karbon. Potensi hutan dan lahan, harus dimaksimalkan melalui integrasi dan rencana aksi daerah. Pelaksanaan kegiatan ekonomi karbon, selama ini berjalan masih bersifat sukarela (voluntary). Menggunakan metode penelitian yuridis doktrinal, dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Selanjutnya menggunakan sumber data sekunder berupa bahan hukum primer, sekunder dan tersier, dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian pertama, tata laksana ekonomi karbon pra Perpres Nomor 98 tahun 2021 jo Permenlhk Nomor 21 tahun 2022, telah dilaksanakan kurang lebih selama 15 tahun dan bersifat sukarela (voluntary) oleh kelompok masyarakat/komunitas penggiat lingkungan, baik dengan mekanisme skema Plan Vivo dan skema lainnya. Kegiatannya bersifat dua pihak (business to business) yaitu pihak komunitas dan pihak investor luar negeri. Kedua, Diterbitkannya Perpres Nomor 98 tahun 2021 jo Permenlhk Nomor 21 tahun 2022, maka kegiatan ekonomi karbon yang dilakukan sebelum regulasi tersebut lahir, diwajibkan (mandatory) untuk melakukan penyesuaian melalui skema Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI). Lahirnya regulasi aquo, memberikan kepastian hukum pelaksanaan nilai ekonomi karbon di Indonesia.   Abstract: This study aims to examine the issue of governance of the economic value of carbon pre- and post-issuance of presidential regulation number 98 of 2021 and regulation of the Minister of Environment and Forestry number 21 of 2022 concerning the implementation of the economic value of carbon. The potential of forests and land must be maximized through integration and regional action plans. The implementation of carbon economy activities, so far, is still voluntary. Using juridical doctrinal research methods, with a library research approach. Furthermore, it uses secondary data sources in the form of primary, secondary and tertiary legal materials, and is analyzed using qualitative descriptive analysis. The results of the first study, the management of the carbon economy pre-Presidential Regulation Number 98 of 2021 jo Permenlhk Number 21 of 2022, has been implemented for approximately 15 years and is voluntary by community groups / communities of environmental activists, both with the mechanism of the Vivo Plan scheme and other schemes. Its activities are two parties (business to business), namely the community and foreign investors. Second, the issuance of Presidential Regulation Number 98 of 2021 and Permenlhk Number 21 of 2022, so carbon economic activities carried out before the regulation was born, are required (mandatory) to make adjustments through the National Registry System for Climate Change Control (SRN PPI) scheme. The birth of aquo regulation, providing legal certainty for the implementation of the economic value of carbon in Indonesia.
Implementasi Akad Murabahah pada Perbankan Syariah Zaenafi Ariani; Sulpiati Sulpiati
Journal of Sharia Economy and Islamic Tourism Vol 3, No 2 (2023): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jseit.v3i2.28280

Abstract

Abstract: The murabahah contract is a sale and purchase agreement in sharia banking which is often used for financing. The basic principle of murabahah is that the seller (bank) informs the buyer (customer) of the cost of goods along with the profits they wish to obtain. This research aims to analyze the implementation of murabahah contracts in sharia banking. The research results show that murabahah contracts are widely applied in various sharia banking products, such as financing for vehicles, property and working capital. The advantage of murabahah is that it provides certainty for customers regarding prices and profits obtained by the bank. However, there are several challenges in its implementation, such as customers' lack of understanding of murabahah contracts and the complexity in determining the cost of goods. This research suggests that there is a need to increase sharia financial literacy for customers, as well as develop a more integrated information system to simplify the process of determining the cost of goods. Thus, murabahah contracts can be a more effective instrument in supporting the growth of sharia banking.Abstrak: Akad murabahah merupakan salah satu akad jual beli dalam perbankan syariah yang sering digunakan untuk pembiayaan. Prinsip dasar murabahah adalah penjual (bank) menginformasikan harga pokok barang kepada pembeli (nasabah) beserta keuntungan yang ingin diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi akad murabahah pada perbankan syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akad murabahah banyak diaplikasikan dalam berbagai produk perbankan syariah, seperti pembiayaan kendaraan, properti, dan modal kerja. Keunggulan murabahah adalah memberikan kepastian bagi nasabah terkait harga dan keuntungan yang diperoleh bank. Namun, terdapat beberapa tantangan dalam penerapannya, seperti kurangnya pemahaman nasabah terhadap akad murabahah dan kompleksitas dalam menentukan harga pokok barang. Penelitian ini menyarankan perlu adanya peningkatan literasi keuangan syariah bagi nasabah, serta pengembangan sistem informasi yang lebih terintegrasi untuk mempermudah proses penentuan harga pokok barang. Dengan demikian, akad murabahah dapat menjadi instrumen yang lebih efektif dalam mendukung pertumbuhan perbankan syariah.
Analisis Kontribusi Objek Wisata Tanjung Bias dalam Peningkatan Ekonomi Masyarakat di Batulayar Kabupaten Lombok Barat Zaenafi Ariani; Darlin Rizki; Cik Nurul Aqidah Fatilla
Journal of Sharia Economy and Islamic Tourism Vol 4, No 1 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jseit.v4i1.27968

Abstract

Abstract: The research entitled Analysis of the Contribution of Tanjung Bias Tourism Objects in Improving the Community Economy in Batulayar, West Lombok Regency aims to determine the contribution of Tanjung Bias Tourism Objects in Improving the Community Economy in Batulayar, West Lombok Regency. This research uses descriptive qualitative research with data collection techniques using, observation, and interviews, and documentation studies. Data analysis at the time this research was in the field and after returning from the field, data analysis was carried out, then reducing data, presenting data and drawing conclusions from the research results. The results obtained in this study are the existence of Tanjung Bias Beach tourist attraction contributes greatly as one of the places that can absorb labor as well as a provider of employment for the surrounding community in particular. This tourism is able to make people whose backgrounds are fishermen can improve their economy through Tanjung Bias Beach tourism. The community wants to open stalls for trading and the community is also capable of managing their stalls and opening up jobs for unemployed people in Senteluk Village, Batu Layar District.Abstrak: Penelitian yang berjudul tentang Analisis Kontribusi Objek Wisata Tanjung Bias Dalam Peningkatan Ekonomi Masyarakat Di Batulayar Kabupaten Lombok Barat ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi Objek Wisata Tanjung Bias Dalam Peningkatan Ekonomi Masyarakat Di Batulayar Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan Teknik pengumpulan data menggunakan, observasi, dan wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data pada waktu penelitian ini berada dilapangan maupun setelah kembali dari lapangan baru dilakukan analisis data, lalu melakukan reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan hasil penelitian. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah keberadaan objek wisata Pantai Tanjung Bias memberikan kontribusi sangat besar sebagai salah satu tempat yang mampu menyerap tenaga kerja sekaligus sebagai penyedia lapangan kerja bagi masyarakat sekitar khususnya. Pariwisata ini mampu membuat masyarakat yang berlatar belakang bermata pencaharian sebagai nelayan bisa meningkatkan perekonomiannya melalui pariwisata Pantai Tanjung Bias. Masyarakat mau membuka lapak-lapak untuk berniaga dan masyarakat juga mampu dalam mengelola lapaknya dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat pengangguran di Desa Senteluk Kecamatan Batu Layar.