Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SISI PEMBELAJARAN BAHASA DALAM USAHA PEMELIHARAAN BAHASA Hotma Simanjuntak
Guru Membangun Vol 25, No 3 (2010): GM Edisi November Vol.25 No.3 Tahun 2010
Publisher : Ikatan Keluarga Alumni FKIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.66 KB) | DOI: 10.26418/gm.v25i3.202

Abstract

Berbagai penelitian tentang pemeliharaan dan penyisihan bahasa yang telah dilakukan di berbagai wilayah atau negara di dunia ini menunjukkan bahwa bahasa-bahasa yang digunakan oleh kaum minoritas dan kurang berpengaruh (berprestise) secara ekonomi dan politik di lingkungan komunitas itu sendiri terancam oleh bahasa-bahasa yang ada di sekitarnya. Kaum minoritas pemilik bahasa yang sedang mengalami penyisihan ini tidak menyadari jika bahasa asli mereka, warisan nenek-moyangnya, akan segera punah. Proses penyisihan bahasa bermula pada saat terjadinya kontak bahasa. Kontak bahasa dapat terjadi karena penjajahan, perpindahan penduduk, politik bahasa oleh suatu negara, dan karena kelompok masyarakat berada pada perbatasan dua wilayah (negara atau kota). Keadaan ini menyebabkan masyarakat dwibahasa atau multibahasa. Kemampuan suatu komunitas berdwibahasa lambat-laun akan kembali menjadi ekabahasa jika pada praktik kehidupan sehari-hari dengan masyarakat lain hanya menggunakan satu bahasa. Apabila bahasa yang digunakan itu ternyata adalah bahasa kaum pendatang atau bahasa hasil politik bahasa, tak dapat dihindarkan akan terjadinya kepunahan bahasa, yaitu bahasa ibu penduduk asli. Hasil pengkajian juga menunjukkan bahwa pemeliharaan (penyelamatan bahkan pengembangan) bahasa terbukti berhasil melalui lembaga pendidikan, yaitu pembelajaran bahasa. Persoalan ialah mengapa bahasa kesukuan (etnik) tidak mendapat perlakuan masuk ke dalam lembaga pendidikan sebagai mata pelajaran?Kata kunci: Pembelajaran bahasa, pemeliharaan bahasa
Numeralia Bahasa Dayak Seberuang Lisvin Edo Pernandes; Hotma Simanjuntak; Agus Syahrani
Jurnal Mahasiswa Kreatif Vol. 2 No. 1 (2024): Januari : Jurnal Mahasiswa Kreatif
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/jmk-widyakarya.v2i1.2593

Abstract

pronunciation and writing. The uniqueness of the language of the spoken numeralia Seberuang looks similar to Indonesian. However in the Seberuang language, the terms quarter, one-half, one-third are only pronounced in one word (s«simpi«?). in the Seberuang language there is only the word half (s«pia?). This study was conducted to obtain an explanation of Numeralia Bahasa Dayak Seberuang and development. This research entitled Language Numeralia Dayak Seberuang. A common problem in this research is numeralia language and its application in the learning Seberuang. The general problem, subdivided into sub-sub-problems based on 1) the type of language numeralia Seberuang, 2) form language numeralia Seberuang, 3) the function of language numeralia Seberuang, 4) the meaning of the language numeralia Seberuang. The method used in this research is descriptive method, while the shape is aqualitative research. This study illustrates the Seberuang numeralia language by native speakers of the narrative of the Seberuang.
Jenis Dan Bentuk Afiksasi Dalam Bahasa Dayak Iban (Tinjauan Morfologi) Di Dusun Mungguk Desa Rantau Prapat Kecamatan Benua Martinus Kabupaten Kapuas Hulu Viktorina Buri; Hotma Simanjuntak
Teaching and Learning Journal of Mandalika (Teacher) e- ISSN 2721-9666 Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/teacher.v6i1.3989

Abstract

This study aims to analyze the types and forms of affixation in the Dayak Iban language from a morphological perspective. The Dayak Iban language has a morphological richness that is reflected in the use of various affixes that function to form new words and change the meaning or grammatical category of basic words. This study uses a qualitative descriptive method with data collection techniques in the form of literature studies and interviews with native speakers. Data analysis was carried out through identification, classification, and description of types of affixes, such as prefixes, infixes, suffixes, and confixes. The results of the study show that the Dayak Iban language has a number of productive affixes that play a role in the formation of verbs, nouns, and adjectives. Prefixes and suffixes are the most frequently used types of affixes, while infixes and confixes tend to be more limited in their use. The conclusion of this study confirms that affixation in the Dayak Iban language has distinctive patterns and functions, which contribute to the morphological richness of the language