Guru Membangun
Vol 25, No 3 (2010): GM Edisi November Vol.25 No.3 Tahun 2010

SISI PEMBELAJARAN BAHASA DALAM USAHA PEMELIHARAAN BAHASA

Hotma Simanjuntak (Unknown)



Article Info

Publish Date
13 Mar 2012

Abstract

Berbagai penelitian tentang pemeliharaan dan penyisihan bahasa yang telah dilakukan di berbagai wilayah atau negara di dunia ini menunjukkan bahwa bahasa-bahasa yang digunakan oleh kaum minoritas dan kurang berpengaruh (berprestise) secara ekonomi dan politik di lingkungan komunitas itu sendiri terancam oleh bahasa-bahasa yang ada di sekitarnya. Kaum minoritas pemilik bahasa yang sedang mengalami penyisihan ini tidak menyadari jika bahasa asli mereka, warisan nenek-moyangnya, akan segera punah. Proses penyisihan bahasa bermula pada saat terjadinya kontak bahasa. Kontak bahasa dapat terjadi karena penjajahan, perpindahan penduduk, politik bahasa oleh suatu negara, dan karena kelompok masyarakat berada pada perbatasan dua wilayah (negara atau kota). Keadaan ini menyebabkan masyarakat dwibahasa atau multibahasa. Kemampuan suatu komunitas berdwibahasa lambat-laun akan kembali menjadi ekabahasa jika pada praktik kehidupan sehari-hari dengan masyarakat lain hanya menggunakan satu bahasa. Apabila bahasa yang digunakan itu ternyata adalah bahasa kaum pendatang atau bahasa hasil politik bahasa, tak dapat dihindarkan akan terjadinya kepunahan bahasa, yaitu bahasa ibu penduduk asli. Hasil pengkajian juga menunjukkan bahwa pemeliharaan (penyelamatan bahkan pengembangan) bahasa terbukti berhasil melalui lembaga pendidikan, yaitu pembelajaran bahasa. Persoalan ialah mengapa bahasa kesukuan (etnik) tidak mendapat perlakuan masuk ke dalam lembaga pendidikan sebagai mata pelajaran?Kata kunci: Pembelajaran bahasa, pemeliharaan bahasa

Copyrights © 2010






Journal Info

Abbrev

jgmm

Publisher

Subject

Education Languange, Linguistic, Communication & Media Mathematics Other

Description

Jurnal Guru Membangun terbit pertama kali sekitar tahun 1990-an yang diinisiasi oleh Ikatan Alumni FKIP Universitas Tanjungpura, Pontianak. Pada perjalanannya, setelah mendapatkan issn versi cetak, jurnal ini mengalami kekosongan terbitan, sehingga ada beberapa tahun jurnal mengalami "mati suri". Di ...