Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Mekanisme Perdagangan Efek pada Pergerakan Saham PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) Dwi Susanti; Dilli Salsa Fira; Khairiah Khairiah; Putri Kumala Dewi Lubis
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9326

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme perdagangan efek terhadap pergerakan harga saham PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) di Bursa Efek Indonesia sepanjang tahun 2023. Saham WSBP dipilih sebagai objek kajian karena mengalami dinamika perdagangan yang cukup signifikan setelah pencabutan suspensi perdagangan pada Maret 2023. Sebelumnya, saham perusahaan ini dibekukan selama lebih dari satu tahun akibat proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang memengaruhi kondisi fundamental perusahaan dan persepsi investor di pasar modal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui data sekunder berupa harga saham harian, laporan tahunan perusahaan, publikasi resmi Bursa Efek Indonesia, laporan keterbukaan informasi emiten, serta artikel media keuangan terpercaya yang relevan dengan perkembangan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saham WSBP mengalami penurunan harga secara year-to-date sebesar 47,37%, yaitu dari Rp95 menjadi Rp50 per saham. Selain itu, saham WSBP mengalami stagnasi pada level gocap selama lebih dari tujuh bulan berturut-turut sejak Mei 2023. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh faktor internal berupa tingginya beban utang pascarestrukturisasi perusahaan, faktor eksternal berupa sentimen negatif terhadap induk perusahaan PT Waskita Karya, serta faktor perilaku investor seperti panic selling, herd behavior, dan loss aversion. Volume transaksi mingguan juga mengalami penurunan signifikan hingga mencapai titik terendah sebesar Rp16 juta pada Desember 2023, yang mengindikasikan rendahnya minat beli investor serta lemahnya kepercayaan pasar terhadap prospek saham perusahaan.