Erminawati Erminawati
Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

AKSI PEDULI KEMANUSIAN SERTA DEMONSTRASI TEKNOLOGI PENGOLAHAN AIR BERSIH di MASYARAKAT TERDAMPAK Fatmi Indah Hati; Sri Anum Sari; Sulaiman Hamzani; Erminawati Erminawati; Syarifuddin A; Arifin Arifin; Juanda Juanda
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.57337

Abstract

Banjir yang terjadi pada Januari–Februari 2026 di Desa Pinang Lama, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan menyebabkan terganggunya akses masyarakat terhadap air bersih dan meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan. Kondisi ini melatarbelakangi dilaksanakannya aksi kemanusiaan yang tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat melalui teknologi pengolahan air bersih sederhana. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengolahan air bersih. Metode yang digunakan meliputi identifikasi kebutuhan masyarakat terdampak, penggalangan dan penyaluran bantuan, edukasi kesehatan lingkungan, serta demonstrasi teknologi pengolahan air melalui metode koagulasi menggunakan soda ash dan PAC serta filtrasi dengan pompa manual. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mampu memahami dan mempraktikkan teknik pengolahan air sederhana, yang ditandai dengan penurunan kekeruhan air serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya penggunaan air bersih. Selain itu, pendekatan berbasis komunitas dalam distribusi bantuan terbukti efektif dalam menjangkau masyarakat secara tepat sasaran. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kombinasi aksi kemanusiaan, edukasi, dan teknologi tepat guna berperan penting dalam meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana serta berpotensi untuk diterapkan secara berkelanjutan di wilayah rawan banjir.