Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Siswa Sekolah Dasar Negeri 90 Kampung Beru Takalar Nur Alam; Andi Muhammad Dzulkifli; Sugirah Nour Rahman; Nur Faidah; Abdul Malik Asikin
LITERA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Juli
Publisher : PT. Mediatama Zayna Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59734/lajpm.v1i2.21

Abstract

Usia anak sekolah merupakan usia yang sangat rentan terhadap masalah Kesehatan, seperti penyakit diare yang paling umum di alami oleh anak sekolah. Dimana diketahuai penyebab berbagai penyakit yang sering dialami salah satunya adalah kebiasan jajan anak di sekolah. Usian sekolah merupakan usia yang sedang dalam masa pertumbuhan sehingga sangat penting memperhatikan kesehatannya. Usia anak sekolah juga sangat peka terhadap berbagai rangsangan dari luar, yang mudah menerima informasi sehingga memudahkan untuk membimbing serta memberikan pemahaman tentang kebiasaan yang baik, termasuk kebiasaan hidup bersih dan sehat. Setelah melakukan observasi awal maka diketahui bahwa Sekolah Dasar Negeri 99 Kampung Beru Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar merupakan sasaran yang cocok untuk menyapaikan edukasi terkait PHBS karena para siswa masih belum memahami hal terebut. Hasil yang diperoleh setelah pemberian edukasi adalah terjadi peningkatan pengetahuan terhadap sisw. Hal tersebut dapat dilihat berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan pada saat sesi tanya jawab. Para siswa dengan antusias menjawab dengan benar dan mampu menjelaskan kembali tentang PHBS dan gizi seimbang serta mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan dengan baik dan benar.
Edukasi Media Kalender Untuk Pencegahan Kekurangan Energi Kronik Pada Ibu Hamil Abdul Malik Asikin; Andi Muhammad Dzulkifli; Nurfaidah; Nur Alam; Sugirah Nour Rahman
LITERA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Juli
Publisher : PT. Mediatama Zayna Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59734/lajpm.v2i2.207

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) merupakan kondisi kekurangan gizi yang berlangsung sejak lama sehingga mengakibatkan tidak terpenuhinya kebutuhan zat gizi ibu hamil. Faktor-faktor yang mempengaruhi kekurangan energi kronik antara lain yaitu asupan makanan, umur, beban kerja ibu hamil, penyakit atau infeksi. Upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya KEK pada ibu hamil adalah dengan melakukan edukasi ibu hamil dan memberikan makanan tambahan, melalui edukasi diharapkan terjadinya peningkatan pengetahuan ibu, perubahan sikap dan perilaku ibu tentang gizi dan konseling ibu hamil yang berisiko. Tujuan kegiatan ini ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan kekurangan energi kronik melalui edukasi mengenai faktor risiko, gejala, komplikasi, pencegahan, pentingnya pola makan sehat dan pemeriksaan rutin, serta mendorong penerapan gaya hidup sehat Metode yang digunakan dalam kegiatan ini  dengan mengunakan edukasi dan informasi tentang KEK dalam bentuk kalender edukasi untuk proses penyuluhan. Hasil kegiatan pemberian edukasi kepada ibu hamil menunjukan adanya peningkatan yang signifikan dalam tingkat pengetahuan mereka tentang kekurangan energi kronik. Data yang diperoleh dari pre-test dan post-test mengindikasikan bahwa setelah edukasi, ibu hamil memiliki pengetahuan  yang lebih baik mengenai pentingnya pencegahan kekurangan energi kronik pada ibu hamil Kata Kunci : Edukasi, Ibu Hamil, Kekurangan Energi Kronik.  
Edukasi Media Video Animasi Untuk Peningkatan Pengetahuan Ibu Terkait MP-ASI. Abdul Malik Asikin; Nurfaidah; Andi Muhammad Dzulkifli; Nur Alam; Sanrebayu
LITERA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Januari
Publisher : PT. Mediatama Zayna Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59734/lajpm.v3i1.303

Abstract

Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) adalah jenis makanan atau minuman yang disajikan untuk bayi di samping Air Susu Ibu (ASI), yang diberikan secara bersamaan saat pengenalan ASI selama fase penyapihan. Di saat bayi mencapai usia 6 bulan, memenuhi kebutuhan gizi, baik makronutrien maupun mikronutrien, hanya dengan ASI tidak akan cukup. Oleh karena itu, pada usia tersebut, pemberian makanan lembut sebagai pelengkap ASI sangat disarankan. Jika pengenalan makanan padat ditunda, bisa muncul masalah dalam hal sensorik oral serta kekurangan gizi terkait tekstur dan jenis makanan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu tentang pemberian makanan pendamping ASI Hasil kegiatan pemberian edukasi kepada ibu hamil menunjukan 1. Terdapat peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian MPASI yang tepat setelah dilakukan edukasi. Hal ini terlihat dari hasil pre-test dan post-test, di mana persentase kategori “Sangat Baik” meningkat dari 30% menjadi 80%. Media edukasi berupa video animasi dan leaflet terbukti efektif dalam menyampaikan informasi karena menarik perhatian, mudah dipahami, dan mampu meningkatkan pemahaman responden