Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Melalui Edukasi Gizi Pada Anak Sekolah Dasar Negeri 90 Kampung Beru Takalar Sugirah Nour Rahman; Nurfaidah; Ishak Bachtiar; Nur Alam; Abdul Malik Asikin
Wahana Dedikasi: Jurnal PkM Ilmu Kependidikan Vol. 7 No. 1 (2024): Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/dedikasi.v7i1.15320

Abstract

Pemenuhan zat gizi pada anak usia sekolah dasar berperan penting pada periode pertumbuhan dan perkembangan. Kegiatan pengabdian Masyarakat di Sekolah Dasar Negeri 99 Kampung Beru Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar bertujuan untuk menambah pengetahuan anak sekolah dasar tentang asupan gizi seimbang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu ceramah dan tanya jawab dengan menggunakan media Powerfull Presentation Techniques (PPT) dan Media Lembar Balik. Hasil dari kegiatan ini didapatkan bahwa siswa-siswi 99 Kampunng Beru begitu antusias dalam berpartisipasi pada kegiatan edukasi. Siswa-siswi menyimak secara baik saat penyampaian materi, sehingga adanya interaksi antara satu dengan lainnya. Melalui penyuluhan gizi seimbang ini, siswa sekolah dasar dapat menerapkan gizi seimabng dan pola hidup sehat.
Peningkatan Pengetahuan Tentang Keamanan Makanan Jajanan Pada Anak Sekolah Dasar Melalui Media Edukasi Lembar Balik Nurfaidah Zainuddin; Sugirah Nour Rahman; Rachmat Kasmad; Nur Alam; Abd Malik Asikin
Wahana Dedikasi: Jurnal PkM Ilmu Kependidikan Vol. 7 No. 1 (2024): Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/dedikasi.v7i1.15321

Abstract

Kebiasaan mengkonsumsi jajanan pada anak sudah menjadi kebiasaan umum dan banyak ditemui di berbagai tingkat sosial ekonomi masyarakat. Makanan jajanan anak sekolah sering dijumpai di lingkungan sekolah dan biasa dikonsumsi sebagian besar anak usia sekolah khususnya anak usia sekolah dasar karena harganya yang terjangkau dan sebagai tambahan energi. Akan Tetapi, peranan makanan jajanan yang mudah ini belum diimbangi dengan kualitas dan nilai asupan gizi yang diharapkan. Oleh karena itu, perlu untuk melakukan kegiatan pengabdian masyarakat terkait dengan masalah tersebut. Solusi yang ditawarkan oleh kami adalah melakukan kegiatan penyuluhan tentang kandungan zat-zat berbahaya dalam makanan jajanan di lingkungan sekolah dan dampaknya bagi kesehatan, penyuluhan tentang kebiasaan mencuci tangan sebelum makan dan pemberian susu kepada siswa sebagai salah satu contoh jajanan sehat. Dengan pelaksanaan kegiatan ini, siswa diharapkan bisa mengetahui jenis makanan jajanan yang mengandung zat-zat berbahaya dan memahami dampaknya sehingga sekolah dapat membuat kebijakan terkait makanan jajanan di sekolah untuk menjaga kesehatan para siswa.
Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Siswa Sekolah Dasar Negeri 90 Kampung Beru Takalar Nur Alam; Andi Muhammad Dzulkifli; Sugirah Nour Rahman; Nur Faidah; Abdul Malik Asikin
LITERA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Juli
Publisher : PT. Mediatama Zayna Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59734/lajpm.v1i2.21

Abstract

Usia anak sekolah merupakan usia yang sangat rentan terhadap masalah Kesehatan, seperti penyakit diare yang paling umum di alami oleh anak sekolah. Dimana diketahuai penyebab berbagai penyakit yang sering dialami salah satunya adalah kebiasan jajan anak di sekolah. Usian sekolah merupakan usia yang sedang dalam masa pertumbuhan sehingga sangat penting memperhatikan kesehatannya. Usia anak sekolah juga sangat peka terhadap berbagai rangsangan dari luar, yang mudah menerima informasi sehingga memudahkan untuk membimbing serta memberikan pemahaman tentang kebiasaan yang baik, termasuk kebiasaan hidup bersih dan sehat. Setelah melakukan observasi awal maka diketahui bahwa Sekolah Dasar Negeri 99 Kampung Beru Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar merupakan sasaran yang cocok untuk menyapaikan edukasi terkait PHBS karena para siswa masih belum memahami hal terebut. Hasil yang diperoleh setelah pemberian edukasi adalah terjadi peningkatan pengetahuan terhadap sisw. Hal tersebut dapat dilihat berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan pada saat sesi tanya jawab. Para siswa dengan antusias menjawab dengan benar dan mampu menjelaskan kembali tentang PHBS dan gizi seimbang serta mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan dengan baik dan benar.
Pemeriksaan Kesehatan pada Guru SMAN 1 Polman Nur Alam; Rachmat Kasmad; Yade K Yasin; Irma; Hadijah Alimuddin
LITERA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Januari
Publisher : PT. Mediatama Zayna Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59734/lajpm.v2i1.38

Abstract

Penyakit degeneratif adalah jenis penyakit yang terjadi akibat kerusakan atau penurunan fungsi sel, jaringan, atau organ tubuh secara bertahap. Berdasarkan data dari Profil Kesehatan Indonesia 2023 oleh Kementerian Kesehatan, penyakit tidak menular, termasuk penyakit degeneratif, menyumbang proporsi terbesar terhadap kematian, mencapai lebih dari 70%. Penyakit kardiovaskular, diabetes, kanker, dan penyakit pernapasan kronis adalah yang paling umum. Pengukuran status gizi merupakan langkah penting dalam penilaian kesehatan secara keseluruhan, terutama dalam pencegahan penyakit degeneratif. Status gizi yang buruk dapat menjadi salah satu faktor risiko utama terjadinya Penyakit Tidak Menular. Pengukuran status gizi dapat dapat berfungsi sebagai deteksi dini terkait resiko penyakit PTM. Hasil dari kegiatan ini didapatkan bahwa terdapat 57% orang dengan IMT normal, kategori kurang 10% kemudian pada kategori IMT lebih terdapat 33% orang. Pada pemeriksaan Tekanan darah terdapat 40% orang dengan kategori normal dan sebanyak 60% orang dengan kategori tinggi. Berdasarkan hasil pemeriksaan lingkar perut dengan kategori normal terdapat 33% orang, kategori lebih terdapat 67% orang. Pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu menunjukkan secara keseluruhan (100%) guru pada SMAN 1 Polman termasuk dalam kategori normal dengan hasil pemeriksaan dibawah <200g/dl. Hasil Pemeriksaan kolesterol dengan kategori normal sebanyak 33% orang dan 67% orang dengan kategori tinggi.
Edukasi Media Kalender Untuk Pencegahan Kekurangan Energi Kronik Pada Ibu Hamil Abdul Malik Asikin; Andi Muhammad Dzulkifli; Nurfaidah; Nur Alam; Sugirah Nour Rahman
LITERA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Juli
Publisher : PT. Mediatama Zayna Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59734/lajpm.v2i2.207

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) merupakan kondisi kekurangan gizi yang berlangsung sejak lama sehingga mengakibatkan tidak terpenuhinya kebutuhan zat gizi ibu hamil. Faktor-faktor yang mempengaruhi kekurangan energi kronik antara lain yaitu asupan makanan, umur, beban kerja ibu hamil, penyakit atau infeksi. Upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya KEK pada ibu hamil adalah dengan melakukan edukasi ibu hamil dan memberikan makanan tambahan, melalui edukasi diharapkan terjadinya peningkatan pengetahuan ibu, perubahan sikap dan perilaku ibu tentang gizi dan konseling ibu hamil yang berisiko. Tujuan kegiatan ini ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan kekurangan energi kronik melalui edukasi mengenai faktor risiko, gejala, komplikasi, pencegahan, pentingnya pola makan sehat dan pemeriksaan rutin, serta mendorong penerapan gaya hidup sehat Metode yang digunakan dalam kegiatan ini  dengan mengunakan edukasi dan informasi tentang KEK dalam bentuk kalender edukasi untuk proses penyuluhan. Hasil kegiatan pemberian edukasi kepada ibu hamil menunjukan adanya peningkatan yang signifikan dalam tingkat pengetahuan mereka tentang kekurangan energi kronik. Data yang diperoleh dari pre-test dan post-test mengindikasikan bahwa setelah edukasi, ibu hamil memiliki pengetahuan  yang lebih baik mengenai pentingnya pencegahan kekurangan energi kronik pada ibu hamil Kata Kunci : Edukasi, Ibu Hamil, Kekurangan Energi Kronik.  
Edukasi Media Video Animasi Untuk Peningkatan Pengetahuan Ibu Terkait MP-ASI. Abdul Malik Asikin; Nurfaidah; Andi Muhammad Dzulkifli; Nur Alam; Sanrebayu
LITERA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Januari
Publisher : PT. Mediatama Zayna Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59734/lajpm.v3i1.303

Abstract

Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) adalah jenis makanan atau minuman yang disajikan untuk bayi di samping Air Susu Ibu (ASI), yang diberikan secara bersamaan saat pengenalan ASI selama fase penyapihan. Di saat bayi mencapai usia 6 bulan, memenuhi kebutuhan gizi, baik makronutrien maupun mikronutrien, hanya dengan ASI tidak akan cukup. Oleh karena itu, pada usia tersebut, pemberian makanan lembut sebagai pelengkap ASI sangat disarankan. Jika pengenalan makanan padat ditunda, bisa muncul masalah dalam hal sensorik oral serta kekurangan gizi terkait tekstur dan jenis makanan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu tentang pemberian makanan pendamping ASI Hasil kegiatan pemberian edukasi kepada ibu hamil menunjukan 1. Terdapat peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian MPASI yang tepat setelah dilakukan edukasi. Hal ini terlihat dari hasil pre-test dan post-test, di mana persentase kategori “Sangat Baik” meningkat dari 30% menjadi 80%. Media edukasi berupa video animasi dan leaflet terbukti efektif dalam menyampaikan informasi karena menarik perhatian, mudah dipahami, dan mampu meningkatkan pemahaman responden