Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Construction Study on Rodalink Showroom Building: Studi Konstruksi Baja pada Bangunan Gedung Showroom Rodalink Is'datul Rofikoh Isda; Safrin Zuraidah; K. Budi Hastono
PUBLIKASI RISET ORIENTASI TEKNIK SIPIL (PROTEKSI) Vol 7 No 1 (2025): Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/proteksi.v7n1.p86-94

Abstract

The Rodalink showroom is an existing four-story building constructed of reinforced concrete. To compare the different material requirements, a construction study of this building was conducted using a steel structure based on SNI 1729:2020. First, the steel structure was modeled using AutoCAD, then the structural analysis was carried out with the ETABS program. The steel structure consists of main beam elements namely WF 350.175.6.9, WF 350.175.7.11, WF 350.250.9.14, and WF 350.250.8.12.  For the sub-beams, the optimal profile is WF 300.200.8.12, while for the column profile is WF 400.300.10.16, and for the X-bracing component is WF 300.200.8.12. The material cost comparison shows that the steel structure portal is 95.45% more expensive with a total cost of IDR 826,467,401 compared to the concrete structure portal of IDR 422,863,490. The high cost of steel structure materials is due to the high cost of production and raw materials, complex manufacturing processes, and additional protection required to prevent corrosion. The price does not include labor costs. Concrete construction takes longer than steel construction, so the potential labor costs for concrete structures tend to be higher.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT SERABUT KELAPA UNTUK CAMPURAN MORTAL DITINJAU DARI KUAT TEKAN DAN TARIK BELAH: THE EFFECT OF ADDING COCONUT FIBER TO MORTAL MIXTURES IN TERMS OF COMPRESSIVE AND SPLITTING TENSILE STRENGTH Fransiskus Muliadi Jekson; Safrin Zuraidah; Budi Hastono
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 01: April 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i01.8058

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan konsep pemanfaatan limbah sabut kelapa pada campuran mortar. Mortar merupakan campuran semen, pasir dan air dengan persentase yang bervariasi. Sebagai bahan pengikat, mortar harus mempunyai konsistensi/kelengketan yang sesuai standar. Konsistensi mortar ini nantinya akan membantu dalam menentukan kekuatan mortar (spesies atau dinding yang diplester), sehingga diharapkan mortar tidak rusak akibat gaya tekan yang diakibatkan oleh beban kerja. Pembangunan berkelanjutan ditujukan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat secara umum. Pesatnya perkembangan teknologi saat ini semakin menuntut adanya alternatif-alternatif yang muncul dari berbagai penelitian dengan tujuan untuk menciptakan penemuan-penemuan baru atau setidaknya mengembangkan penelitian-penelitian sebelumnya. Hal ini untuk memungkinkan produksi bahan bangunan yang lebih berkualitas dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai konsentrasi serat optimal yang menghasilkan nilai kuat tekan pada mortar, sabut kelapa dengan komposisi 0%, 0,1,5%, 3%, 4,5% dan 6% dari berat semen, dengan ukuran silinder 10x20, dan jumlah benda uji sebanyak 60 buah dengan masing-masing 3 buah sampel untuk 45 variasi kuat tekan dan 15 kali uji tarik belah. Berdasarkan hasil analisa dapat ditentukan bahwa komposisi serat sabut kelapa 6% merupakan komposisi tertinggi dengan kuat tekan sebesar 11,67-MPa (14,52%) dan kuat tarik belah sebesar 1,64 MPa (24,24%) serta dengan penambahan sabut kelapa pada komposisi 6% mempunyai berat volume 2,17 gr/cm3 (2,25%) karena kuat tekan dan kuat tarik belah meningkat maka campuran mortar ini dapat direkomendasikan sebagai salah satu bahan pembuatan plester pada dinding luar. permukaan agar dinding terhindar dari retak dan juga meningkatkan daya tahan. . Kata Kunci : Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah dan Sabut Kelapa
PEMANFAATAN CANGKANG KELAPA SAWIT SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT KASAR UNTUK CAMPURAN PEMBUATAN BETON: UTILIZATION OF PALM SHELLS AS A SUBSTITUTION FOR COARSE AGGREGATE FOR CONCRETE MIXTURE Sapherdi Lapu Kalinggoru; Safrin Zuraidah; K. Budi Hastono
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 02: October 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i02.8307

Abstract

Perkembangan pembangunan di bidang konstruksi yang semakin maju dan serba canggih, teknologi beton mempunyai potensi yang luas dalam bidang konstruksi, karena beton mudah dikerjakan dan ekonomis dari segi biaya. Beton memiliki kuat tekan yang tinggi sehingga mampu mendukung struktur bangunan besar dan berat. Tetapi beton mempunyai kekuatan tarik rendah dan sifatnya getas (Brittle). Campuran adukan dari pasir,batu pecah dan cangkang kelapa sawit, bahan perekat (Cement Portland), air dan bahan tambahan lainnya. Pengunaan cangkang kelapa sawit dalam campuran beton tidak asing lagi dalam dunia konstruksi dimana salah satu cangkang sawit yang bisa digunakan dalam campuran pembuatan beton. Tujuan dari penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisa pengaruh penambahan cangkang kelapa sawit dan untuk mendapatkan nilai komposisi yang optimum yang menghasilkan kuat tekan dan kuat tarik belah beton maksimal. Adapun variasi persentase cangkang kelapa sawit yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 0,3%, 0,6%, 0,9%, dari berat agregat kasar. Penelitian ini mengacu pada desain campuran SNI 03-2834-2000, dengan mutu beton yang direncanakan f’c = 25 MPa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental yang dilakukan di Laboratorium teknologi beton Universitas Dr. Soetomo Surabaya. Benda uji berbentuk silinder diameter 15 cm tinggi 30 cm. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yang terdiri dari variabel bebas (independent variable) yaitu persentase cangkang kelapa sawit dan variabel tak bebas (dependent variable) yaitu kuat tekan, kuat tarik belah,berat volume dan porositas. Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan dan kuat tarik belah beton maksimum pada variasi cangkang kelapa sawit 03%, 0,6%, 0,9%, menurun dan tidak melebihi dari hasil nilai dari beton normal sehingga tidak dapat direkomendasikan untuk digunakan dalam campuran pembuatan beton.
PERENCANAAN BALOK DAN KOLOM GEDUNG 5 LANTAI DENGAN MENGGUNAKAN STRUKTUR BAJA IWF (STUDI KASUS : GEDUNG F BARU UNIVERSITAS DR. SOETOMO SURABAYA) : PLANNING OF BEAMS AND COLUMNS FOR A 5-STORY BUILDING USING IWF STEEL STRUCTURES (CASE STUDY: NEW F BUILDING AT DR. SOETOMO UNIVERSITY, SURABAYA) Muhamad Rangga Saputra; Safrin Zuraidah; Budi Hastono
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 3 No. 02 (2025): October 2025
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v3i02.10980

Abstract

Gedung F akan direncanakan menjadi pusat kegiatan akademik yang baru, sehingga membutuhkan ekspansi gedung tambahan. Perencanaan gedung F-2 dengan menggunakan material struktur baja I/Wide Flange (WF) menjadi salah satu opsinya. Tujuan dari perencanaan struktur ini untuk menghasilkan struktur yang memenuhi kriteria pada kekuatan, biaya, dan pelaksanaannya dengan mendesain dari elemen struktur balok dan kolom bangunan gedung dengan menggunakan material baja. Studi literatur dengan cara mandapat data gambar stuktur denah gedung ekspansi beton bertulang dari perencanaan sebelumnya sebagai acuan, kemudian memodelkan gedung tersebut menggunakan denah struktur baja. Acuan pembebanan yang dipakai untuk beban gravitasi serta angin adalah SNI 1727:2020 dan beban gempa sesuai SNI 1726:2019. Dengan konfigurasi rangka struktur baja yang terdiri dari rangka sistem penahan beban lateral. Pemilihan profil baja sesuai pada SNI 1729:2020 dengan perhitungan secara manual menggunakan metode Load and Resistance Factor Design lalu dianalisis menggunakan software SAP2000. Hasil desain struktur gedung baja ini adalah menggunakan profil WF450x200x9x14 sebagai balok induk, serta WF350x175x6x9 dan WF200x100x5x5x8 untuk balok anak tepi, WF350x250x8x12 dan WF300x150x5,5x8 untuk balok anak tengah, lalu WF400x400x45x70 untuk kolom, serta L150x150x10 pada bresing tipe x. Rekapitulasi biaya pengadaan profil baja IWF dan profil siku sebagai penahan beban lateral dengan luas bangunan 5.460 m2 mencapai Rp. 4.384.220.000,00-.